ROMA – Presiden Italia Giorgio Napolitano kemarin mulai melakukan berbagai pertemuan dengan para politisi senior untuk membentuk pemerintahan sementara setelah Perdana Menteri (PM) Silvio Berlusconi mundur.
Napolitano meminta mantan Komisioner Uni Eropa Mario Monti untuk membentuk pemerintahan teknokrat hingga pembukaan pasar saham hari ini.Pemerintahan Monti akan segera bertugas mengatasi krisis finansial yang melanda ekonomi terbesar ketiga di zona euro tersebut. Konsultasi untuk membentuk pemerintahan sementara itu dilakukan hingga 17.00 GMT atau 24.00 WIB.
Berlusconi menyerahkan surat pengunduran diri pada Napolitano di Istana Quirinale pada Sabtu (12/11) malam. Sejumlah demonstran masih merayakan pengunduran diri Berlusconi dan pengesahan undang-undang anggaran baru oleh parlemen pada Sabtu (12/11) siang. Monti yang dilantik sebagai senator seumur hidup pekan lalu bertemu Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi dan politisi dari berbagai partai pada Sabtu (12/11) sebagai persiapan untuk transisi yang dimulai, bahkan sebelum Berlusconi mundur secara resmi.
Monti mendapat dukungan dari kelompok oposisi utama dan diterima partai berkuasa kanan-tengah Kebebasan Rakyat (PDL) setelah beberapa keberatan dari beberapa faksi diatasi. “Pada akhirnya rasa tanggung jawab diutamakan,” ucap Mario Baccini, anggota parlemen PDL, pada kantor berita AFP.
Menurut Baccini,PDL akan mendukung pemerintahan Monti selama melaksanakan reformasi yang disepakati pemerintahan sebelumnya dengan Uni Eropa.Dengan pemilu berikutnya yang tidak akan digelar hingga 2013, pemerintahan teknokrat memiliki waktu 18 bulan untuk melakukan reformasi ekonomi yang sangat berat. Pemerintahan teknokrat itu juga harus mendapatkan dukungan mayoritas di parlemen dan dapat jatuh sebelum pemilu selanjutnya dilaksanakan.
Italia mengalami darurat finansial skala penuh pekan ini setelah mencapai level yang memaksa Irlandia, Portugal, dan Yunani meminta bailout internasional. Dengan utang publik lebih dari 120% GDP dan lebih dari satu dekade pertumbuhan ekonomi di bawah itu, Italia merupakan jantung krisis utang zona euro dan akan terlalu besar bagi Uni Eropa untuk bailout. Pasar finansial memberikan dukungan pada pemerintahan Monti.
Pengganti Berlusconi harus memberi jaminan pada pasar bahwa pemerintahan baru akan mampu me-ngontrol pengeluaran dan mengesahkan sejumlah reformasi untuk pensiun, layanan publik, pasar tenaga kerja, yang tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintahan sebelumnya. Pemerintahan Monti dituntut untuk dapat mempertahankan dukungan parlemen.
Sebagai mantan komisioner Uni Eropa, Monti sudah sering melakukan negosiasi sulit dengan berbagai kepentingan korporat berpengaruh kuat.Karena itu, kelihaian Monti berdiplomasi diharapkan dapat menyelamatkan pemerintahannya di panggung politik Italia yang keras. Apalagi sejumlah reformasi yang akan dilakukannya diperkirakan mendapat tentangan dari sejumlah pihak.
Misalnya, reformasi untuk meningkatkan usia pensiun atau aturan yang memudahkan untuk memecat dan merekrut pegawai akan mendapat penolakan kuat dari serikat buruh. Selain itu, pemerintahan Monti juga harus menghadapi tekanan dari politisi yang masih loyal pada Berlusconi.
Sejumlah kantor berita Italia melaporkan, Berlusconi telah mengatakan pada mitra partai bahwa mereka akan mengontrol masa depan pemerintahan baru. “Kita dapat menarik penyumbat di mana pun kita mau,” kata Berlusconi pada partai-partai aliansi, dikutip Reuters. Meskipun PDL memberikan dukungan pada Monti,ada beberapa pihak yang menolaknya.
Koalisi utama PDL, Liga Utara juga menegaskan tidak akan mendukung Monti serta menyerukan pemilu dipercepat. Senator Bob Lasagna yang menyusun strategi kampanye politik pertama Berlusconi pada 1994 menilai Monti tidak akan dapat mengubah keberuntungan dalam semalam.
“Masih ada bagian penting rakyat Italia yang berpikir mereka harus diberi peluang untuk memilih bagi sebuah pemerintahan daripada memiliki pemerintahan dengan penunjukan.Saya pikir di Inggris,Anda menginginkan hal yang sama.Anda tidak akan menerima pemerintahan yang didikte oleh, jika Anda sebut, struktur kepresidenan,” paparnya. Syarifudin
Cari di Sini
Senin, 14 November 2011
Abad Ke-21 Milik Asia Pasifik
HONOLULU – Kawasan Asia Pasifik semakin strategis dalam perekonomian global. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan menyatakan abad ke-21 sebagai era Asia Pasifik.
Dalam pidatonya di forum APEC CEO Summit 2011 di Hotel Sheraton Waikiki, Honolulu, Kepulauan Hawaii,kemarin WIB, Presiden mengatakan, kawasan Asia Pasifik dapat menentukan masa depan dunia apabila bisa mengidentifikasi langkah-langkah ke depan untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran di kawasan tersebut. ”Kawasan Asia Pasifik harus berperan penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif,” ujarnya.
Peran penting yang perlu dijalankan kawasan Asia Pasifik tidak memerlukan wadah baru lantaran telah ada kerangka kerja dan rencana aksi G-20 untuk mencapai tujuan tersebut. Sembilan dari 21 anggota APEC merupakan anggota G- 20, yang juga meliputi negaranegara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, China.“Wilayah Asia Pasifik juga meliputi negara-negara berkembang pesat seperti Korea Selatan, Indonesia, Meksiko, Rusia, Vietnam,”katanya.
Presiden optimistis sebagian besar negara dalam kawasan Asia Pasifik segera masuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah. Pada 2050, Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi tidak akan ada negara kategori miskin di Asia. Presiden pun berkeyakinan bahwa Asia Pasifik akan memainkan peran penting dalam menyeimbangkan tatanan perekonomian global.
”Kita harus memainkan peran masing-masing dan menunjukkan kesungguhan politik untuk menghasilkan konsolidasi fiskal yang dibutuhkan,reformasi struktural, dan beberapa penyesuaian lain,”katanya. Hal lain yang harus dilakukan untuk mengantisipasi abad Asia Pasifik adalah mendefinisi ulang arsitektur kawasan itu menjadi lebih terbuka, efektif, dan transparan.
Penataan ulang arsitektur kawasan amat penting agar tercipta perubahan diplomasi, politik, ekonomi, dan sosial yang bisa mendatangkan arus perubahan cepat. Lagu ciptaan Presiden SBY yang berjudul SaveThe Earthdiperdengarkan dalam sesi ketiga pertemuan para CEO Asia Pasifik yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KTT ke-19 APEC.
Sebelum acara di Hotel Sheraton Waikiki, Honolulu, Kepulauan Hawaii, dimulai, moderator Michael Oreskes memperkenalkan Presiden SBY kepada hadirin tidak hanya sebagai pemimpin Indonesia, tetapi juga sebagai pencipta lagu. Pada sesi dialog, Michael pun bertanya kepada Presiden tentang proses berkarya mencipta lagu di tengah-tengah kesibukannya memimpin negara.
”Saya kira para pemimpin di mana pun selalu punya hobi, ada berkuda,golf,memancing. Hobi saya menulis lagu,” ujar Presiden tentang kegemarannya mencipta lagu. Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berada di Honolulu, Kepulauan Hawaii, hingga 14 November 2011 untuk mengikuti KTT ke- 19 APEC. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini menjabat sebagai direktur pelaksana Bank Dunia juga hadir sebagai pembicara dalam APEC CEO Summit 2011.
Krisis Utang Eropa
Di bagian lain,perkembangan krisis Eropa masih menyedot perhatian para pemimpin Asia Pasifik. Mereka menyerukan semua negara anggota melakukan segala upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi menghadapi meluasnya krisis utang Eropa. Seruan itu muncul meskipun tiap negara memiliki perbedaan dalam kebijakan mata uang dan perdagangan.
Krisis utang Eropa menjadikan 21 negara anggota APEC memfokuskan perhatian untuk segera bertindak mencegah dampak yang muncul dari krisis tersebut. Setelah pertemuan,pemimpin APEC merilis pernyataan yang mengungkapkan kekhawatiran bahwa ketidakmampuan Eropa mengatasi krisis utang dapat meluas dampaknya ke kawasan Asia Pasifik.
Tidak seperti Amerika Serikat (AS) yang memiliki tingkat suku bunga mendekati 0%,banyak negara Asia punya ruang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar negara Asia juga memiliki kondisi keuangan publik yang sehat sehingga mereka memiliki kekuatan untuk mendorong pengeluaran pemerintah.
“Kita tidak melihat pertumbuhan masif di Eropa hingga masalah ini selesai dan itu akan mengurangi dampak terhadap ekonomi. Tapi jika kita dapat paling tidak menahan krisis itu, satu peluang besar yang kita miliki ialah melihat kawasan Asia Pasifik sebagai mesin luar biasa untuk pertumbuhan,”kata Presiden AS Barack Obama seperti dikutip Reuters kemarin. Namun mesin pertumbuhan itu melambat dan para pemimpin Asia khawatir terhadap inflasi yang terjadi.
China enggan untuk melepaskan paket stimulus yang besar seperti yang diluncurkan pada 2009 karena khawatir merupakan pengeluaran sia-sia. Pertumbuhan ekonomi China akan berada di bawah 9% pada tahun depan, pertama kali dalam satu dekade.Tapi itu masih akan empat kali lipat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi AS. Meskipun para pemimpin APEC menunjukkan persatuan sikap,konferensi tingkat tinggi kelompok itu menunjukkan berbagai perbedaan yang semakin besar,khususnya antara dua pemain besar,AS dan China.
“Obama memperingatkan Presiden China Hu Jintao bahwa rakyat AS semakin tidak sabar dan frustrasi dengan perubahan kebijakan China,” papar seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters. Obama dan Hu bertemu pada Sabtu (12/11) di Honolulu. Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Obama dengan kalimat sangat langsung mengatakan tentang isu mata uang dan perdagangan dalam pertemuan mereka.
AS sejak lama berkeberatan terhadap langkah China yang tetap mempertahankan mata uang yuan lemah sehingga para eksportir mendapatkan keuntungan. China menyatakan, yuan hanya bisa naik secara bertahap untuk menghindari hancurnya ekonomi dan meningkatnya pengangguran yang akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi global.
Chinanews.com di Beijing mengutip pernyataan Hu bahwa apresiasi besar yuan terhadap dolar tidak akan membantu masalah perdagangan dan pengangguran di AS.“Masalah defisit perdagangan dan pengangguran tidak disebabkan oleh nilai tukar yuan. Bahkan apresiasi besar yuan tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi AS,”papar Hu. Pertemuan para eksekutif korporat APEC di Honolulu juga mengungkapkan sejumlah frustrasi terhadap China.
Namun sebagian besar berpendapat mereka memilih pendekatan lunak untuk menghindari rusaknya hubungan bisnis. “Bahkan di antara teman kadang kala ada konflik dan ada momen ketegangan. Saya harap saat berbagai masalah muncul, mereka dapat mengatasi secara diplomatis,” kata John Lechleiter, CEO perusahaan obat Eli Lilly, seperti dikutip Reuters.
Sebagai tuan rumah APEC di pulau kelahirannya Hawaii, Obama mengatakan bahwa kesepakatan telah terjadi dalam Kemitraan Trans-Pasifik,pakta perdagangan bebas regional yang sedang dinegosiasikan AS dan delapan negara lainnya. Kemitraan itu dipuji para pejabat AS saat Obama menandatangani kesepakatan itu dan kemungkinan penerapan untuk zona perdagangan bebas seluas APEC. syarifudin/ant
Dalam pidatonya di forum APEC CEO Summit 2011 di Hotel Sheraton Waikiki, Honolulu, Kepulauan Hawaii,kemarin WIB, Presiden mengatakan, kawasan Asia Pasifik dapat menentukan masa depan dunia apabila bisa mengidentifikasi langkah-langkah ke depan untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran di kawasan tersebut. ”Kawasan Asia Pasifik harus berperan penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, seimbang, dan inklusif,” ujarnya.
Peran penting yang perlu dijalankan kawasan Asia Pasifik tidak memerlukan wadah baru lantaran telah ada kerangka kerja dan rencana aksi G-20 untuk mencapai tujuan tersebut. Sembilan dari 21 anggota APEC merupakan anggota G- 20, yang juga meliputi negaranegara maju, seperti Amerika Serikat, Jepang, China.“Wilayah Asia Pasifik juga meliputi negara-negara berkembang pesat seperti Korea Selatan, Indonesia, Meksiko, Rusia, Vietnam,”katanya.
Presiden optimistis sebagian besar negara dalam kawasan Asia Pasifik segera masuk dalam kategori negara berpenghasilan menengah. Pada 2050, Bank Pembangunan Asia (ADB) memprediksi tidak akan ada negara kategori miskin di Asia. Presiden pun berkeyakinan bahwa Asia Pasifik akan memainkan peran penting dalam menyeimbangkan tatanan perekonomian global.
”Kita harus memainkan peran masing-masing dan menunjukkan kesungguhan politik untuk menghasilkan konsolidasi fiskal yang dibutuhkan,reformasi struktural, dan beberapa penyesuaian lain,”katanya. Hal lain yang harus dilakukan untuk mengantisipasi abad Asia Pasifik adalah mendefinisi ulang arsitektur kawasan itu menjadi lebih terbuka, efektif, dan transparan.
Penataan ulang arsitektur kawasan amat penting agar tercipta perubahan diplomasi, politik, ekonomi, dan sosial yang bisa mendatangkan arus perubahan cepat. Lagu ciptaan Presiden SBY yang berjudul SaveThe Earthdiperdengarkan dalam sesi ketiga pertemuan para CEO Asia Pasifik yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KTT ke-19 APEC.
Sebelum acara di Hotel Sheraton Waikiki, Honolulu, Kepulauan Hawaii, dimulai, moderator Michael Oreskes memperkenalkan Presiden SBY kepada hadirin tidak hanya sebagai pemimpin Indonesia, tetapi juga sebagai pencipta lagu. Pada sesi dialog, Michael pun bertanya kepada Presiden tentang proses berkarya mencipta lagu di tengah-tengah kesibukannya memimpin negara.
”Saya kira para pemimpin di mana pun selalu punya hobi, ada berkuda,golf,memancing. Hobi saya menulis lagu,” ujar Presiden tentang kegemarannya mencipta lagu. Presiden yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono berada di Honolulu, Kepulauan Hawaii, hingga 14 November 2011 untuk mengikuti KTT ke- 19 APEC. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang kini menjabat sebagai direktur pelaksana Bank Dunia juga hadir sebagai pembicara dalam APEC CEO Summit 2011.
Krisis Utang Eropa
Di bagian lain,perkembangan krisis Eropa masih menyedot perhatian para pemimpin Asia Pasifik. Mereka menyerukan semua negara anggota melakukan segala upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi demi menghadapi meluasnya krisis utang Eropa. Seruan itu muncul meskipun tiap negara memiliki perbedaan dalam kebijakan mata uang dan perdagangan.
Krisis utang Eropa menjadikan 21 negara anggota APEC memfokuskan perhatian untuk segera bertindak mencegah dampak yang muncul dari krisis tersebut. Setelah pertemuan,pemimpin APEC merilis pernyataan yang mengungkapkan kekhawatiran bahwa ketidakmampuan Eropa mengatasi krisis utang dapat meluas dampaknya ke kawasan Asia Pasifik.
Tidak seperti Amerika Serikat (AS) yang memiliki tingkat suku bunga mendekati 0%,banyak negara Asia punya ruang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sebagian besar negara Asia juga memiliki kondisi keuangan publik yang sehat sehingga mereka memiliki kekuatan untuk mendorong pengeluaran pemerintah.
“Kita tidak melihat pertumbuhan masif di Eropa hingga masalah ini selesai dan itu akan mengurangi dampak terhadap ekonomi. Tapi jika kita dapat paling tidak menahan krisis itu, satu peluang besar yang kita miliki ialah melihat kawasan Asia Pasifik sebagai mesin luar biasa untuk pertumbuhan,”kata Presiden AS Barack Obama seperti dikutip Reuters kemarin. Namun mesin pertumbuhan itu melambat dan para pemimpin Asia khawatir terhadap inflasi yang terjadi.
China enggan untuk melepaskan paket stimulus yang besar seperti yang diluncurkan pada 2009 karena khawatir merupakan pengeluaran sia-sia. Pertumbuhan ekonomi China akan berada di bawah 9% pada tahun depan, pertama kali dalam satu dekade.Tapi itu masih akan empat kali lipat lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi AS. Meskipun para pemimpin APEC menunjukkan persatuan sikap,konferensi tingkat tinggi kelompok itu menunjukkan berbagai perbedaan yang semakin besar,khususnya antara dua pemain besar,AS dan China.
“Obama memperingatkan Presiden China Hu Jintao bahwa rakyat AS semakin tidak sabar dan frustrasi dengan perubahan kebijakan China,” papar seorang pejabat senior Gedung Putih kepada Reuters. Obama dan Hu bertemu pada Sabtu (12/11) di Honolulu. Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Obama dengan kalimat sangat langsung mengatakan tentang isu mata uang dan perdagangan dalam pertemuan mereka.
AS sejak lama berkeberatan terhadap langkah China yang tetap mempertahankan mata uang yuan lemah sehingga para eksportir mendapatkan keuntungan. China menyatakan, yuan hanya bisa naik secara bertahap untuk menghindari hancurnya ekonomi dan meningkatnya pengangguran yang akan berdampak buruk pada pertumbuhan ekonomi global.
Chinanews.com di Beijing mengutip pernyataan Hu bahwa apresiasi besar yuan terhadap dolar tidak akan membantu masalah perdagangan dan pengangguran di AS.“Masalah defisit perdagangan dan pengangguran tidak disebabkan oleh nilai tukar yuan. Bahkan apresiasi besar yuan tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi AS,”papar Hu. Pertemuan para eksekutif korporat APEC di Honolulu juga mengungkapkan sejumlah frustrasi terhadap China.
Namun sebagian besar berpendapat mereka memilih pendekatan lunak untuk menghindari rusaknya hubungan bisnis. “Bahkan di antara teman kadang kala ada konflik dan ada momen ketegangan. Saya harap saat berbagai masalah muncul, mereka dapat mengatasi secara diplomatis,” kata John Lechleiter, CEO perusahaan obat Eli Lilly, seperti dikutip Reuters.
Sebagai tuan rumah APEC di pulau kelahirannya Hawaii, Obama mengatakan bahwa kesepakatan telah terjadi dalam Kemitraan Trans-Pasifik,pakta perdagangan bebas regional yang sedang dinegosiasikan AS dan delapan negara lainnya. Kemitraan itu dipuji para pejabat AS saat Obama menandatangani kesepakatan itu dan kemungkinan penerapan untuk zona perdagangan bebas seluas APEC. syarifudin/ant
Jumat, 11 November 2011
Rusia dan China Tolak Sanksi Iran
MOSKOW– Rusia dan China menolak sanksi baru terhadap Iran, meskipun laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menuduh Teheran berupaya mengembangkan persenjataan nuklir.
Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Gennady Gatilov menegaskan bahwa sanksi tambahan akan dianggap komunitas internasional sebagai instrumen untuk perubahan rezim di Iran. “Pendekatan itu tidak dapat diterima oleh kami,dan Rusia tidak berminat untuk mempertimbangkan proposal semacam itu,” papar Gatilov pada kantor berita Interfax kemarin.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia mengeluarkan pernyataan yang menganggap laporan IAEA tidak mengandung informasi baru yang fundamental. IAEA menyatakan memiliki informasi yang mengindikasikan Iran melakukan berbagai tes yang relevan dengan pengembangan peralatan peledak nuklir. Laporan yang dipublikasikan di laman Institute for Science and International Security menjelaskan,riset yang dilakukan Iran termasuk beberapa model komputer yang hanya bisa digunakan untuk pengembangan pemicu bom nuklir.
Adapun Kemenlu China kemarin menyatakan sanksisanksi tidak dapat menjadi penyelesaian mendasar bagi program nuklir Iran. Beijing menyerukan dialog untuk mengatasi masalah yang terjadi. “Sanksi-sanksi tidak dapat secara mendasar menyelesaikan isu Iran. Dialog dan negosiasi merupakan jalan tepat bagi isu nuklir Iran,” ungkap juru bicara Kemenlu China Hong Lei pada AFP.“IAEA harus mengklarifikasi laporan itu dengan cara yang objektif melalui kerja sama kuat dengan Iran.
” Amerika Serikat (AS) mengusulkan tekanan tambahan terhadap Iran setelah kemunculan laporan IAEA. Sedangkan Prancis dan Inggris mendukung AS untuk menyerukan sanksi lebih keras. “Tugas mendesak sekarang ialah semua pihak meningkatkan upaya diplomatik dan mendorong dialog P5+1 dengan Iran,” kata Hong. P5+1 terdiri atas lima anggota tetap Dewan KeamananPerserikatanBangsa- Bangsa (DK PBB) plus Jerman. Pernyataan Hong tersebut menunjukkan beratnya upaya Barat mendapat dukungan China untuk menerapkan sanksi lebih keras terhadap Iran.Namun,Hong memang tidak secara langsung menegaskan “tidak” untuk sanksi baru DK PBB pada Teheran.
Iran sudah menerima empat paket sanksi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklirnya.Sanksi terbaru pada Juni 2010 berupa perluasan embargo persenjataan dan larangan Iran melakukan aktivitas sensitif seperti penambangan uranium. China dan Rusia memiliki sikap lebih lunak terhadap Iran. Dalam beberapa tahun terakhir,China dan Iran menjadi mitra ekonomi utama setelah penarikan sejumlah perusahaan Barat terkait sanksi terhadap Teheran. Pada Juli, Iran dan China menandatangani sejumlah kesepakatan senilai USD4 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur di sektor perairan, pertambangan, energi, dan industri.
China saat ini membeli sekitar 20% minyak mentah Iran.Teheran merupakan penyuplai minyak mentah ketiga terbesar bagi China, yang mengirimkan 20,3 juta ton dalam sembilan bulan pertama tahun ini,naik hampir sepertiga dari periode yang sama tahun lalu. China berulang kali menolak proposal Barat untuk sanksi terhadap Iran karena dapat merusak hubungan energi dan ekonomi dengan Iran. Sebagai salah satu anggota tetap DK PBB,Beijing memiliki hak veto untuk semua resolusi. China juga menolak AS dan Uni Eropa (UE) yang menerapkan sanksi sepihak terhadap Iran.
Menurut Beijing,AS dan UE seharusnya tidak mengambil langkah melampaui resolusi PBB. Adapun Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan AS dan Israel untuk tidak melancarkan aksi militer apa pun terhadap fasilitas nuklirnya, karena akan dibalas dengan “kepalan besi”. “Musuh-musuh kami, khususnya rezim Zionis (Israel), AS,dan aliansinya,harus tahu bahwa segala bentuk ancaman dan serangan atau bahkan pikiran untuk aksi militer apa pun akan direspons keras,” ucapnya.
“Garda Revolusi, angkatan bersenjata, dan bangsa kami akan menjawab semua serangan dengan tamparan keras dan kepalan besi,” ujar Khamenei, dikutip Reuters.Pernyataan tegas ini untuk menjawab ancaman Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Sementara itu,pakar Soviet menolak tuduhan media AS bahwa dia menjadi otak di balik program nuklir Iran.Menurut media AS, dia yang membantu Teheran hingga batas membuat bom atom. Laporan IAEA menyatakan ada indikasi seorang pakar asing membantu Iran mengembangkan sistem detonasi bahan peledak tinggi.
Namun, IAEA tidak menyebut nama pakar tersebut. The Washington Postmenyebut nama pakar asing itu ialah Vyacheslav Danilenko dan menyatakan dia membantu Iran selama lima tahun terakhir. Surat kabar Rusia, Kommersant, melacak keberadaan Danilenko,76. Menurut Kommersant, Danilenko selama beberapa dekade bekerja di salah satu pusat riset persenjataan nuklir rahasia Rusia yang di era Uni Soviet disebut Chelyabinsk-70.“Saya bukan pakar nuklir dan saya bukan pendiri program nuklir Iran,” kata Danilenko pada Kommersant.
Dia menolak berkomentar lebih banyak. Kommersant menyatakan, Danilenko merupakan satu dari beberapa pakar terhebat dunia untuk bidang detonasi nanoberlian,menciptakan berlian ukuran nano dari ledakan konvensional untuk berbagai fungsi, mulai dari pelumas hingga medis. syarifudin
Kamis, 10 November 2011
Iran Pindah Material Nuklir ke Bunker
VIENNA – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan Iran sedang mengembangkan senjata atom dan mulai memindahkan material nuklir ke sebuah fasilitas bawah tanah (bungker) untuk melakukan aktivitas sensitif.
Ini merupakan pernyataan terkeras Badan Pengawas Atom Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap aktivitas nuklir Iran.Meskipun sejumlah aktivitas yang ada dalam laporan 12 halaman itu dapat digunakan untuk kepentingan sipil dan militer,IAEA menyatakan bahwa aktivitas lainnya spesifik untuk pembuatan persenjataan nuklir. “Informasi kredibel menunjukkan Iran melakukan aktivitas terkait pengembangan peralatan peledak nuklir,”ungkap laporan IAEA,dikutip AFP.
Dalam penyusunan laporan itu IAEA menggunakan data dari lebih 10 badan intelijen asing ditambah informasinya sendiri. IAEA melaporkan rincian yang dilakukan Iran di 12 area yang setiap kawasannya tertutup. “Gambarannya sangat komprehensif saat Anda ingin mengembangkan satu senjata nuklir.Ini memiliki inti sendiri. Ini memiliki sistem pengiriman.Ini memiliki material akuisisi,” ungkap pejabat yang terlibat dalam penyusunan laporan IAEA.
Menurut IAEA, aktivitas Iran termasuk model komputer untuk hulu ledak nuklir,pengujian bahan peledak dalam sebuah kamar besi di pangkalan militer Parchin, dekat Teheran, serta studi tentang bagaimana mempersenjatai rudal jarak sedang Shahab 3 dengan hulu ledak nuklir. Isi laporan IAEA itu menambah kecurigaan Barat bahwa Teheran berupaya membangun persenjataan nuklir. IAEA melaporkan, Iran terus menyimpan uranium pengayaan rendah (LEU).
Laporan IAEA juga berisi informasi terbaru tentang pengayaan uranium Iran yang menjadi sesuatu yang paling dikhawatirkan Barat. Uranium pengayaan tinggi dapat digunakan untuk menciptakan senjata nuklir. Keputusan Iran pada awal 2010 untuk menaikkan level pengayaan uranium dari kemurnian 3,5%,yang diperlukan untuk bahan bakar pembangkit listrikbiasa,menjadikemurnian 20% mengkhawatirkan Barat, karena mendekati kemurnian 90% untuk membuat bom atom.
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Iran berada di dekat pusat kota Natanz. Namun, Iran pada Juni menyatakan akan memindahkan aktivitas pengayaan uranium level yang lebih tinggi ke Fordow, tempat yang lebih terlindung dari serangan militer apa pun. Dokumen IAEA pekan ini menunjukkan bahwa Iran sekarang memasang dua set 174 mesin sentrifugal yang masingmasing dapat memurnikan uranium menjadi kemurnian fisil 20% di Fordow, dekat kota Qom. Mesin sentrifugal itu belum beroperasi.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyangkal laporan IAEA bahwa Teheran bekerja untuk mendesain bom atom. Laporan itu berdasarkan informasi cacat dari Washington. “Anda harus tahu bahwa bangsa ini tidak akan mundur bahkan selebar jarum pun dari jalur yang ditempuhnya. Mengapa Anda merusak martabat IAEA karena klaim cacat Amerika?” ucapnya. China kemarin memperingatkan, aksi militer terhadap Iran akan mengakibatkan kekacauan di Timur Tengah.Namun, Beijing menolak berkomentar tentang kemungkinan sanksi baru setelah laporan IAEA bahwa Iran berusaha mendesain sebuah senjata nuklir.
Amerika Serikat (AS) memperingatkan akan meningkatkan tekanan dan menyiapkan sanksi baru terhadap Iran.“Kami tidak menutup semua kemungkinan saat kami mempertimbangkan sanksi-sanksi. Kami yakin di sana ada spektrum luas aksi yang dapat kita ambil,” papar pejabat senior AS secara anonim. syarifudin
Senin, 07 November 2011
Iran Kembangkan Senjata Nuklir
VIENNA – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) berencana melaporkan bukti terbaru bahwa Iran sedang mengembangkan kemampuan persenjataan nuklir secara rahasia.
Laporan terbaru itu menyebutkan informasi intelijen bahwa Iran membuat model-model komputer untuk hulu ledak nuklir.
Laporan itu menuduh Iran berupaya memasang material radioaktif di hulu ledak dan mengembangkan rudal untuk membawanya mengenai target. Pejabat Iran menganggap laporan IAEA yang akan dirilis pada Selasa (8/11) atau Rabu (9/11) mendatang itu merupakan rekayasa.Laporan terbaru itu muncul setelah Israel mengancam akan melakukan aksi militer untuk mencegah Iran memiliki persenjataan nuklir.
“Laporan itu memasukkan beberapa bagian ‘senjata asap’. Tapi, ini akan menjadi bukti utama yang akan sangat sulit bagi Iran untuk menyangkalnya sebagai laporan palsu, seperti yang mereka lakukan di masa lalu,” papar seorang diplomat Barat secara anonim pada AFP. Laporan IAEA pada September lalu menyoroti tentang upaya Iran memproduksi material fisik, uranium dan plutonium, yang dapat menjadi sumber energi dan tujuan damai, termasuk bom atom.
Kepala IAEA Yukiya Amano menyatakan, laporan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu semakin meningkatkan kekhawatiran dimensi militer aktivitas nuklir Iran.menurut Amano, laporan tersebut sudah luas dan komprehensif. Para diplomat Barat berharap, informasi baru ini akan membantu meyakinkan negaranegara lain untuk lebih menekan Iran yang sudah menghadapi empat kali sanksi Dewan Keamanan PBB.“Namun Rusia dan China tidak yakin tentang perlunya lebih banyak sanksi,” papar diplomat Barat.
Moskow dan Beijing lebih bersikap lunak terhadap Iran daripada anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya,Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris. Rusia sejauh ini menyerukan agar IAEA tidak merilis laporan terbarunya. Menurut Moskow, laporan tersebut akan mempersulit kondisi dan meningkatkan atmosfer keraguan serta merusak upaya memulai negosiasi yang lebih serius.
Karena sikap Rusia dan China tersebut,tidak jelas apakah Dewan Keamanan PBB akan mengeluarkan resolusi lagi terhadap Iran.Jika PBB mengeluarkan resolusi lagi,IAEA akan mengadopsinya saat bertemu pada 17–18 November. “Salah satu opsi bisa berupa melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB lagi, sedangkan opsi lain dapat memberikan Teheran batas waktu hingga pertemuan IAEA selanjutnya pada Maret 2012, untuk memberikan jawaban atas kekhawatiran lembaga pengawas PBB tersebut,” ujar diplomat Barat pada AFP.
“Isu nuklir Iran dapat memecah sikap 35 negara anggota dewan IAEA dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman,”kata Oliver Thraenert dari German Institute for International and Security Affairs (SWP). “Bagi saya, itu tidak menciptakan banyak hal, meskipun semua akan tergantung pada bahasa dalam laporan tersebut.” Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menegaskan, berbagai tuduhan dan buktibukti itu hanya rekayasa dan bagian dari kampanye AS untuk merusak citra Teheran.
Laporan terbaru IAEA itu akan dirilis sering meningkatnya spekulasi bahwa Israel kehilangan kesabarannya dan mungkin melancarkan serangan militernya ke fasilitas nuklir Iran. Surat kabar Israel, Haaretz, pekan lalu melaporkan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu meminta dukungan kabinet untuk melakukan serangan militer ke Iran.Karena itu, laporan IAEA akan memiliki dampak besar dalam kebijakan rezim Zionis.
Presiden Israel Shimon Peres pada Jumat (4/11) mengatakan bahwa Tel Aviv yang pekan lalu melakukan tes roket, semakin mendekat untuk menggunakan opsi militer daripada mencari solusi melalui langkah diplomatik.Peres kembali mengatakan di televisi swasta Israel pada Sabtu (5/11) bahwa serangan ke Iran oleh Israel dan negara-negara lain “lebih dapat dipastikan”. “Iran mendekati kemampuan persenjataan nuklir dan dalam waktu yang tersisa, kita harus menggalang negara-negara dunia dan mendesak mereka memenuhi janjinya.Yang perlu dilakukan harus dilakukan dan tidak ada daftar opsi yang panjang,”kata Peres.
Adapun Washington mengatakan, meski fokus pada solusi diplomatik, semua opsi tetap ada.“AS berencana menambah kehadiran militernya di Teluk Persia setelah penarikan pasukan dari Irak tahun ini. Washington juga hendak memperluas hubungan militer dengan Dewan Kerja Sama Teluk,” tulis laporan New York Times bulan lalu. “Militer Inggris juga membuat berbagai rencana untuk berpartisipasi dalam serangan udara terhadap fasilitas pengayaan nuklir Iran,”tulis harian Guardian. syarifudin
Laporan terbaru itu menyebutkan informasi intelijen bahwa Iran membuat model-model komputer untuk hulu ledak nuklir.
Laporan itu menuduh Iran berupaya memasang material radioaktif di hulu ledak dan mengembangkan rudal untuk membawanya mengenai target. Pejabat Iran menganggap laporan IAEA yang akan dirilis pada Selasa (8/11) atau Rabu (9/11) mendatang itu merupakan rekayasa.Laporan terbaru itu muncul setelah Israel mengancam akan melakukan aksi militer untuk mencegah Iran memiliki persenjataan nuklir.
“Laporan itu memasukkan beberapa bagian ‘senjata asap’. Tapi, ini akan menjadi bukti utama yang akan sangat sulit bagi Iran untuk menyangkalnya sebagai laporan palsu, seperti yang mereka lakukan di masa lalu,” papar seorang diplomat Barat secara anonim pada AFP. Laporan IAEA pada September lalu menyoroti tentang upaya Iran memproduksi material fisik, uranium dan plutonium, yang dapat menjadi sumber energi dan tujuan damai, termasuk bom atom.
Kepala IAEA Yukiya Amano menyatakan, laporan lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu semakin meningkatkan kekhawatiran dimensi militer aktivitas nuklir Iran.menurut Amano, laporan tersebut sudah luas dan komprehensif. Para diplomat Barat berharap, informasi baru ini akan membantu meyakinkan negaranegara lain untuk lebih menekan Iran yang sudah menghadapi empat kali sanksi Dewan Keamanan PBB.“Namun Rusia dan China tidak yakin tentang perlunya lebih banyak sanksi,” papar diplomat Barat.
Moskow dan Beijing lebih bersikap lunak terhadap Iran daripada anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya,Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris. Rusia sejauh ini menyerukan agar IAEA tidak merilis laporan terbarunya. Menurut Moskow, laporan tersebut akan mempersulit kondisi dan meningkatkan atmosfer keraguan serta merusak upaya memulai negosiasi yang lebih serius.
Karena sikap Rusia dan China tersebut,tidak jelas apakah Dewan Keamanan PBB akan mengeluarkan resolusi lagi terhadap Iran.Jika PBB mengeluarkan resolusi lagi,IAEA akan mengadopsinya saat bertemu pada 17–18 November. “Salah satu opsi bisa berupa melaporkan Iran ke Dewan Keamanan PBB lagi, sedangkan opsi lain dapat memberikan Teheran batas waktu hingga pertemuan IAEA selanjutnya pada Maret 2012, untuk memberikan jawaban atas kekhawatiran lembaga pengawas PBB tersebut,” ujar diplomat Barat pada AFP.
“Isu nuklir Iran dapat memecah sikap 35 negara anggota dewan IAEA dan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman,”kata Oliver Thraenert dari German Institute for International and Security Affairs (SWP). “Bagi saya, itu tidak menciptakan banyak hal, meskipun semua akan tergantung pada bahasa dalam laporan tersebut.” Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi menegaskan, berbagai tuduhan dan buktibukti itu hanya rekayasa dan bagian dari kampanye AS untuk merusak citra Teheran.
Laporan terbaru IAEA itu akan dirilis sering meningkatnya spekulasi bahwa Israel kehilangan kesabarannya dan mungkin melancarkan serangan militernya ke fasilitas nuklir Iran. Surat kabar Israel, Haaretz, pekan lalu melaporkan bahwa Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu meminta dukungan kabinet untuk melakukan serangan militer ke Iran.Karena itu, laporan IAEA akan memiliki dampak besar dalam kebijakan rezim Zionis.
Presiden Israel Shimon Peres pada Jumat (4/11) mengatakan bahwa Tel Aviv yang pekan lalu melakukan tes roket, semakin mendekat untuk menggunakan opsi militer daripada mencari solusi melalui langkah diplomatik.Peres kembali mengatakan di televisi swasta Israel pada Sabtu (5/11) bahwa serangan ke Iran oleh Israel dan negara-negara lain “lebih dapat dipastikan”. “Iran mendekati kemampuan persenjataan nuklir dan dalam waktu yang tersisa, kita harus menggalang negara-negara dunia dan mendesak mereka memenuhi janjinya.Yang perlu dilakukan harus dilakukan dan tidak ada daftar opsi yang panjang,”kata Peres.
Adapun Washington mengatakan, meski fokus pada solusi diplomatik, semua opsi tetap ada.“AS berencana menambah kehadiran militernya di Teluk Persia setelah penarikan pasukan dari Irak tahun ini. Washington juga hendak memperluas hubungan militer dengan Dewan Kerja Sama Teluk,” tulis laporan New York Times bulan lalu. “Militer Inggris juga membuat berbagai rencana untuk berpartisipasi dalam serangan udara terhadap fasilitas pengayaan nuklir Iran,”tulis harian Guardian. syarifudin
Langganan:
Postingan (Atom)