Iran sudah sepenuhnya siap perang. Ini merupakan respon tegas Teheran atas ancaman dan tes rudal terbaru oleh Israel pekan ini.
Militer Israel berhasil menguji rudal Jericho yang mampu membawa hulu ledak nuklir dan menyerang Iran. Teheran menyatakan tidak gentar dengan ancaman militer tersebut. Sekali lagi, Iran menganggap ancaman itu hanya gertak sambal. Namun, sejauh manakah sebenarnya kemampuan Israel melaksanakan niat lamanya tersebut?
“Iran selalu diancam Israel. Ini tidak baru bagi kami. Kami telah mendengar ancaman dari Israel selama delapan tahun. Bangsa kami adalah bangsa yang bersatu. Akar sejarahnya sangat dalam. Ancaman semacam itu tidak mengejutkan kami,” tegas Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi pada Hürriyet Daily News di sela Konferensi Istanbul untuk Afghanistan pada Rabu (2/11). “Kami sangat yakin dengan diri kami sendiri. Kami dapat membela negara kami.”
Ribuan rakyat Iran menggelar unjuk rasa anti-Israel dan anti-Amerika Serikat (AS) di Teheran pada Jumat (4/11). Pawai tersebut untuk memperingati 32 tahun pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran oleh mahasiswa. Insiden itu merusak hubungan diplomatik Iran dan AS.
Unjuk rasa itu digelar beberapa hari setelah Israel mengancam menyerang fasilitas nuklir Iran. Publik hendak menegaskan bahwa dukungan rakyat terhadap pemerintah Iran masih kuat untuk menghadapi ancaman militer Israel.
Keseimbangan geopolitik yang sedang terguncang di Timur Tengah akibat Kebangkitan Arab, tampaknya menjadi momentum bagi Israel untuk melaksanakan ambisi lamanya, menyerang Iran. Gerakan revolusi berhasil menggulingkan rezim Mesir, Tunisia, Libya, dan masih berlangsung di Suriah dan Yaman. Momentum inilah yang membuat Israel semakin terobsesi menyerang Iran dan mengembalikan lagi kontrol rezim Zionis di Timur Tengah, mengabaikan semua resiko yang ada.
Apalagi Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu pernah mengatakan bahwa dia bermimpi mengikuti jejak mantan PM Inggris Winston Churchill dan menciptakan sejarah sebagai pemimipn yang mampu menghapus sepenuhnya bahaya yang mengancam eksistensi rezim Zionis. Seperti halnya Churchill mampu mengeliminasi kekuatan Nazi yang mengancam dunia hingga pecahnya Perang Dunia II.
Pengamat Israel Amnon Abramovich menuturkan, Netanyahu yakin bahwa program nuklir Iran menjadi bahaya utama yang mengancam eksistensi Israel. Karena itu, proyek idaman Netanyahu ialah melenyapkan program nuklir Iran, termasuk rezim Teheran saat ini.
Noam Brening, pengamat di surat kabar Yediot Aharonot berpendapat, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sedang gigih melobi semua pihak untuk keputusan menyerang fasilitas nuklir Iran. Brening menulis, meskipun pemimpin militer dan intelijen sangsi dengan keputusan apa pun untuk menargetkan fasilitas nuklir Iran, Netanyahu dan Barak yakin mereka dapat meyakinkan para pejabat senior untuk melaksanakan serangan tersebut.
Sampai saat ini, Para pemimpin badan keamanan yang pensiun beberapa bulan lalu, seperti mantan Kepala Staf Militer Gabi Ashkenazi dan mantan pemimpin Mossad Meir Dagan serta matnan direktur Shin Bet Yuval Diskin, memang berhasil menghalangi rencana (plot) menyerang Iran yang digerakkan Netanyahu dan Barak.
Memang benar, bahwa kepemimpinan politik di Israel dapat mengambil keputusan apa pun dan militer berkewajiban melaksanakannya. Tapi para pemimpin politik itu tahu bahwa opini publik Israel menyadari para kader profesional seperti para pemimpin badan keamanan, harus mendukung keputusan yang diambil.
Namun militer Israel telah dengan sangat jelas mengatakan pada Netanyahu dan Barak bahwa setiap bentuk operasi militer untuk menyerang Iran akan memiliki dampak sangat negatif bagi Israel dan merusak strategi untuk jangka panjang.
Setelah meninggalkan jabatannya sebagai kepala Mossad, Dagan melancarkan kampanye media menentang Netanyahu dan Barak. Dagan menegaskan bahwa serangan ke Iran hanya akan membawa bencana strategi bagi Israel. Para politisi sayap kanan di Israel pun berang dengan menyatakan serangan Dagan merusak kemampuan deterrence Israel terhadap Iran.
Namun kubu Ashkenazi-Dagan-Diskin juga mendapat dukungan dari beberapa menteri senior sayap kanan, termasuk Dan Maridor, Moshe Yalon, Benny Begin, bahkan Avigdor Lieberman.
Adapun Ben Kasbet, pengamat senior di surat kabar Maariv yakin pemilihan para pemimpin baru untuk posisi kepala staf militer Israel, Shin Bet, dan Mossad akan memiliki sikap yang lebih lunak terhadap rencana Netanyahu dan Barak. Bahkan mereka dapat menjadi pendukung utama untuk menyerang Iran. Dengan demikian, Netanyahu dan Barak tidak lagi memiliki penghalang di tataran elit untuk memuluskan rencana tersebut.
Alon Ben-David, koresponden isu pertahanan untuk televisi Israel, Channel 10, berpendapat bahwa dengan menyerang program nuklir Iran, Netanyahu ingin mengendalikan kontrol di Timur Tengah yang lemah akibat Kebangkitan Arab. Ben-David yakin Netanyahu berupaya mengakhiri krisis Israel setelah citra internasionalnya rusak saat Presiden Palestina Mahmud Abbas mengajukan keanggotaan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk negara Palestina merdeka. “Duo Netanyahu-Barak yakin agitasi menjadi solusi bagi banyak masalah strategis yang dihadapi Israel, khususnya setelah pecahnya revolusi di dunia Arab,” katanya.
Ben-David menambahkan, Netanyahu dan Barak yakin bahwa cara terbaik untuk melakukan agitasi ini ialah menyerang fasilitas nuklir Iran yang akan mengirim pesan deterrence bagi negara-negara Arab.
Tidak seperti Brening yang memperkirakan Netanyahu mengeluarkan perintah menyerang fasilitas nuklir Iran sebelum musim dingin, Ben-David yakin keduanya akan menunggu hingga musim semi, karena langit di musim dingin yang berawan akan mengurangi efektivitas citra satelit dan pesawat mata-mata tanpa awak yang mengumpulkan data intelijen yang diperlukan sebelum melakukan serangan.
Ben-David memperingatkan kemungkinan bahwa kondisinya tidak kondusif untuk menyerang Iran, karena Israel terisolir secara strategis. “Saat ini merupakan yang terburuk sejak 1967,” tegasnya.
Dan meskipun semua bentuk operasi militer terhadap Iran akan mengacaukan stabilitas seluruh kawasan, Netanyahu dan Barak yakin ini akan membatasi ancaman revolusi demokratis di dunia Arab. Menurut para pengamat senior Israel, Netanyahu akan mencari pembenaran untuk serangan itu dengan memimipn para pemimpin badan keamanan dan militer, serta para pejabat senior di kabinetnya, untuk mendukung aksi ini karena waktunya semakin sempit.
Para pengamat menambahkan, Netanyahu mengatakan pada menteri dan jenderal senior bahwa peralatan sentrifugal di fasilitas nuklir Iran akan memulai pengayaan uranium lagi yang akan dikirim ke sebuah fasilitas nuklir rahasia yang dibangun di bawah pegunungan di kawasan kota Qom. Setelah itu, akan sangat sulit bagi serangan udara apa pun untuk mengenai manufaktur persenjataan nuklir di Iran.
Ronin Brigman, koresponden intelijen Yediot Aharonot menulis bahwa peluang kesuksesan serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran tidak besar. “Iran sudah belajar saat Israel menghancurkan reaktor nuklir Irak pada 1981. Karena itu Teheran menyebar berbagai fasilitas nuklirnya di penjuru negeri, bahkan kita tidak tahu berapa banyak fasilitas nuklir Iran yang dapat disembunyikan,” tulisnya.
Menurut Brigman, fasilitas nuklir Iran dilindungi oleh persenjataan baterai anti-pesawat yang terus diperbaiki kemampuannya setiap hari. Beberapa senjata baterai itu dibangun di bawah tanah. “Rencana serangan itu sangat rumit dan Israel memiliki keterbatasan kemampuan udara dan tidak memiliki kapal induk, yang menghalangi kemampuan angkatan udara untuk bermanuver,” tuturnya.
Selain itu, jarak antara pangkalan pertahanan udara Israel dan fasilitas nuklir Iran sedikitnya 1.500 kilometer. Itu artinya, pesawat-pesawat Israel harus mengisi bahan bakar satu kali dalam sekali jalan menuju sasaran. Brigman memperkirakan, pertempuran udara akan membuat jet-jet tempur Israel harus mengisi bahan bakar sedikitnya dua kali.
Berdasarkan semua kondisi itu, Brigman menduga Israel hanya mampu melakukan serangan singkat dan hanya sebagian kecil lokasi yang menjadi target.
Para pengamat militer juga mengatakan, meskipun Israel mampu menghancurkan semua fasilitas nuklir Iran, tidak berarti rezim Zionis mampu menewaskan para pakar nuklir Iran. Jika para pakar nuklir Iran masih ada, Teheran dapat membangun lagi fasilitas nuklirnya dalam waktu tingga hingga empat tahun setelah serangan Israel.
Israel juga diperingatkan bahwa, segala bentuk operasi militer rezim Zionis, akan menyatukan berbagai faksi di bawah kepemimpinan Iran saat ini. Pada saat yang sama, banyak pihak di Israel yang meragukan keabsahan untuk serangan militer terhadap Iran. Hal ini karena Teheran sudah menyepakati peraturan dalam Traktat Non-Proliferasi (NPT) dan fasilitas nuklirnya diawasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Serangan militer Israel akan memberi pemimpin Iran alasan untuk mengusir semua pengawas internasional di fasilitas-fasilitas nuklirnya.
Sikap Amerika Serikat (AS) terhadap kemungkinan serangan Israel terhadap Iran itu juga tidak jelas. Hingga saat ini, ada kesan bahwa AS keberatan dengan rencana Israel menyerang Iran. Washington tampaknya khawatir kepentingan AS di kawasan itu akan diganggu oleh respon Iran terhadap serangan rezim Zionis. Namun dalam kunjungan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta ke Israel, dia mengindikasikan bahwa Washington akan memberi Tel Aviv kebebasan untuk melakukan apa yang dianggap tepat untuk masalah tersebut.
Apalagi beberapa pihak di Israel yakin Presiden AS Barack Obama tidak akan mampu melakukan tekanan apapun terhadap rezim Zionis atau menghalanginya menyerang Iran. Obama yang ingin mengamankan masa depan politiknya dalam pemilu presiden 2012, tidak ingin membuat marah berbagai kelompok Yahudi yang dapat merusak peluangnya kembali menjabat di Gedung Putih.
Uri Bar-Yosef, seorang tokoh intelektual Israel yang melakukan riset dan banyak menulis tentang kegagalan Israel dalam Perang 1973, sangat mengkhawatirkan rencana Netanyahu menyerang Iran dan program nuklirnya. Bar-Yosef mengejek mimpi Netanyahu untuk mencapai kemasyuran sejarah Churchill. Menurut Bar-Yosef, pemerintahan Netanyahu, khususnya seluruh proses pembuatan keputusannya, membuktikan bahwa pemimpin Israel itu lebih seperti diktator fasis Italia Benito Mussolini yang tanpa sadar terlibat dalam Perang Dunia II. (syarifudin)
Cari di Sini
Jumat, 04 November 2011
Krisis Zona Euro Bayangi KTT G-20
CANNES– Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang dimulai kemarin di Cannes, Prancis, didominasi isu krisis utang yang melanda negara-negara pengguna mata uang euro (zona euro), khususnya Yunani dan Italia.
Menjelang KTT, para pemimpin zona euro memperingatkan Yunani untuk memenuhi persyaratan dari kesepakatan utang yang disetujui pekan lalu.Jika tidak,Negeri Dewa- Dewa tersebut tidak akan mendapatkan dana talangan (bailout) berikutnya dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Tuan rumah KTT G-20 Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel berharap dapat memberikan jaminan kepada para mitranya dengan mendesak Perdana Menteri (PM) Yunani George Papandreou untuk melaksanakan kesepakatan bailout Uni Eropa.Papandreou diundang dalam perundingan pra-KTT,Rabu (2/11), dan dia menegaskan Yunani tetap ingin berada di zona euro.
Sebelumnya,para pemimpin dunia mengkritik rencana Yunani menggelar referendum atas kesepakatan paket dana talangan. Rencana referendum dinilai merupakan tindakan tidak bertanggung jawab lantaran sebelumnya Pemerintah Yunani gencar meminta dana itu. Kemarin, PM Papandreou mengatakan, rencana referendum belum pasti dilaksanakan. “Referendum tidak pernah berakhir dengan sendirinya.
Kami memiliki dilema untuk menggelar referendum ini. Saya katakan,jika ada persetujuan kami tidak perlu referendum,” katanya. Merkel dan Sarkozy memperingatkan Yunani tidak akan mendapatkan “satu sen pun lagi”dari rencana bantuan IMF dan Uni Eropa jika Yunani menolak kesepakatan paket dana talangan. Tanpa dana tersebut, pejabat senior di Cannes mengatakan, Yunani kemungkinan tidak dapat membayar gaji pegawai negeri.
Dengan krisis utang sekacau itu Yunani bisa terpaksa meninggalkan zona euro. “Kami tidak ingin membiarkan euro hancur, kami tidak ingin membiarkan Eropa hancur. Rakyat Yunani bebas memilih, tapi kami akuntabel untuk stabilitas zona euro,”papar Sarkozy yang melakukan konferensi pers bersama Merkel kemarin, dikutip AFP.“Teman kami,Yunani, harus memutuskan apakah mereka ingin terus berjalan bersama kami.”
Merkel juga mengatakan, meski dia memilih menstabilkan euro dengan Yunani sebagai anggota,prioritas utama tetaplah menyelamatkan euro, bukanYunani. Ketua para menteri keuangan zona euro,Jean-Claude Juncker, menjelaskan bahwa pembuat kebijakan sedang bekerja untuk berbagai kemungkinan skenario jika Yunani keluar dari zona euro. “Kami sedang bekerja untuk subjek bagaimana memastikan tidak terjadi bencana bagi rakyat di Jerman, Luksemburg, zona euro.
Kami mutlak bersiap untuk situasi itu,”tuturnya. Menteri urusan Eropa dari Prancis Jean Leonetti menyatakan euro dapat selamat tanpa Yunani.“Yunani ialah sesuatu yang dapat berakhir,sesuatu yang kita dapat hidup tanpanya,” paparnya. “Dalam isu Yunani, Anda memiliki semua skenario dan kami secara internal memperkirakan kerugian yang harus ditanggung. Kami harap kami tidak akan mengarah ke sana,” ujar sumber pejabat senior di G-20.
“Apakah mereka akan tetap di euro atau keluar,merupakan sesuatu yang harus diputuskan zona euro, tapi tentu saja G-20 membahasnya dan mencoba memahami dampak serta implikasi kemungkinan Yunani keluar dari euro.” Komisi Eropa menyatakan, jika Yunani memutuskan keluar dari euro, maka itu juga harus keluar dari Uni Eropa, sesuai ketentuan Traktat Uni Eropa.
“Traktat menegaskan apa yang kami katakan di sini: traktat tidak mengizinkan keluar dari zona euro tanpa keluar Uni Eropa, sehingga itulah situasinya sekarang,” papar Juru Bicara Komisi Eropa Karolina Kottova. Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama diCannesuntukmengikutiKTT G-20 kemarin disambut para penggemarnya.
“Saya ingin memberikan penghormatan kepada pemahaman Presiden Obama,termasuk dalam subjek seperti pajak pada aktivitas finansial,” ujar Sarkozy menyoroti Washington yang bergerak menuju rencana Eropa. Tapi sebelum datang Obama diperkirakan menyatakan pesan tegas kepada Prancis. Gedung Putih menyatakan, AS menginginkan tujuan yang disepakati secara bulat,lahir dari G-20.
Adapun Beijing memperingatkan dukungannya tergantung pada apakah Eropa menunjukkan lebih banyak solidaritas. Presiden China Hu Jintao sempat makan malam bersama Sarkozy, Rabu (2/11), setelah sejumlah pejabat mengatakan keduanya mungkin menambah USD100 miliar untuk dana bailoutEropa. Dengan catatan,jika mereka yakin bahwa investasi itu aman.
“Eropa harus membantu dirinya sendiri, Uni Eropa memiliki semua hal untuk itu saat ini, otoritas politik, sumber daya finansial, dan dukungan banyak negara,” kata Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Reuters. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hadir dalam KTT itu mengingatkan bahwa krisis zona euro harus diselesaikan secara cepat dan tepat agar tidak berkepanjangan.
“Jika berkepanjangan bisa mengunci semua negara dalam pertumbuhan ekonomi, ”ujarnya. Presiden mendengar keputusan Yunani yang mengambil langkah untuk melakukan referendum. Menurut Kepala Negara, Indonesia sangat mendorong agar krisis zona euro dapat diselesaikan dengan baik. syarifudin/chindya citra/ rarasati syarief/wisnoe moerti
Menjelang KTT, para pemimpin zona euro memperingatkan Yunani untuk memenuhi persyaratan dari kesepakatan utang yang disetujui pekan lalu.Jika tidak,Negeri Dewa- Dewa tersebut tidak akan mendapatkan dana talangan (bailout) berikutnya dari Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Tuan rumah KTT G-20 Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel berharap dapat memberikan jaminan kepada para mitranya dengan mendesak Perdana Menteri (PM) Yunani George Papandreou untuk melaksanakan kesepakatan bailout Uni Eropa.Papandreou diundang dalam perundingan pra-KTT,Rabu (2/11), dan dia menegaskan Yunani tetap ingin berada di zona euro.
Sebelumnya,para pemimpin dunia mengkritik rencana Yunani menggelar referendum atas kesepakatan paket dana talangan. Rencana referendum dinilai merupakan tindakan tidak bertanggung jawab lantaran sebelumnya Pemerintah Yunani gencar meminta dana itu. Kemarin, PM Papandreou mengatakan, rencana referendum belum pasti dilaksanakan. “Referendum tidak pernah berakhir dengan sendirinya.
Kami memiliki dilema untuk menggelar referendum ini. Saya katakan,jika ada persetujuan kami tidak perlu referendum,” katanya. Merkel dan Sarkozy memperingatkan Yunani tidak akan mendapatkan “satu sen pun lagi”dari rencana bantuan IMF dan Uni Eropa jika Yunani menolak kesepakatan paket dana talangan. Tanpa dana tersebut, pejabat senior di Cannes mengatakan, Yunani kemungkinan tidak dapat membayar gaji pegawai negeri.
Dengan krisis utang sekacau itu Yunani bisa terpaksa meninggalkan zona euro. “Kami tidak ingin membiarkan euro hancur, kami tidak ingin membiarkan Eropa hancur. Rakyat Yunani bebas memilih, tapi kami akuntabel untuk stabilitas zona euro,”papar Sarkozy yang melakukan konferensi pers bersama Merkel kemarin, dikutip AFP.“Teman kami,Yunani, harus memutuskan apakah mereka ingin terus berjalan bersama kami.”
Merkel juga mengatakan, meski dia memilih menstabilkan euro dengan Yunani sebagai anggota,prioritas utama tetaplah menyelamatkan euro, bukanYunani. Ketua para menteri keuangan zona euro,Jean-Claude Juncker, menjelaskan bahwa pembuat kebijakan sedang bekerja untuk berbagai kemungkinan skenario jika Yunani keluar dari zona euro. “Kami sedang bekerja untuk subjek bagaimana memastikan tidak terjadi bencana bagi rakyat di Jerman, Luksemburg, zona euro.
Kami mutlak bersiap untuk situasi itu,”tuturnya. Menteri urusan Eropa dari Prancis Jean Leonetti menyatakan euro dapat selamat tanpa Yunani.“Yunani ialah sesuatu yang dapat berakhir,sesuatu yang kita dapat hidup tanpanya,” paparnya. “Dalam isu Yunani, Anda memiliki semua skenario dan kami secara internal memperkirakan kerugian yang harus ditanggung. Kami harap kami tidak akan mengarah ke sana,” ujar sumber pejabat senior di G-20.
“Apakah mereka akan tetap di euro atau keluar,merupakan sesuatu yang harus diputuskan zona euro, tapi tentu saja G-20 membahasnya dan mencoba memahami dampak serta implikasi kemungkinan Yunani keluar dari euro.” Komisi Eropa menyatakan, jika Yunani memutuskan keluar dari euro, maka itu juga harus keluar dari Uni Eropa, sesuai ketentuan Traktat Uni Eropa.
“Traktat menegaskan apa yang kami katakan di sini: traktat tidak mengizinkan keluar dari zona euro tanpa keluar Uni Eropa, sehingga itulah situasinya sekarang,” papar Juru Bicara Komisi Eropa Karolina Kottova. Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama diCannesuntukmengikutiKTT G-20 kemarin disambut para penggemarnya.
“Saya ingin memberikan penghormatan kepada pemahaman Presiden Obama,termasuk dalam subjek seperti pajak pada aktivitas finansial,” ujar Sarkozy menyoroti Washington yang bergerak menuju rencana Eropa. Tapi sebelum datang Obama diperkirakan menyatakan pesan tegas kepada Prancis. Gedung Putih menyatakan, AS menginginkan tujuan yang disepakati secara bulat,lahir dari G-20.
Adapun Beijing memperingatkan dukungannya tergantung pada apakah Eropa menunjukkan lebih banyak solidaritas. Presiden China Hu Jintao sempat makan malam bersama Sarkozy, Rabu (2/11), setelah sejumlah pejabat mengatakan keduanya mungkin menambah USD100 miliar untuk dana bailoutEropa. Dengan catatan,jika mereka yakin bahwa investasi itu aman.
“Eropa harus membantu dirinya sendiri, Uni Eropa memiliki semua hal untuk itu saat ini, otoritas politik, sumber daya finansial, dan dukungan banyak negara,” kata Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Reuters. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang hadir dalam KTT itu mengingatkan bahwa krisis zona euro harus diselesaikan secara cepat dan tepat agar tidak berkepanjangan.
“Jika berkepanjangan bisa mengunci semua negara dalam pertumbuhan ekonomi, ”ujarnya. Presiden mendengar keputusan Yunani yang mengambil langkah untuk melakukan referendum. Menurut Kepala Negara, Indonesia sangat mendorong agar krisis zona euro dapat diselesaikan dengan baik. syarifudin/chindya citra/ rarasati syarief/wisnoe moerti
Kamis, 03 November 2011
Karzai Minta Bantuan Negara Tetangga
ISTANBUL – Presiden Afghanistan Hamid Karzai kemarin memperingatkan bahwa tidak akan ada harapan bagi perdamaian di negaranya tanpa bantuan dari negara- negara tetangga un-tuk memerangi kelompok teror.
“Jaringan teroris menjadi ancaman utama keamanan Afghanistan,” ujar Karzai dalam pembukaan konferensi global untuk memetakan masa depan negaranya di Istanbul seperti dikutip AFP. “Mereka terus memiliki tempat perlindungan di luar perbatasan kami, dari sanalah mereka melakukan kampanye penghancuran.
Jika tidak ada kerja sama regional untuk mengatasi inti dan akar masalah ini, perdamaian di Afghanistan akan tetap sulit.” Perwakilan dari 20 negara bergabung dengan anggota badan bantuan dalam pertemuan di Istanbul. Pertemuan itu digelar 10 tahun setelah Taliban digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).
Namun kelompok militan masih memiliki kekuatan mematikan di Afghanistan. Mereka terus menyerang pasukan NATO, AS, dan Afghanistan. Kabul, seperti Washington, memprotes Islamabad karena dianggap tidak cukup bertindak untuk melumpuhkan jaringan Taliban dan Al-Qaeda yang bersembunyi di daerah sukusuku Pakistan di perbatasan Afghanistan. (syarifudin)
“Jaringan teroris menjadi ancaman utama keamanan Afghanistan,” ujar Karzai dalam pembukaan konferensi global untuk memetakan masa depan negaranya di Istanbul seperti dikutip AFP. “Mereka terus memiliki tempat perlindungan di luar perbatasan kami, dari sanalah mereka melakukan kampanye penghancuran.
Jika tidak ada kerja sama regional untuk mengatasi inti dan akar masalah ini, perdamaian di Afghanistan akan tetap sulit.” Perwakilan dari 20 negara bergabung dengan anggota badan bantuan dalam pertemuan di Istanbul. Pertemuan itu digelar 10 tahun setelah Taliban digulingkan dari kekuasaannya di Afghanistan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).
Namun kelompok militan masih memiliki kekuatan mematikan di Afghanistan. Mereka terus menyerang pasukan NATO, AS, dan Afghanistan. Kabul, seperti Washington, memprotes Islamabad karena dianggap tidak cukup bertindak untuk melumpuhkan jaringan Taliban dan Al-Qaeda yang bersembunyi di daerah sukusuku Pakistan di perbatasan Afghanistan. (syarifudin)
Dramatis, Mendarat Tanpa Roda
WARSAWA– Pendaratan dramatis. Pesawat Boeing 767-300 berhasil mendarat darurat tanpa roda di Bandara Warsawa, Polandia, Selasa (1/11) dengan seluruh penumpang dan awak selamat. Pesawat yang terbang dari Newark,New Jersey,Amerika Serikat (AS) itu mengalami masalah sistem hidrolik sehingga roda pendarat tidak dapat keluar.
Keberhasilan pilot menyelamatkan seluruh penumpang mendapat pujian berbagai pihak. “Seluruh prosedur keamanan dilaksanakan dengan sangat sempurna dan terima kasih untuk ini, seluruh orang sudah keluar dan tak satu orang pun terluka,” papar Leszek Chorzewski, juru bicara maskapai nasional Polandia, LOT, yang menjadi pengelola pesawat tersebut kepada Reuters.
“Boeing 767-300 dengan 220 penumpang dan 11 kru yang terbang dari Newark, Amerika Serikat,melakukan pendaratan darurat dengansuksessetelah roda pendaratan tidak dapat keluar.” Tayangan televisi Polandia, TVN24,menunjukkan pesawat Boeing mendarat menggunakan bagian perutnya, dengan hanya sedikit kerusakan saat perut pesawat mengenai landasan yang sudah dilapisi dengan busa penahan percikan api.
Setelah pesawat berhenti, penumpang buru-buru keluar dari pesawat menggunakan peluncur darurat berisi udara,sementara tim penyelamat menunggu mereka di bawah. Tidak terjadi kebakaran sama sekali dalam insiden tersebut, tapi pemadam kebakaran menyiram pesawat itu dengan air dan busa antiapi,beberapa detik setelah semua penumpang dievakuasi.Tindakan itu merupakan bagian dari standar keamanan yang sudah ada untuk dijalankan.
Para penumpang pesawat juga sangat gembira karena pesawat mendarat dengan mulus. “Saya pikir saya akan merasakan menghantam landasan dengan sangat keras, tapi kemudian kami merasa pesawat menyentuh landasan dan begitulah,” papar salah satu penumpang, Krzysztof Rozycki. LOT menjelaskan, sistem hidrolik untuk mengoperasikan kemudi sayap dan roda pendaratan gagal berfungsi.
Sistem pendukung bekerja hanya untuk bagian kemudi sayap dan roda pendaratan tetap tidak dapat dikeluarkan.Kondisi ini memaksa pilot mengambil keputusan melakukan pendaratan darurat setelah pesawat berputar selama hampir satu jam di atas Warsawa untuk menghabiskan semua bahan bakar. “Dua jet tempur F-16 milik militer Polandia mengawal pesawat tersebut di jalur pendaratan sebagai bagian prosedur rutin,” papar juru bicara angkatan udara Polandia pada kantor berita PAP.
Penumpang lain mengaku sangat khawatir dan suasana hening terasa di dalam kabin saat pesawat mendarat. “Ada yang menangis, ada air mata,” kata Hubert Waz, penumpang lainnya. “Saya berdoa agar pilot tidak kehilangan kontrol karena kami mulai berputar di atas bandara.Ini mengerikan,” papar penumpang, Teresa Kowalik, kepada Daily Mail. Penumpang lainnya, Joanna Dabrowska, 29, mengungkapkan, beberapa penumpang sangat khawatir kejadian lebih buruk akan terjadi.
“Orangorang mengatakan perpisahan akhir pada penumpang lainnya dan beberapa orang menangis,” katanya. Presiden Polandia Bronislaw Komorowski mengatakan, pemerintah akan memberi penghargaan pada seluruh kru pesawat, setelah dia berbicara singkat melalui telepon pada pilot pesawat. “Pada semua yang terlibat, saya ucapkan terima kasih dengan segenap hati saya,”tuturnya. Media lokal melaporkan, Kapten Tadeusz Wrona merupakan pilot veteran LOT di usianya yang ke-50 tahun.
Dia sudah 20 tahun berpengalaman menerbangkan pesawat Boeing.Hobinya bermain paralayang mungkin membantunya dalam mendaratkan pesawat dengan aman tanpa roda.“Dia melakukan pendaratan dengan sempurna,” papar Chairman LOT Marcin Pirog. Akibat insiden tersebut, bandara tetap ditutup bagi semua penerbangan hingga paling cepat Kamis (3/11) pagi karena LOT masih berkoordinasi dengan Boeing untuk mencari cara terbaik memindahkan pesawat dari landasan.
“Kami telah mengumumkan pada semua maskapai bahwa bandara akan tutup hingga Kamis (3/11) pukul 04.00. Jika kami dapat memindahkan pesawat lebih cepat, kami akan membuka bandara lebih cepat,” ungkap juru bicara Bandara Warsawa, Przemyslaw Przybylski. Kondisi kabut tebal di Polandia kemarin juga mengakibatkan ratusan penerbangan dibatalkan.Kemarin kabut tebal menunda penerbangan di bandara terbesar kedua Polandia, di selatan kota Krakow, yang mengoperasikan sekitar 100 pesawat per hari.
Sedikitnya satu pesawat harus mencari lokasi pendaratan lain karena kekacauan jadwal penerbangan tersebut. “Dua bandara yang lebih kecil di bagian pusat dan barat Polandia juga menghentikan operasinya atau hanya beroperasi pada pagi hari karena kondisi cuaca yang buruk.Tapi,bandara itu kemudian dibuka lagi,” papar pejabat terkait. Insiden kemarin kembali mengingatkan publik tentang musibahyangterjadipada April 2010,
saat pesawat pemerintah yang membawa Presiden Polandia Lech Kaczynski dan 95 orang lain yang sebagian besar pejabat senior mengalami kecelakaan saat berupaya mendarat dalam kondisi kabut tebal di Rusia barat, hingga menewaskan semua orang di kabin. Sebelumnya sebuah pesawat Iran AirBoeing 727 yang terbang dari Moskow juga melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Mehrabad Teheran pada 18 Oktober setelah roda pendaratan tidak berfungsi sempurna.
Tidak satu pun dari 116 penumpang yang terluka dalam kejadian tersebut. Pilot pesawat Iran Air yang bernama Hooshang Shahbazi itu tidak mendapat pujian dari pemerintah Iran. Dia justru dilarang terbang selama dua bulan akibat aksi heroiknya tersebut. Dia harus menjalani investigasi terkait kejadian tersebut. Hal itu berbeda dengan respons pemerintah Amerika Serikat saat pilot Chesley Sullenberger mendaratkan pesawat Airbus A320 di atas Sungai Hudson,
New York, pada 2009, yang menyelamatkan nyawa 115 orang di kabin.Pesawat itu mendarat darurat karena kerusakan mesin setelah menabrak kawanan burung. Sullenberger mendapatkan bintang jasa atas tindakan heroiknya tersebut. syarifudin
Keberhasilan pilot menyelamatkan seluruh penumpang mendapat pujian berbagai pihak. “Seluruh prosedur keamanan dilaksanakan dengan sangat sempurna dan terima kasih untuk ini, seluruh orang sudah keluar dan tak satu orang pun terluka,” papar Leszek Chorzewski, juru bicara maskapai nasional Polandia, LOT, yang menjadi pengelola pesawat tersebut kepada Reuters.
“Boeing 767-300 dengan 220 penumpang dan 11 kru yang terbang dari Newark, Amerika Serikat,melakukan pendaratan darurat dengansuksessetelah roda pendaratan tidak dapat keluar.” Tayangan televisi Polandia, TVN24,menunjukkan pesawat Boeing mendarat menggunakan bagian perutnya, dengan hanya sedikit kerusakan saat perut pesawat mengenai landasan yang sudah dilapisi dengan busa penahan percikan api.
Setelah pesawat berhenti, penumpang buru-buru keluar dari pesawat menggunakan peluncur darurat berisi udara,sementara tim penyelamat menunggu mereka di bawah. Tidak terjadi kebakaran sama sekali dalam insiden tersebut, tapi pemadam kebakaran menyiram pesawat itu dengan air dan busa antiapi,beberapa detik setelah semua penumpang dievakuasi.Tindakan itu merupakan bagian dari standar keamanan yang sudah ada untuk dijalankan.
Para penumpang pesawat juga sangat gembira karena pesawat mendarat dengan mulus. “Saya pikir saya akan merasakan menghantam landasan dengan sangat keras, tapi kemudian kami merasa pesawat menyentuh landasan dan begitulah,” papar salah satu penumpang, Krzysztof Rozycki. LOT menjelaskan, sistem hidrolik untuk mengoperasikan kemudi sayap dan roda pendaratan gagal berfungsi.
Sistem pendukung bekerja hanya untuk bagian kemudi sayap dan roda pendaratan tetap tidak dapat dikeluarkan.Kondisi ini memaksa pilot mengambil keputusan melakukan pendaratan darurat setelah pesawat berputar selama hampir satu jam di atas Warsawa untuk menghabiskan semua bahan bakar. “Dua jet tempur F-16 milik militer Polandia mengawal pesawat tersebut di jalur pendaratan sebagai bagian prosedur rutin,” papar juru bicara angkatan udara Polandia pada kantor berita PAP.
Penumpang lain mengaku sangat khawatir dan suasana hening terasa di dalam kabin saat pesawat mendarat. “Ada yang menangis, ada air mata,” kata Hubert Waz, penumpang lainnya. “Saya berdoa agar pilot tidak kehilangan kontrol karena kami mulai berputar di atas bandara.Ini mengerikan,” papar penumpang, Teresa Kowalik, kepada Daily Mail. Penumpang lainnya, Joanna Dabrowska, 29, mengungkapkan, beberapa penumpang sangat khawatir kejadian lebih buruk akan terjadi.
“Orangorang mengatakan perpisahan akhir pada penumpang lainnya dan beberapa orang menangis,” katanya. Presiden Polandia Bronislaw Komorowski mengatakan, pemerintah akan memberi penghargaan pada seluruh kru pesawat, setelah dia berbicara singkat melalui telepon pada pilot pesawat. “Pada semua yang terlibat, saya ucapkan terima kasih dengan segenap hati saya,”tuturnya. Media lokal melaporkan, Kapten Tadeusz Wrona merupakan pilot veteran LOT di usianya yang ke-50 tahun.
Dia sudah 20 tahun berpengalaman menerbangkan pesawat Boeing.Hobinya bermain paralayang mungkin membantunya dalam mendaratkan pesawat dengan aman tanpa roda.“Dia melakukan pendaratan dengan sempurna,” papar Chairman LOT Marcin Pirog. Akibat insiden tersebut, bandara tetap ditutup bagi semua penerbangan hingga paling cepat Kamis (3/11) pagi karena LOT masih berkoordinasi dengan Boeing untuk mencari cara terbaik memindahkan pesawat dari landasan.
“Kami telah mengumumkan pada semua maskapai bahwa bandara akan tutup hingga Kamis (3/11) pukul 04.00. Jika kami dapat memindahkan pesawat lebih cepat, kami akan membuka bandara lebih cepat,” ungkap juru bicara Bandara Warsawa, Przemyslaw Przybylski. Kondisi kabut tebal di Polandia kemarin juga mengakibatkan ratusan penerbangan dibatalkan.Kemarin kabut tebal menunda penerbangan di bandara terbesar kedua Polandia, di selatan kota Krakow, yang mengoperasikan sekitar 100 pesawat per hari.
Sedikitnya satu pesawat harus mencari lokasi pendaratan lain karena kekacauan jadwal penerbangan tersebut. “Dua bandara yang lebih kecil di bagian pusat dan barat Polandia juga menghentikan operasinya atau hanya beroperasi pada pagi hari karena kondisi cuaca yang buruk.Tapi,bandara itu kemudian dibuka lagi,” papar pejabat terkait. Insiden kemarin kembali mengingatkan publik tentang musibahyangterjadipada April 2010,
saat pesawat pemerintah yang membawa Presiden Polandia Lech Kaczynski dan 95 orang lain yang sebagian besar pejabat senior mengalami kecelakaan saat berupaya mendarat dalam kondisi kabut tebal di Rusia barat, hingga menewaskan semua orang di kabin. Sebelumnya sebuah pesawat Iran AirBoeing 727 yang terbang dari Moskow juga melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Mehrabad Teheran pada 18 Oktober setelah roda pendaratan tidak berfungsi sempurna.
Tidak satu pun dari 116 penumpang yang terluka dalam kejadian tersebut. Pilot pesawat Iran Air yang bernama Hooshang Shahbazi itu tidak mendapat pujian dari pemerintah Iran. Dia justru dilarang terbang selama dua bulan akibat aksi heroiknya tersebut. Dia harus menjalani investigasi terkait kejadian tersebut. Hal itu berbeda dengan respons pemerintah Amerika Serikat saat pilot Chesley Sullenberger mendaratkan pesawat Airbus A320 di atas Sungai Hudson,
New York, pada 2009, yang menyelamatkan nyawa 115 orang di kabin.Pesawat itu mendarat darurat karena kerusakan mesin setelah menabrak kawanan burung. Sullenberger mendapatkan bintang jasa atas tindakan heroiknya tersebut. syarifudin
Rabu, 02 November 2011
Inggris Dituduh Terapkan Standar Ganda dalam Kebebasan Internet
Inggris kemarin menghadapi kritik karena menerapkan pembatasan media sosial, setelah kerusuhan melanda berbagai kota di negara tersebut. Padahal, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague membeberkan hukuman negara- negara yang memblokir internet untuk meredam unjuk rasa.
“Terlalu banyak negara di penjuru dunia yang berusaha melampaui campur tangan sah atau tidak sepakat dengan kami tentang apa perilaku yang ‘legitimate’ itu,” kata Hague dalam Konferensi Ruang Cyber London, kemarin,dikutip Reuters. “Kita melihat di Tunisia, Mesir, dan Libya bahwa memutus internet, memblokir Facebook, mengacau sinyal Al Jazeera, mengintimidasi wartawan, dan memenjarakan para blogger tidak menciptakan stabilitas atau membuat keluhan sirna.
Ide kebebasan tidak dapat berada di balik penghalang, tidak masalah berapa kuat kuncinya,”ujar Hague. Sejumlah menteri, aktivis internet, dan eksekutif perusahaan teknologi dari penjuru dunia bertemu selama dua hari di London. Mereka membahas bagaimana mengatasi ancaman keamanan serta kejahatan di internet tanpa merusak peluang ekonomi atau kebebasan berbicara.
Namun dalam kesempatan itu, Index on Censorship, kelompok antisensor, menuduh negara-negara Barat menerapkan standar ganda dalam masalah kebebasan di internet. Mereka menyoroti langkah Perdana Menteri Inggris David Cameron yang membatasi media jejaring sosial, setelah kerusuhan melanda berbagai kota di negara itu pada Agustus.
“Sangat mudah untuk membela kasus hak asasi manusia melawan kediktatoran di penjuru dunia, stabilitas negara gaya Barat kita sendiri juga patut dipertanyakan karena kebebasan berekspresi dapat hilang. Harus ada satu aturan untuk semua, termasuk pemerintahan Barat,” tegas John Kampfner, Chief Executie Index on Censorship, dalam konferensi tersebut.
Konferensi itu akan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai isu yang muncul, seiring meluasnya penggunaan internet. Ekonomi yang tumbuh cepat mendorong berbagai negara untuk memiliki aturan lebih jelas dalam hal kebebasan di dunia maya. Sementara itu, negaranegara Barat khawatir dengan hak properti intelektual yang dicuri atau dibajak.
Pemerintahan seperti China dan Rusia waspada dengan peran internet dan media sosial dalam gerakan revolusi Kebangkitan Arab tahun ini. Sebanyak 60 negara, termasuk perwakilan China, Rusia, dan India, hadir dalam konferensi tersebut. Berbagai tokoh industri teknologi yang hadir ialah pendiri Wikipedia Jimmy Wales dan Senior Executive Facebook Joanna Shields.
Menlu Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton sebenarnya juga dijadwalkan hadir, tapi membatalkan kunjungannya karena ibunya sakit. Konferensi itu tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan apa pun,tapi para pejabat Inggris berharap pertemuan itu dapat meletakkan agenda untuk diskusi di masa depan.Sesi tertutup dalam konferensi itu akan membahas bagaimana internet juga menghadirkan ancaman terhadap keamanan internasional. SYARIFUDIN seputar indonesia.
“Terlalu banyak negara di penjuru dunia yang berusaha melampaui campur tangan sah atau tidak sepakat dengan kami tentang apa perilaku yang ‘legitimate’ itu,” kata Hague dalam Konferensi Ruang Cyber London, kemarin,dikutip Reuters. “Kita melihat di Tunisia, Mesir, dan Libya bahwa memutus internet, memblokir Facebook, mengacau sinyal Al Jazeera, mengintimidasi wartawan, dan memenjarakan para blogger tidak menciptakan stabilitas atau membuat keluhan sirna.
Ide kebebasan tidak dapat berada di balik penghalang, tidak masalah berapa kuat kuncinya,”ujar Hague. Sejumlah menteri, aktivis internet, dan eksekutif perusahaan teknologi dari penjuru dunia bertemu selama dua hari di London. Mereka membahas bagaimana mengatasi ancaman keamanan serta kejahatan di internet tanpa merusak peluang ekonomi atau kebebasan berbicara.
Namun dalam kesempatan itu, Index on Censorship, kelompok antisensor, menuduh negara-negara Barat menerapkan standar ganda dalam masalah kebebasan di internet. Mereka menyoroti langkah Perdana Menteri Inggris David Cameron yang membatasi media jejaring sosial, setelah kerusuhan melanda berbagai kota di negara itu pada Agustus.
“Sangat mudah untuk membela kasus hak asasi manusia melawan kediktatoran di penjuru dunia, stabilitas negara gaya Barat kita sendiri juga patut dipertanyakan karena kebebasan berekspresi dapat hilang. Harus ada satu aturan untuk semua, termasuk pemerintahan Barat,” tegas John Kampfner, Chief Executie Index on Censorship, dalam konferensi tersebut.
Konferensi itu akan mencari berbagai cara untuk meningkatkan kerja sama internasional dalam menghadapi berbagai isu yang muncul, seiring meluasnya penggunaan internet. Ekonomi yang tumbuh cepat mendorong berbagai negara untuk memiliki aturan lebih jelas dalam hal kebebasan di dunia maya. Sementara itu, negaranegara Barat khawatir dengan hak properti intelektual yang dicuri atau dibajak.
Pemerintahan seperti China dan Rusia waspada dengan peran internet dan media sosial dalam gerakan revolusi Kebangkitan Arab tahun ini. Sebanyak 60 negara, termasuk perwakilan China, Rusia, dan India, hadir dalam konferensi tersebut. Berbagai tokoh industri teknologi yang hadir ialah pendiri Wikipedia Jimmy Wales dan Senior Executive Facebook Joanna Shields.
Menlu Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton sebenarnya juga dijadwalkan hadir, tapi membatalkan kunjungannya karena ibunya sakit. Konferensi itu tidak diharapkan menghasilkan kesepakatan apa pun,tapi para pejabat Inggris berharap pertemuan itu dapat meletakkan agenda untuk diskusi di masa depan.Sesi tertutup dalam konferensi itu akan membahas bagaimana internet juga menghadirkan ancaman terhadap keamanan internasional. SYARIFUDIN seputar indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)