Cari di Sini

Rabu, 04 Mei 2011

PBB Segera Keluarkan Surat Penangkapan Khadafi

NEW YORK- Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera mengeluarkan surat penangkapan internasional untuk para pejabat senior Libya, termasuk Pemimpin Libya Muammar Khadafi dan putranya Saif al-Islam.

Surat penangkapan itu merupakan bentuk tekanan baru terhadap rezim Libya. Surat penangkapan itu dikeluarkan terkaut tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan rezim Libya.

Kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Luis Moreno-Ocampo akan segera membeberkan berbagai tuduhan kejahatan yang dilakukan pasukan Khadafi sejak pemberontakan muncul pada pertengahan Februari. “Lima surat penangkapan itu tampaknya dikeluarkan dalam beberapa pekan lagi dengan pengesahan majelis pra-pengadilan ICC,” paparnya, seperti dikutip laman Guardian.

“Kita memiliki bukti kuat di awal konflik, tentang penembakan warga sipil. Selain itu, kita memiliki bukti kuat kejahatan penganiayaan,” kata Ocampo.

Nama-nama orang yang masuk dalam daftar surat penangkapan itu akan diungkapkan segera. Namun TV Al Arabiya melaporkan, surat penangkapan itu bisa termasuk Khadafi dan putranya. “Mereka yang ditargetkan termasuk mantan menteri luar negeri Libya Moussa Koussa yang membelot ke Inggris, dan direktur jenderal Organisasi Keamanan Eksternal Libya Abu Zeyd Omar Dorda,” ungkap laporan Al Arabiya.

Koussa merupakan pembelot paling penting dari rezim Libya saat ini. Para pejabat Inggris berharap pembelotannya akan membujuk petinggi Libya lainnya untuk meninggalkan Khadafi, meski para pengamat memperingatkan, ajakan membelot akan bertentangan antara pendekatan pragmatis untuk melemahkan rezim dan komitmen terhadap hukum kriminal internasional.

Para diplomat barat mengatakan, keluarnya surat penangkapan itu untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap Tripoli.

Dewan Keamanan PBB melakukan voting terttuup pada Februari terkait kekerasan yang dilakukan rezim Khadafi terhadap demonstran anti pemerintah. Langkah tersebut dikritik terlalu dini, sehingga membuat pemimpin Libya dan petinggi lain tidak memiliki strategi jalan keluar.

Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak Khadafi segera mundur. Desakan itu sama seperti seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, PM Inggris David Cameron dan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy.

Swiss sudah membekukan aset senilai 585 juta poundsterling terkait Khadafi dan mantan presiden Mesir serta Tunisia. Presiden dan Menteri Luar Negeri (menlu) Swiss Micheline Calmy-Rey menjelaskan, total aset yang dibekukan 957 juta franc Swiss dan 246 juta poundsterling terkait Khadafi dan orang-orang dekatnya, 280 juta poundsterling terkait Presiden Mesir Hosni Mubarak, dan 41 juta poundsterling terkait Presiden Tunisia Zine al-Abidine Ben Ali.

Sementara itu, rezim Khadafi mengajukan perpanjangan batas waktu bagi pemberontak di kota Misrata, Libya, untuk meletakkan senjata. Perpanjangan waktu ini setelah deputi menlu Libya Khaled Kaim menjelaskan, ada beberapa pemberontak yang menyerah.

“Sekitar 400 pejuang pemberontak menyerahkan persenjataan mereka di Misrata,” kata Kaim. “Saya harap menteri kehakiman akan mendengarkan seruan kami untuk memperpanjang sedikitnya sehari atau dua hari, karena ada sinyal baik dari orang-orang di Misrata.”

Misrata merupakan kota ketiga terbesar di Libya dan basis utama pemberontak di bagian barat negara tersebut. Misrata telah dikepung pasukan Khadafi selama dua bulan.

Menurut Kaim, batas waktu untuk menyerah dengan imbalan amnesti itu berakhir pada dinihari kemarin. Tapi batas waktu itu diabaikan oleh pemberontak yang tetap menginginkan Khadafi mengakhiri lebih dari 40 tahun kekuasaannya.

Koresponden AFP menyatakan tidak mendengar pertempuran sepanjang kemarin malam, tapi paramedis mengaku sedikitnya satu orang tewas dan 30 orang terluka dalam bentrok di sekitar Misrata pada Selasa (3/5). Jumlah korban tewas menurun dibandingkan pada Senin (2/5) saat 14 orang tewas.

Pertempuran saat ini berpusat di kota barat dan pinggiran baratdaya, dekat dengan pangkalan pasukan Khadafi di bandara. Pemberontak berusaha menguasai bandara Misrata karena sangat strategis bagi perlawanan mereka selanjutnya. (syarifudin)

Selasa, 03 Mei 2011

Obama: Osama Tewas, Dunia Lebih Aman

WASHINGTON- Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyambut tewasnya pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden sebagai hari baik bagi Amerika dan dunia kini lebih aman serta tempat yang lebih baik.

Osama merupakan orang paling diburu AS dan dituduh sebagai dalang serangan 11 September 2001 di New York dan Washington. Dia tewas dalam serbuan pasukan khusus AS di sebuah kompleks rumah di kota Abbottabad, Pakistan.

“Hari ini kita diingatkan bahwa sebagai sebuah bangsa, tidak ada yang tidak dapat kita lakukan,” ujar Obama, seperti dikutip kantor berita AFP.

Saat makan malam di gedung Putih, Obama mendorong agar seluruh rakyat Amerika bersatu, seperti persatuan setelah serangan 11 September (9/11). “Kemarin malam, saat rakyat Amerika mengetahui bahwa AS melakukan sebuah operasi yang berhasil menangkap dan menewaskan Osama bin Laden, saya pikir kita mengalami perasaan yang sama tentang persatuan yang muncul pada 9/11,” kata Obama.

“Kita dapat mengenang lagi bahwa di sana ada sebuah kebanggaan tentang bagaimana bangsa ini bertahan dan kita dapat mencapai apa yang lebih dalam daripada partai, lebih dalam daripada politik,” papar Obama.

Obama menambahkan, “Saya ingin mengakui lagi para pahlawan yang melakukan misi sangat berbahaya ini. Saya tahu bahwa persatuan yang kita rasakan pada 9/11 telah berkurang dalam beberapa tahun, dan saya tidak berkhayal tentang kesulitan dan perdebatan yang terjadi dalam beberapa pekan dan bulan mendatang.”

“Saya sangat berharap bahwa kita dapat semakin bersatu dan siap menghadapi banyak tantangan yang masih harus kita hadapi,” katanya.

Obama akan mengunjungi Ground Zero di New York, lokasi tewasnya hampir 3.000 orang dalam serangan 11 September 2001. “Obama akan memperingati tewasnya Osama dengan menemui keluarga-keluarga korban tewas dalam serangan itu,” papar pernyataan Gedung Putih.

Gedung Putih menyatakan sedang mempertimbangkan untuk merilis foto-foto jasad Osama bin Laden, atas desakan dari beberapa anggota parlemen AS, sebagai bukti bahwa pemimpin Al Qaeda itu benar-benar tewas.

“Kami sedang melakukan apa pun yang dapat kami lakukan untuk memastikan bahwa siapa pun tidak memiliki alasan untuk menyangkal bahwa kita mendapatkan Osama bin Laden,” papar John Brennan, penasehat anti-teror Presiden Obama.

Brennan yang memburu Osama selama 15 tahun itu menambahkan, “Dan untuk itu, merilis informasi dan apakah itu termasuk foto-foto osama, ini sesuatu yang sedang diputuskan.”

Komentar Brennan muncul saat sejumlah anggota parlemen mendesak agar pemerintah merilis foto-foto Osama yang tewas saat serbuan di Pakistan. “Mungkin penting untuk merilis foto-foto, untuk menepis semua keraguan bahwa ini hanya tipu muslihat pemerintah Amerika,” kata Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS Joseph Lieberman.

Lieberman merupakan tokoh independen yang dikenal dekat sebagai aliansi Gedung Putih. Dia menyatakan sangat yakin bahwa pria yang tewas itu Osama dan dia akan menghormati keputusan Gedung Putih tentang foto-foto tersebut.

Tapi dia menekankan, “Hingga diketahui oleh orang-orang Al Qaeda bahwa Osama tewas, beberapa pihak mungkin menyangkal bahwa hasil tes DNA terhadap jasad itu benar-benar Osama.”

Senator Susan Collins dari Partai Republik di komite yang dipimpin Lieberman, juga menyatakan tidak ragu bahwa Osama tewas. “Tapi saya mengetahu akan ada pihak yang mencoba memunculkan mitos bahwa Osama hidup, karena itu kita perlu merilis beberapa foto atau video, atau tes DNA,” katanya.

Pada Juli 2003, Pentagon merilis foto-foto putra Presiden Irak Saddam Hussein, Uday dan Qusay, untuk membuktikan bahwa mereka tewas. Pada Desember 2003, pasukan AS merilis foto-foto penangkapan Saddam, termasuk foto pemimpin Irak itu diletakkan di tanah oleh seorang tentara AS. Pada Juni 2006, militer AS merilis sebuah foto pemimpin Al Qaeda di Irak Abu Musab al-Zarqawi setelah AS mengklaim mengebomnya hingga tewas.

Pejabat senior AS juga menyatakan, tes DNA telah mengonfirmasi bahwa Osama tewas. Menurut pejabat itu, tes DNA sesuai dengan jasad Osama, sebelum jenasah itu dibuang ke laut setelah penyerangan.

“DNA Osama sesuai dengan beberapa anggota keluarga. Dan di sana ada sedikitnya 99% kecocokan bahwa DNA itu milik Osama bin Laden,” ujar pejabat AS yang lain.

Sementara itu, Brennan mengungkapkan detail tentang operasi penyerbuan terhadap Osama di kota Abbottabad. “Ini mungkin salah satu saat paling mendebarkan, saya pikir, dalam kehidupan orang-orang yang berkumpul di sini kemarin,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Putih.

“Setiap menit berlalu seperti hari, dan presiden sangat mengkhawatirkan tentang keamanan personil kita,” kata Brennan yang tidak menjelaskan dengan pasti bagaimana Obama dan para penasehat tinggi dapat mengikuti operasi Navy SEAL selama 40 menit secara langsung di Ruang Situasi Gedung Putih.

Namun dengan kecanggihan teknologi informasi saat ini, sangat mungkin jika video atau foto-foto penangkapan Osama disiarkan langsung ke Gedung Putih. “Yang pasti sangat tegang, banyak orang menahan nafas mereka. Dan di sana ada keheningan saat kita menunggu perkembangan,” kata Brennan.

“Saat kami akhirnya diberitahu bahwa orang-orang itu mampu masuk ke kompleks tersebut dan menemukan seseorang yang mereka yakini sebagai Osama, ada nafas panjang kelegaan,” tutur Brennan.

Brennan ditanya beberapa kali, apakah tim keamanan nasional dapat mendengar baku tembak di kompleks tempat Osama berlindung. “Kami dapat memonitor situasi secara langsung,” paparnya.

Gedung Putih kemudian merilis sebuah foto Obama dan para pembantu utamanya sedang menonton operasi penyerbuan itu, tampak di sebuah layar di Ruang Situasi Gedung Putih. Obama duduk di satu sisi, melihat cermat ke layar. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menutup mulutnya, sedangkan pejabat lain tampak menunjukkan wajah serius.

“Saya dapat katakan bahwa foto itu saat tim mendapatkan targetnya,” ujar seorang pejabat senior AS secara anonim.

Jika operasi itu salah target atau gagal, pertaruhan Obama sangat besar, dan operasi itu akan menjadi pukulan politik baginya saat dia ingin terpilih lagi pada pemilu tahun depan. “Presiden telah mengevaluasi kekuatan informasi itu dan kemudian membuat apa yang saya yakin merupakan salah satu keputusan paling berani bagi presiden mana pun saat ini,” ujar Brennan, mantan pejabat senior CIA.

Salah satu momen paling mengkhawatirkan dalam operasi itu, menurut Brennan, ialah saat salah satu helikopter yang membawa pasukan khusus Navy SEAL mengalami masalah teknis setelah terbang di atas kompleks rumah Osama. “Saat helikopter itu tidak mampu bergerak, semua terjadi tiba-tiba, Anda harus menuju Rencana B. Dan mereka melakukannya dengan mulus,” katanya.

Fase penting lainnya dalam operasi itu terjadi saat para pejabat di Ruang Situasi Gedung Putih diberi tahu bahwa Osama berada di dalam kompleks rumah tersebut. Tim kemudian diberi kabar bahwa Osama telah ditembak mati. “Suasana sangat sepi, Anda duduk di sana dalam sunyi menunggu informasi selanjutnya. Presiden sangat pandai menahan emosinya,” tutur Brennan.

Selain melakukan uji DNA, pasukan AS juga melakukan identifikasi wajah Osama dengan teknik-teknik khusus. Dengan itulah mereka menyatakan bahwa jasad tersebut memang Osama. (syarifudin)

18 Tewas dalam Konflik Kamboja Thailand

BANGKOK- Korban tewas dalam pertempuran di perbatasan Thailand dan Kamboja mencapai 18 orang kemarin, setelah seorang tentara Thailand tewas dalam baku tembak terbaru.

Tiga tentara Thailand lainnya terluka dalam pertempuran pada Senin (2/5) dan kemarin pagi. Kamboja menyatakan satu tentaranya terluka dalam baku tembak tersebut.

“Kedua pihak saling menembakkan senjata dan mortir,” papar Kolonel Sukit Subanjui, juru bicara (jubir) militer Thailand di wilayah perbatasan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Meski masih terjadi konflik sporadis, situasi cukup membaik pada Senin (2/5) sehingga banyak dari 85.000 warga sipil yang mengungsi dapat kembali ke rumah mereka. “Warga Thailand yang dievakuasi dapat kembali ke rumah karena baku tembak mereda. Tapi kita harus tetap waspada,” papar Deputi Perdana Menteri (PM) Thailand Suthep Thaugsuban.

Delapan tentara Thailand dan sembilan tentara Kamboja tewas sejak 22 April, dalam konflik di sekitar candi di perbatasan. Bangkok menyatakan, satu warga sipil Thailand juga tewas dan beberapa rumah hancur di kedua pihak.

Kedua negara bertetangga itu mendapat tekanan internasional untuk mengakhiri kekerasan. Hubungan kedua tetangga itu memburuk sejak Preah Vihear yang dianggap sebagai simbol kekayaan arsitektur kuno Khmer selain Angkor Wat di Kamboja, diberikan status Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juli 2008.

Pengadilan tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berada di The Hague itu pada 1962 menetapkan candi Khmer itu milik Kamboja. Tapi Phnom Penh dan Bangkok mengklaim kepemilikan wilayah 4,6 kilometer persegi di sekitar candi.

Kedua negara sepakat pada Februari silam untuk mengijinkan pengamat dari Indonesia di daerah dekat Preah Vihear, tapi militer Thailand menyatakan delegasi itu tidak disambut dan mereka belum berada di sana.

Kamboja kemarin meminta Pengadilan Internasional (ICJ) memerintahkan Thailand menarik pasukannya dari daerah konflik sekitar candi Preah Vihear karena langkah itu sangat penting. “Kamboja mendesak penarikan segera dan tanpa syarat bagi seluruh pasukan Thailand di beberapa wilayah Kamboja yang berada di daerah Candi Preah Vihear,” papar aplikasi Kamboja yang diajukan ke ICJ.

Kamboja pada Kamis (28/4) meminta ICJ mengklarifikasi keputusan tersebut. “Permintaan untuk penafsiran putusan pengadilan terkait candi Preah Vihear didorong oleh agresi bersenjata berulang kali oleh Thailand untuk mengklaim wilayah Kamboja,” papar pernyataan Kementerian Luar Negeri Kamboja pekan lalu.

“Kamboja ingin meminta penjelasan dari ICJ terkait arti dan cakupan keputusan, dan penjelasan itu akan mengikat terhadap Kamboja dan Thailand yang akan menjadi ladansan bagi resolusi akhir perselisihan ini melalui negosiasi atau cara-cara damai lainnya,” papar pernyataan pemerintah Kamboja.

Kamboja menambahkan, “Berbagai insiden bersenjata yang sangat serius terjadi saat pengajuan permintaan terbaru, di mana Thailand sepenuhnya bertanggung jawab.”

Pengadilan Internasional akan memeriksa desakan Kamboja dalam beberapa bulan mendatang, tapi tanggal pastinya belum bisa ditetapkan. “Pengajuan aplikasi Kamboja memberi alasan untuk membuka satu kasus baru,” papar pernyataan ICJ.

Ini merupakan ketujuh kalinya organisasi yudisial tertinggi PBB yang didirikan 1946 itu diminta untuk mengklarifikasi keputusannya. Enam permintaan sebelumnya diajukan satu atau dua tahun sebelumnya.

Konflik bersenjata tidak hanya terjadi di canti Preah Vihear, candi-candi Hindu Ta Moan dan Ta Krebey dan hutan di pegunungan Dangrek juga menjadi pusat perselisihan sejak penarikan Prencis dari Kamboja pada 1950-an. Thailand mengklaim bahwa candi-candi itu berada di Provinsi Surin, berdasarkan peta 1947. Sebaliknya, Kamboja juga menganggap candi-candi itu miliknya.

Pada Februari, Dewan Keamanan PBB menyerukan kedua negara menahan diri dan menyepakati gencana senjata permanen. Desakan itu diungkapkan pula oleh Indonesia yang menjadi ketua Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Indonesia meminta Thailand dan Kamboja segera mengakhiri kekerasan di perbatasan.

“Indonesia, sebagai ketua ASEAN sekarang, menyerukan agar segera diakhiri permusuhan antara Kamboja dan Thailand,” papar Menteri Luar Negeri (menlu) Indonesia Marty Natalegawa. Dia telah mengontak Menlu Thailand dan Kamboja, serta mendesak kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan melalui cara-cara damai.

Kamboja menginginkan mediasi asing untuk membantu menyelesaikan kebuntuan masalah perbatasan. Tapi Thailand bersikeras bahwa perselisihan itu harus diselesaikan melalui perundingan bilateral. (syarifudin)

Senin, 02 Mei 2011

Dunia Menyambut dan Mengecam Kematian Osama

GAZA CITY- Reaksi internasional atas tewasnya Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden dalam serangan pasukan Amerika Serikat (AS) beragam, ada yang mengecam dan merayakannya.

Ismail Haniya, kepala pemerintahan Hamas di Jalur Gaza kemarin mengecam pembunuhan Osama oleh AS. “Kami mengecam semua pembunuhan seorang pahlawan atau seorang Muslim dan Arab, kami berdoa Tuhan melimpahkan rahmat padanya,” kata Haniya di Gaza, seperti dikutip kantor berita AFP.

“Jika berita ini benar, kami menganggap ini bagian dari kebijakan Amerika berdasarkan tekanan dan pertumpahan darah terhadap Arab dan Muslim,” tegas Haniya.

Di jalanan Arab Saudi, negeri Osama yang menghapus kewarganegaraannya setelah serangan 11 September, muncul ketidakpercayaan terhadap berita tersebut. “Saya mereka itu kebohongan. Saya tidak percaya pemerintah atau media AS. Mereka hanya ingin menyebarkan ceritanya. Akan menyedihkan jika dia benar-benar meninggal. Saya mencintainya dan bagi saya dia pahlawan,” kata seorang warga Saudi di Riyadh.

Para pejabat negara-negara Arab tetap diam atas berita kematian Osama. Negara-negara Teluk juga menolak berkomentar.

Di Yaman, yang menjadi asal leluhur Osama dan basis bagi Al Qaeda di Semenanjung Arab, beberapa orang yakin bahwa kematiannya merupakan pukulan bagi jaringan Al Qaeda. “Al Qaeda selesai tanpa Osama. Anggota Al Qaeda tidak akan mampu melanjutkan,” ujar Ali Mubarak, seorang warga Yaman.

Pejabat pemerintah Yaman menyambut kematian Osama sebagai awal berakhirnya teror. “Kami harap tewasnya Osama akan menjadi awal dari akhir teror,” paparnya.

Anggota Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAB) mengakui bahwa kematian Osama menjadi bencana. “Ini bencana bagi kami. Awalnya kami tidak percaya, tapi kami sudah menghubungi saudara kami di Pakistan yang mengonfirmasinya,” ungkapnya.

Di Yordania, Persaudaraan Muslim, Ikhwanul Muslimin (IM), menyatakan tidak mendukung cara-cara Al Qaeda, tapi memuji komitmen dan dedikasi Osama pada ideologinya hingga mati. Juru bicara IM Jamil Abu Bakr memperingatkan, kelompok teror lainnya dapat muncul, hingga komunitas internasional mengubah sikapnya terhadap Islam, isu Palestina, dan pemimpin korup di Timur Tengah.

Sedangkan IM di Mesir menegaskan bahwa Osama tidak mewakili Islam dan AS harus keluar dari Irak dan Afghanistan. “Islam bukan Osama,” tegas tokoh IM nomor dua, Mahmud Ezzat.

Israel segera merayakan tewasnya Osama dan menyebutnya sebagai kemenangan besar bagi keadilan. “Israel bersama rakyat Amerika dalam hari bersejarah ini merayakan tewasnya Osama bin Laden,” papar kantor Perdana Menteri (PM) Israel kemarin.

“PM Israel Benjamin Netanyahu memberi selamat pada Presiden AS Barack Obama dan militer serta badan intelijen AS atas kesuksesan ini,” papar pernyataan PM Israel.

Pemerintah Irak menyatakan senang dengan berita bahwa Osama tewas. “Kami seperti banyak orang di dunia, senang melihat berakhirnya dia dan ideologinya. Rakyat Irak menderita akibat pria ini dan organisasinya. Ribuan rakyat Irak tewas karena ideologinya. Kami menderita akibat Al Qaeda dan pemimpinnya,” ujar Menteri Luar Negeri (menlu) Irak Hoshyar Zebari.

Sedangkan Uni Eropa menyatakan, kematian Osama merupakan prestasi besar dalam memerangi terorisme untuk membuat dunia lebih aman. “Kematiannya menunjukkan bahwa kejahatan semacam itu tidak akan bertahan tanpa hukuman,” papar pernyataan bersama Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy dan Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.

Mantan PM Inggris Tony Blair menyatakan, perang melawan terorisme tetap harus diteruskan setelah tewasnya Osama. “Kematian Osama merupakan pencapaian besar dalam memerangi terorisme internasional dan menunjukkan bahwa para pelanggar akan dibawa ke pengadilan, tidak masalah seberapa lamanya,” tegasnya.

Malaysia berpendapat, kematian osama dapat membawa dunia menuju harmoni universal dan perdamaian. “Saya harap ini membawa pada keamanan, perdamaian, dan harmoni universal yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” kata Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein.

Menurut Hussein, sangat penting bagi semua orang memahami penyebab lahirnya gerakan-gerakan militan, yang masih ada di kawasan. Pemerintah Malaysia juga mengetatkan keamanan di berbagai lokasi rawan di negara itu.

Presiden Afghanistan Hami Karzai kemarin mendesak Taliban untuk mengambil pelajaran dari tewasnya Osama dan menghentikan peperangan melawan pemerintahannya. “Taliban, datang ke negaramu dan hentikan pertempuran. Tinggalkan senjata yang diletakkan orang asing di pundak-pundakmu,” paparnya, ditujukan pada Taliban yang hendak menggulingkan Karzai.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy juga memberi selamat pada AS atas kegigihan memburu Obama selama hampir 10 tahun setelah serangan 11 September di New York dan Washington. “Terorisme mengalami kekalahan bersejarah, tapi ini bukan akhir Al Qaeda,” ujarnya.

PM Inggris David Cameron menyatakan, kematian Osama akan memulihkan rakyat dunia. “Ini kesuksesan besar dan tidak akan lagi mampu mendorong kampanyenya untuk teror global,” ungkapnya.

Sedangkan Rusia menyatakan, kematian Osama merupakan kesuksesan bagi AS Dan Rusia akan meningkatkan kerjasama dengan Washington dalam memerangi teror.

Kanselor Jerman Angela Merkel menyatakan, “Kemarin malam pasukan perdamaian mencapai kemenangan. Tapi ini tidak berarti bahwa terorisme internasional telah dikalahkan. Kita harus tetap waspada.” (syarifudin)

Osama Tewas di Pakistan, Jasadnya Dibuang ke Laut

WASHINGTON- Pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden tewas di sebuah kompleks rumah mewah di Abbottabad, Pakistan, dalam serangan pasukan Amerika Serikat (AS) pada Minggu (1/5).

Dengan tewasnya Osama, Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mendeklarasikan bahwa keadilan telah ditegakkan, satu dekade setelah serangan 11 September 2001. Kematian Osama disambut gembira di penjuru Paman Sam. Massa berkumpul di luar Gedung Putih dan Ground Zero pada malam hari sambil meneriakkan “USA, USA” saat Obama berpidato untuk rakyat Amerika.

“Malam ini, saya dapat laporkan pada rakyat Amerika dan pada dunia bahwa AS telah melakukan satu operasi yang menewaskan Osama bin Laden, pemimpin Al Qaeda, dan seorang teroris yang bertanggung jawab atas pembunuhan ribuan pria, wanita, dan anak-anak tidak bersalah,” papar Obama, seperti dikutip kantor berita AFP.

Dalam pidato bersejarah dari Gedung Putih itu, Obama menjelaskan bahwa dia memerintahkan pasukan AS melancarkan satu serangan di sebuah kompleks rumah mewah di Pakistan pada Minggu (1/5). “Satu tim kecil Amerika melakukan operasi dengan kemampuan luar biasa. Tidak ada warga Amerika yang terluka. Mereka berhati-hati untuk menghindari korban warga sipil,” tuturnya.

“Setelah baku tembak, mereka menewaskan Osama bin Laden dan membawa jasadnya,” kata Obama.

Presiden AS menambahkan, kematian Osama menandai pencapaian paling penting terhadap bangsa AS dalam upaya mengalahkan Al Qaeda. “Meski kematiannya belum menandai berakhirnya upaya kami. Tidak ada keraguan bahwa Al Qaeda akan melanjutkan serangan terhadap kita. Kita harus tetap waspada di dalam negeri dan luar negeri,” ungkapnya.

“Kami akan terus membela warganegara, teman-teman, serta aliansi kita. Kami akan mempertahankan nilai-nilai yang menjadikan kita seperti ini. dan di malam seperti ini, kami dapat katakan pada keluarga-keluarga yang kehilangan orang yang dicintainya karena teror Al Qaeda, keadilan telah ditegakkan,” kata Obama.

Obama menyatakan dia telah menghubungi Presiden Pakistan Asif Ali Zardari setelah kematian Osama. Menurut Obama, kerja sama dengan Pakistan membantu pasukan AS menemukan pemimpin Al Qaeda. Pakistan merupakan aliansi AS dalam perang melawan teror

Pemerintah AS mengakui tidak memberitahu Pakistan tentang operasi khusus memburu Osama tersebut. “Kami tidak membagi inforamsi intelijensi tentang kompleks itu dengan negara lain, termasuk Pakistan,” papar pejabat AS secara anonim.

Kerahasiaan operasi itu sangat terjaga untuk menyukseskan penyerangan mematikan terhadap Osama. Dalam penyerbuan, pasukan AS diterjunkan dengan helikopter.

Pejabat senior AS menjelaskan, selain Osama, tiga pria dewasa tewas dalam serangan tersebut, dua orang diyakini sebagai kurir Osama, dan satu lagi merupakan salah satu putra Osama. Seorang perempuan juga tewas dalam serangan tersebut.

Sejak serangan 11 September, menurut pejabat AS itu, Paman Sam menegaskan pada Pakistan bahwa mereka akan memburu Osama di mana pun dia berada. “Pakistan sudah paham bahwa kami berperang melawan Al Qaeda, AS memiliki kewajiban hukum dan moral untuk bertindak berdasarkan informasi yang ada,” paparnya.

Perburuan AS terhadap Osama semakin sejak sejak Agustus 2010, saat Obama mendapat laporan intelijen bahwa Osama diduga kuat bersembunyi di Abbottabad. Membutuhkan waktu delapan bulan bagi para agen AS dan Pakistan untuk mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Kemudian pada pekan lalu, Obama mendapatkan foto-foto yang dengan jelas menunjukkan bahwa Osama berada di kompleks rumah mewah tersebut. Pasukan khusus dari angkatan laut AS, Navy Seals, diterjunkan ke kompleks tersebut dengan satu perintah jelas, tangkap Osama, hidup atau mati.

“Penyerbuan di kompleks yang hanya berjarak 100 yard dari sebuah akademi milik Pakistan itu dilancarkan pada pukul 1.15 pagi,” ungkap beberapa saksi mata. Empat helikopter AS terbang dari pangkalan udara Ghazi di baratlaut Pakistan menuju kompleks rumah mewah itu.

Para pengawal Osama menembakkan senapan dari atap gedung dan salah satu helikopter tertembak. Dalam serangan mengejutkan selama 40 menit, dari awal hingga selesai, Osama tertembak di bagian kepala saat dia hendak melarikan diri. Tiga pengawalnya tewas bersama seorang perempuan saat mereka berusaha menjadi tameng manusia. Salah satu dari tujuh putra Osama juga tewas dalam serangan itu.

Tidak ada satu pun pasukan Amerika yang terluka dalam misi itu. Tapi helikopter yang mereka gunakan untuk menerobos dinding rumah mewah itu mengalami kerusakan mekanik dan tidak dapat menerjunkan tentara keluar.

Pasukan AS kemudian membakar helikopter itu dan membawa jasad Osama dengan berjalan kaki, akhir memalukan bagi pemimpin Al Qaeda. Ini merupakan kemenangan besar bagi CIA dan tim pasukan khusus yang berjumlah sekitar 100 orang, yang memiliki misi untuk menemukan dan membunuh Osama.

Menurut laporan media AS, jasad Osama sudah dibuang ke laut setelah dia tewas dalam serangan pasukan Paman Sam. Jaringan televisi CNN, MSNBC dan Fox mengutip pernyataan seorang pejabat AS yang mengonfirmasi bahwa jasad Osama dibuang ke laut, tanpa memberi penjelasan lebih banyak.

Pejabat AS tidak mengonfirmasi kebenaran laporan ini saat dihubungi AFP. Tapi kemudian pejabat AS menjelaskan, “Kami memastikan bahwa jasadnya ditangani berdasarkan tradisi dan ajaran Islam. Ini sesuatu yang kami lakukan sangat serius. Dan karena itu, masalah ini ditangani oleh orang yang ahli.”

“Membuang jasad Osama di laut akan memastikan bahwa peristirahatan terakhir pemimpin Al Qaeda tidak akan menjadi makam atau tempat peziarah bagi para pengikutnya,” papar laporan televisi ABC.

Setelah perburuan panjangnya, pasukan AS justru tidak menemukan Osama bersembunyi di pegunungan batu di perbatasan Afghanistan, tapi tinggal di kompleks kediaman mewah berharga USD1 juta yang mirip dengan resort musim panas, hanya satu jam perjalanan dari ibu kota Pakistan, Islamabad. “Osama tinggal di kompleks tersebut bersama istri termudanya,” papar pejabat AS.

Satu tim pasukan AS yang menggunakan sebuah helikopter akhirnya menuju ke gedung tiga lantai yang mirip benteng itu setelah lebih dari empat tahun mengikuti salah satu kurir paling dipercaya Osama. Kurir itu merupakan salah satu pria yang tertangkap setelah serangan 11 September 2001.

“Para tahanan mengidentifikasi pria ini sebagai salah satu dari sebagian kecil kurir Al Qaeda yang paling dipercaya Osama. Mereka menduga dia mungkin tinggal bersama Osama atau dilindungi oleh Osama,” papar pejabat senior AS dalam konferensi pers kemarin.

Osama akhirnya ditemukan, lebih dari sembilan setengah tahun setelah serangan 11 September di AS, setelah otoritas menemukan pada Agustus 2010 bahwa kurir itu tinggal bersama saudara kandung dan keluarganya di gedung berkeamanan sangat tinggi.

“Saat kami mengamati kompleks tempat mereka tinggal, kami terkejut dengan apa yang kami saksikan, sebuah kompleks gedung yang luar biasa unik,” tutur pejabat AS. “Inti analisis dan temuan kami ialah kami sangat yakin bahwa kompleks tersebut melindungi seorang teroris tingkat tinggi. Para pakar yang mengkaji isu ini selama bertahun-tahun memiliki dugaan kuat bahwa teroris yang bersembunyi ialah Osama bin Laden.”

Rumah mewah itu berada di Abbotabad, kota yang terletak 60 kilometer utara Islambad. Kota tersebut merupakan kediaman banyak anggota militer Pakistan yang telah pensiun. Gedung itu delapan kali ukuran rumah-rumah di dekatnya, dan berdiri di tanah yang luas saat dibangun pada 2005.

Saat rumah itu dibangun, gedung itu berada di pinggiran pusat kota Abbotabad, di ujung sebuah jalan yang jelek. Tapi beberapa rumah lain dibangun di dekatnya dalam enam tahun kemudian.

Keamanan rumah Osama itu antara lain dinding pagar luar setinggi 3,6 meter hingga 5,5 meter, dilengkapi kawat berduri, dan dinding-dinding bagian dalam yang juga dibangun untuk memisah-misahkan berbagai bagian kompleks gedung tersebut. “Dua penjaga keamanan di gerbang membatasi akses masuk. Semua yang tinggal di kompleks tersebut selalu membakar sampah mereka, tidak membuangnya begitu saja untuk diambil pengumpul sampah, seperti yang dilakukan tetangga-tetangganya,” kata pejabat AS.

Selain itu, hanya ada sedikit jendela di rumah tiga lantai itu yang menghadap ke luar kompleks. Sebuah teras memiliki dinding privasi setinggi 2,1 meter. “Properti itu bernilai sekitar USD1 juta, tapi tidak memiliki jaringan telepon atau internet ke dalamnya. Orang-orang yang tinggal di dalamnya tidak dapat menjelaskan sumber kekayaan pemiliknya,” kata pejabat AS.

“Semua yang kami amati, sangat sesuai dengan dugaan pakar-pakar kami bahwa Osama bersembunyi di sana,” ujar pejabat AS.

Abbotabad merupakan resort musim panas terkenal, berada di sebuah lembah yang dikelilingi dataran tinggi hijau dekat Kashmir Pakistan. Pejuang di Kashmir memiliki kamp-kamp pelatihan di dekat kota tersebut. Abbottabad diambil dari nama James Abbott, warga Inggris yang mendirikan kota itu pada 1853 sebagai pusat wisatawan.

Menanggapi tewasnya Osama, mantan Presiden AS George W. Bush menyatakan bahwa kabar ini merupakan kemenangan bagi Amerika. “Perang melawan teror terus berlanjut, tapi malam ini Amerika mengirimkan pesan tak terlupakan: tidak peduli seberapa lama ini dilakukan, keadilan akan tegak,” ujarnya.

Penduduk AS bersuka cita dan berkumpul di Ground Zero sambil menyanyikan lagu "God Bless America.” Ground Zero merupakan lokasi puing-puing gedung World Trade Center yang hancur akibat serangan Al Qaeda. “Ini sebuah keajaiban. Serangan itu mengubah New York dan kini 10 tahun kemudian kita memiliki kata terakhir kita. Kini kita ingin merayakannya,” tutur Monica King, 22, warga New York.

Diane Massaroli yang suaminya, Michael, sedang bekerja di lantai ke-101 gedung World Trade Center saat pesawat-pesawat yang dibajak Al Qaeda menabrak gedung tersebut. “Saya merindukannya setiap saat, tapi saya merasa keadilan telah ditegakkan dan itu perasaan besar bagi saya. Dan saya merasa semua kembali tenang, sesuatu yang tidak saya rasakan dalam 10 tahun ini,” katanya.

“Kami sangat gembira. Ini seperti tidak nyata,” kata Garret Lomauro, 20. Sebagian orang yang berkumpul di Ground Zero juga memegang bendera Amerika. Ground Zero menjadi lokasi untuk mengenang para korban serangan Al Qaeda.

Warga New York juga memenuhi jalanan setelah mendengar kabar tewasnya Osama. “Tidak ada kebahagiaan terbesar dalam hidup saya selain tahu bahwa pria ini tewas,” kata Harry Gomez, tentara payung Garda Nasional yang menjadi salah satu orang pertama yang berada di lokasi serangan 11 September 2011.

“Sembilan tahun, tujuh bulan, dan 12 hari, kesabaran itu terbayar,” kata Anthony Colonna, 20, warga New York.

Dua dari empat pesawat yang dibajak Al Qaeda ditabrakkan ke gedung World Trade Centers. Lebih dari 2.750 orang tewas di New York, dan total ada 3.000 orang tewas. Sekitar 400 polisi dan pemadam kebakaran tewas saat dua menara kembar WTC roboh.
(syarifudin)