Cari di Sini

Selasa, 04 Desember 2012

Jepang Periksa Kondisi Semua Terowongan Tua


Ambulance and construction vehicles sit parked outside the Sasago tunnel in the city of Otsuki in Yamanashi prefecture, some 80 kms west of Tokyo on December 3, 2012, the morning after part of the tunnel collapsed, crushing cars and triggering a blaze inside. Rescuers found three crushed bodies in a collapsed tunnel on a major Japanese highway, taking the death toll to nine on December 3 as questions mounted about whether decaying ceiling supports caused the disaster. JAPAN OUT AFP PHOTO / JIJI PRESS
TOKYO- Pemerintah Jepang memerintahkan inspeksi terowongan-terowongan tua setelah runtuhnya terowongan Sasago.  Hal ini dilakukan karena  insinden yang menewaskan sembilan orang dan melukai dua orang lainnya tersebut diduga terjadi karena konstruksi bangunan sudah lapuk karena dimakan usia.
          Berdasarkan data Kementerian Transportasi, Insfrastruktur dan Pertanahan Jepang, inspeksi akan dilakukan terhadap 49 terowongan jalan yang desainnya mirip Sasago. Inspeksi dilakukan dengan survei visual, yakni para petugas memeriksa jika ada retakan dan sesuatu yang tidak normal, atau mendengarkan akustik beton dan struktur logam dengan memukulnya dengan palu.
          “Perdana Menteri (PM) memerintahkan kementerian transportasi untuk melakukan segala langkah dalam operasi penyelamatan, mencari penyebab sedini mungkin, melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Osamu Fujimura, di Tokyo, kemarin.
           Para insinyur kemarin mulai memeriksa tiga terowongan lainnya di wilayah tersebut yang memiliki desain sama seperti terowongan Sasago. Sebelumnya, pada September lalu pemerintah Jepang telah melakukan pemeriksaan lima tahunan terhadap kondisi langit-langit terowongan, termasuk Sasago. Tetapi dalam pemeriksaan tersebut tidak dilakukan pengujian akustik bagian logam yang mempunyai  struktur seberat 1,5 ton terpasang.
          “Kami akan berinvestasi besar dalam sistem transportasi publik dan memastikan kelayakannya. Kami perlu meninjau ulang semua infrastruktur berdasarkan umurnya,” papar Osamu Fujimura.
          Negeri matahari terbit itu  memiliki jaringan terowongan jalan raya yang menembus pegunungan di negara tersebut, dengan jumlah total mencapai  lebih  1.500 buah. Sebagian besar terowongan dibangun saat Jepang mengalami booming infrastruktur pada 1960-an dan 1970-an bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi spektakuler.
          Diperkirakan,  sekitar seperempatnya  berumur lebih dari 30 tahun.  Selain karena usia sudah tua, negara tersebut rawan gempa yang berdampak terhadap kekuatan konstruksi terowongan.
          Seperti diketahui, sepanjang 110 meter bagian langit-langit terowongan Sasago, Chuo Expressway, di Yamanashi, itu runtuh dan menimpa mobil-mobil yang sedang melaju di bawahnya. Saksi mata mengatakan bahwa lokasi robohnya terowongan itu sangat mengerikan karena satu mobil terbakar.
          Petugas darurat telah mengumpulkan lima jasad yang terbakar, terdiri dari  tiga orang pria dan dua wanita, dari sebuah mobil pada kemarin pagi. Laporan mengatakan, korban berusia 20-an tahun. Mereka juga menemukan jasad seorang pengemudi truk yang bernama Tatsuya Nakagawa, 50. Nakagawa sempat menelpon seorang temannya beberapa saat setelah kecelakaan itu terjadi. Dia menelpon untuk meminta tolong.
          Tiga jasad lainnya telah diketahui, yakni satu pria berusia lanjut dan dua wanita lanjut usia yang semuanya berada di satu mobi yang sama.    “Saya mengucapkan duka cinta yang paling dalam pada keluarga korban. Pertama dan utama, operasi penyelamatan prioritas kami. Kami juga memeriksa terowongan-terowongan kami yang menggunakan desain yang sama,” ujar Presiden NEXCO Central Takekazu Kaneko.      
          Petugas darurat rencananya tetap berada di terowongan Sasago hingga hari ini. Namun 24 jam setelah terowongan itu roboh, operasi berubah dari penyelamatan menjadi pemulihan.
          Dugaan sementara, penyebab runtuhnya terowongan Sasago diduga akibat penopang langit-langit yang telah lapuk termakan usia. Tayangan dari dalam terowongan menunjukkan panel-panel beton dan besi langit-langit terowongan yang roboh membentuk V. Menurut keterangan pakar, hal itu  menunjukkan kemungkinan lemahnya pilar penopang bagian tengah di langit-langit terowongan.
          “Faktor utamanya kami duga umur yang sudah tua,”  papar seorang pejabat operator jalan tol NEXCO, menyebut tragedi di terowongan Sasago yang menembus perbukitan dekat Gunung Fuji, 80 kilometer barat Tokyo, dikutip AFP. syarifudin

1 komentar:

  1. KABAR BAIK!


    Untuk mengenalkan diri dengan benar,
    Nama saya NADIRA MUHAMMAD dari [PERUSAHAAN PIHAK NADIRA MUHAMMAD]

    Saya adalah pemberi pinjaman pribadi, perusahaan saya memberikan pinjaman segala jenis dengan suku bunga 2% saja. Ini adalah kesempatan finansial di depan pintu Anda, terapkan hari ini dan dapatkan pinjaman cepat Anda.

    Ada banyak di luar sana yang mencari peluang atau bantuan keuangan di seluruh tempat dan tetap saja, tapi mereka tidak dapat mendapatkannya. Tapi ini adalah kesempatan finansial di depan pintu Anda dan dengan demikian Anda tidak bisa melewatkan kesempatan ini.
    Anda disarankan untuk melengkapi dan mengembalikan rinciannya di bawah ini ..

    Namamu: ______________________
    Alamat Anda: ____________________
    Negara: ____________________
    Tugas Anda: __________________
    Jumlah pinjaman yang dibutuhkan: ______________
    Jangka waktu pinjaman: ____________________
    Pendapatan bulanan: __________________
    Nomor ponsel: ________________
    Apakah Anda mengajukan pinjaman sebelum: ________________

    Jika Anda telah melakukan pinjaman sebelumnya, di mana Anda diperlakukan dengan jujur

    Layanan ini membuat individu, perusahaan, pelaku bisnis dan wanita.
    Jumlah pinjaman yang tersedia berkisar dari jumlah pilihan Anda untuk informasi lebih lanjut hubungi kami melalui email:
    Nadiramuhammadloancompany@gmail.com

    BalasHapus