Cari di Sini
Senin, 02 Januari 2012
Krisis Keamanan-Nigeria Deklarasikan Keadaan Darurat
ABUJA – Presiden Nigeria Goodluck Jonathan kemarin mendeklarasikan keadaan darurat di berbagai wilayah yang mengalami kekerasan. Jonathan memerintahkan penutupan perbatasan negara untuk mengisolasi konflik.
Langkah tersebut dilakukan Jonathan setelah menyebut kelompok Boko Haram sebagai perusak negara paling padat di Afrika tersebut. Jonathan juga berjanji akan menghentikan sepak terjang kelompok tersebut. “Saat pencarian solusi sedang berjalan, kami perlu mengambil berbagai langkah tegas untuk memulihkan keadaan di negara ini,khususnya di kawasan yang mengalami kekerasan,” tutur Jonathan, dikutip AFP.
“Karena itu, saya mendeklarasikan keadaan darurat di beberapa wilayah.” Daerah yang dideklarasikan dalam keadaan darurat ialah Borno yang menjadi basis pendukung Boko Haram, serta Yobe,Niger,dan Plateau.“Saya juga menutup perbatasan darat di kawasan kekerasan untuk mengontrol aktivitas teroris lintas perbatasan,” kata Jonathan.
Komentar Jonathan mengenai Boko Haram diungkapkan saat kunjungan di sebuah gereja Katolik Roma di Madalla, dekat ibu kota Abuja, tempat 44 orang tewas saat serangan bom Natal. Boko Haram mengklaim sebagai dalang penyerangan tersebut. Daerah perbatasan yang diberlakukan keadaan darurat ialah di bagian timur laut,di mana Nigeria berbatasan dengan Kamerun, Niger,dan Chad.
“Keadaan darurat perlu dideklarasikan saat teroris mengambil keuntungan dari situasi saat ini di Nigeria dan berada di luar jangkauan personil penegak hukum kita,” ungkap Jonathan. Boko Haram menjadi kelompok yang selalu dituduh sebagai pelaku berbagai serangan di Nigeria.Namun, pengeboman pada Natal yang menargetkan gereja itu semakin membuat negara itu frustrasi. “Boko Haram awalnya satu kelompok yang tak berbahaya. Mereka sekarang menjadi kanker.
Dan Nigeria, menjadi tubuh yang ingin mereka bunuh. Tidak seorang pun akan mengizinkan mereka melakukannya,” tegas Jonathan.“Pasukan khusus antiteroris telah dibentuk.” Penasihat Keamanan Nasional Nigeria Owoye Azazi menjelaskan, status keadaan darurat akan diberlakukan hingga situasinya membaik. Saat ini personil militer telah dikerahkan di berbagai kawasan kekerasan,termasuk negara bagian Borno dan Plateau.
Namun militer di Borno sering dituduh melakukan penyiksaan, termasuk pembunuhan warga sipil dan pembakaran rumah setelah serangan bom. Kemarin, sedikitnya 50 orang tewas dalam bentrok antara dua warga di negara bagian Ebonyi, Nigeria tenggara. Namun bentrok tersebut tidak terkait dengan aktivitas Boko Haram.
“Sebanyak 50 orang tewas saat kelompok warga dari Ezza menyerang penduduk daerah tetangga Ezilo terkait konflik tanah,” papar juru bicara pemerintah Nigeria Onyekachi Eni. “Konflik antara dua warga itu terjadi sejak 2008 dan masih memanas hingga sekarang.Kelompok warga dari Ezza menyerang Ezilo hingga menewaskan lebih dari 50 orang,” tutur Eni. Nigeria merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. syarifudin
Antara Sanksi dan Selat Hormuz
Ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz menaikkan suhu politik Timur Tengah. Wakil Presiden Iran Reza Rahimi mengancam Teheran akan menutup selat itu jika Barat menerapkan sanksi terhadap eksport minyak Iran. Komandan angkatan laut (AL) Iran Laksamana Habibollah Sayari juga menyatakan, menutup Selat Hormuz lebih mudah daripada minum segelas air.
Menanggapi ancaman tersebut, Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak segan bertindak tegas untuk menghadapi tindakan Iran tersebut. Pentagon kemudian mengirim satu kapal induk dan satu kapal yang dilengkapi rudal jelajah untuk melintas Selat Hormuz, di dalam zona latihan perang AL Iran.
AS berdalih keberadaan dua kapal perang di Selat Hormuz hanyalah tugas rutin untuk memberi dukungan udara pada perang di Afghanistan. Tapi pengamat menilai tindakan itu dilakukan AS untuk menunjukkan bahwa Washington tidak gentar dengan ancaman Iran dan jika perlu melancarkan peperangan terbuka di selat tersebut.
Pertempuran kecil pernah terjadi saat AL AS menenggelamkan kapal-kapal perang Iran. Pasukan maritim Garda Revolusi Iran memiliki satu armada yang cukup besar yang terdiri atas kapal-kapal kecil dan cepat untuk melakukan serangan terhadap kapal perang AS. Pada Juli 1988, sebanyak 300 orang tewas ketika satu kapal penjelajah AS menembak jatuh satu pesawat Iran Air karena salah identifikasi. AS mengira pesawat itu hendak menyerang. AS kemudian meminta maaf dan memabayar kompensasi.
Dalam konflik terbaru di Selat Hormuz, kedua negara saling ancam sehingga harga minyak naik hingga 2% dalam beberapa hari terakhir. Lantas apa yang akan terjadi selanjutnya?
Tidak diragukan lagi bahwa selat itu memiliki nilai strategis sebagai “chokepoint” maritim. Selat itu benar-benar chokepoint karena bentuknya menyempit. Selat itu hanya memiliki lebar 54 kilometer. Memang terdengar besar, tapi saat Anda mengemudikan satu kapal super-tanker Anda perlu memperhatikan jalur yang aman dengan seksama, mengubah arah beberapa kali, dan bergerak dengan hati-hati.
Mayoritas minyak milik Irak dan Arab Saudi melintasi selat tersebut, demikian juga semua minyak dari negara-negara Teluk yang lebih kecil seperti Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Totalnya 35% minyak dunia berasal dari Teluk. Sementara, 90% minyak dari Teluk Persia melintasi selat tersebut untuk tujuan ke Asia dan Eropa. Tentu saja, menutup jalur perairan itu akan memiliki dampak besar bagi perekonomian dunia.
Tapi, di sini ada poin utama lainnya, yakni semua eksport minyak Iran juga melintasi selat tersebut. Minyak merupakan satu-satunya eksport utama Iran dan hanya minyaklah yang menggerakkan roda perekonomian mereka. Jelas tidak bisa dibayangkan bahwa Iran akan menutup selat tersebut, kecuali Teheran juga akan menghadapi kematian ekonominya sendiri.
Karena itulah, semua bentuk sanksi yang melarang penjualan minyak Iran akan langsung mengancam stabilitas ekonominya. Beberapa pengamat yakin, Iran tidak akan pernah menutup selat tersebut, apapun juga retorika dan ancaman yang dilontarkan Teheran.
Ancaman Iran untuk menutup selat Hormuz dapat diartikan sebagai pesan agar Barat tidak terlalu jauh menekan Teheran atau ekonomi dunia akan menderita. “Iran merasa perlu menyatakan ancaman menutup selat itu sebagai pesan yang tepat saat ini, baik dalam kerangka domestik atau diplomatik,” ujar Peter Jones, associate professor di Graduate School of Public and International Affairs, University of Ottawa.
Secara domestik, pemerintah dan rakyat Iran sudah merasakan tekanan dari berbagai sanksi internasional. Mereka juga mulai khawatir dengan berbagai kampanye terselubung yang dilancarkan Barat terhadap Iran. Misalnya berbagai virus komputer yang disebarkan di program nuklir Iran, pembunuhan yang menargetkan pakar-pakar nuklir, dan tertangkapnya sebuah pesawat mata-mata tanpa awak milik AS oleh Iran. Berbagai hal tersebut jelas menimbulkan kekhawatiran di dalam negeri Iran.
Di kancah diplomatik, Iran mengirim sebuah pesan, tidak terlalu fokus pada AS, tapi pada semua negara yang tergantung dengan suplai minyak dari Teluk untuk membuat perekonomian mereka tetap berjalan. China, Jepang, dan India masuk dalam kategori ini.
Berbagai alasan itulah yang tampaknya termanifestasi dalam bahasa sederhana yang dikirimkan Iran pada komunitas internasional, yakni menutup Selat Hormuz. Namun fakta juga menunjukkan bahwa Iran juga merasakan tekanan akibat berbagai sanksi internasional. Sanksi-sanksi itu jelas berdampak dan Iran khawatir akan ada lebih banyak sanksi yang diterapkan.
Iran Bukan Ancaman AS
Ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran hanyalah sebagian kecil dari kekhawatiran yang dirasakan sejumlah negara. Barat juga khawatir dengan program nuklir Iran. Barat menuduh Iran mengembangkan persenjataan nuklir, tapi tuduhan itu disangkal berkali-kali oleh Teheran. Iran menyatakan program nuklirnya bertujuan damai untuk menghasilkan energi.
Jika berbagai pihak khawatir dengan program nuklir Iran, anggota Kongres AS dari Texas Ron Paul justru tenang-tenang saja. Paul bahkan menyatakan tidak akan melancarkan serangan militer preemptive ke Iran karena Teheran tidak mengancam keamanan nasional AS.
“Jika beberapa negara lain berpikir mereka akan berperang melawan Iran, itu urusan mereka. Tidak ada bukti Iran membangun senjata nuklir,” tegas politisi dari Partai Republik itu pekan ini. “Iran bahkan tidak dapat memproduksi cukup bensin untuk mobil-mobil mereka.”
Laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menuduh Iran mengembangkan riset senjata nuklir. Menteri Pertahanan AS Leon Panetta juga menyatakan, Iran memiliki waktu setahun atau lebih cepat, sebelum dapat memiliki senjata nuklir.
Namun sikap Paul jelas sangat berbeda dengan para politisi di Negeri Paman Sam. Dengan keberadaan Israel sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di Timur Tengah, Paul mengungkapkan, “Jika saya rakyat Iran, saya ingin memiliki senjata nuklir juga, karena Anda mendapat penghormatan dari itu.”
Paul merupakan salah satu kandidat presiden Republik. Paul berada di urutan kedua di antara para pemilih Iowa dalam poling terbaru yang dilakukan NBC News-Marist University. Paul mendapatkan 21% sedangkan Mitt Romney memperoleh 23%.
Paul menuturkan bahwa sanksi-sanksi Barat terhadap Iran merupakan “pernyataan perang” yang tampaknya akan memicu perang sebenarnya di Timur Tengah. Menurut Paul, Iran mendapat alasan untuk memblokade jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz. Dia membandingkan sanksi-sanksi barat itu dengan kemungkinan langkah China untuk memblokade Teluk Meksiko yang bagi AS akan dianggap sebagai pernyataan perang.
Dia menyatakan tidak akan merespon secara militer untuk menjaga selat itu tetap terbuka, karena dia menganggap tindakan Iran itu sebagai pernyataan perang terhadap AS. Tapi jika dia menjadi presiden AS, dia akan melaporkan ke Kongres tentang masalah tersebut, terserah pada anggota parlemen untuk mendeklarasikan perang jika mereka mau.
“Saya pikir kita mencari masalah karena kita menerapkan sanksi-sanksi menghebohkan terhadap Iran. Jika Anda ingin menenangkan (Iran) ini, jangan berikan sanksi terhadap mereka karena hanya akan menyebabkan lebih banyak masalah,” ujar Paul saat kampanye di Hotel Pattee, Perry, Iowa pada 29 Desember, dikutip Los Angeles Times.
“Blokade Iran akan menjadi respon paling memungkinkan terhadap berbagai sanksi karena Iran tidak memiliki senjata penghancur massal. Menutup selat itu merupakan tindakan yang paling mungkin,” kata Paul. “Solusi ketegangan dengan Iran saat ini ialah memikirkan kembali urusan AS sendiri dan tidak melontarkan ancaman perang lagi.”
Masa Depan Harga Minyak
Harga minyak mentah di masa depan akan sangat tergantung pada berbagai perkembangan di Eropa, Iran, serta potensi resiko terhadap permintaan minyak global. Minyak mentah untuk pengiriman Februari berada pada harga USD98,83 per barrel di New York Mercantile Exchange yang ditutup Jumat (30/12).
Pada Kamis (29/12), harga minyak mentah naik karena para pasar mengkhawatirkan ancaman Iran menutup Selat Hormuz dan resikonya terhadap suplai global. “Saat kita memasuki tahun baru, pasar dipenuhi banyak kekhawatiran, tapi di waktu yang sama pada 2012 juga dapat menjadi salah satu sejarah menjanjikan,” ujar Phil Flynn, wakil presiden PFG Best pada MarketWatch.
“Untuk energi, 2012 akan mencerminkan yang terbaik dan terburuk tentang apa yang dunia tawarkan. Kita tampaknya akan melihat peningkatan harga terbesar per tahun untuk minyak, seperti yang kita lihat sejak 2008,” papar Flynn. “Pada 2012, harga minyak dapat naik setinggi USD110 dan terendah USD85 per barrel.”
Tapi jika terjadi konflik dengan Iran, harga dapat naik hingga USD127 per barrel dan jika kondisi tetap tenang, akan turun hingga USD85 per barrel. Harga minyak pada 2012 dapat naik hingga 16%, sedangkan bensin dapat naik 11%. (syarifudin)
Keunggulan Iran, Dari Rudal Hingga Perang Cyber
Iran kemarin menguji coba rudal jarak jauh serta berbagai jenis rudal dari darat ke laut, laut ke laut, dan darat ke udara. Rudal-rudal tersebut ditembakkan dalam latihan perang 10 hari di Teluk Persia.
Teheran menyatakan latihan perang itu untuk menunjukkan kemampuan Iran menghadapi semua serangan oleh musuh-musuhnya seperti Israel atau Amerika Serikat (AS). Media Iran menulis, latihan angkatan laut saat ini berbeda dari sebelumnya karena keluasan area, perlengkapan militer dan taktik yang dikembangkan. Pada latihan militer 2009, Iran menguji coba rudal dari darat ke darat, Shahab-3, yang diklaim mampu mencapai Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Israel dan AS sangat khawatir dengan kemampuan rudal-rudal Iran, termasuk Shahab-3, rudal balistik jarak menengah strategis dengan jangkauan hingga 1.000 kilometer. Iran juga memiliki rudal Ghadr-1 dengan jangkauan 1.600 kilometer dan variasi Shahab-3 yang disebut Sajjil-2 dengan jangkauan 2.400 kilometer.
Selain khawatir dengan rudal-rudal yang dimiliki Iran, Washington juga resah dengan kemampuan Teheran dalam perang cyber. Apalagi dengan tertangkapnya sebuah pesawat mata-mata milik AS, RQ-170 Sentinel. Pesawat mata-mata tanpa awak itu berhasil ditangkap oleh unit perang cyber Garda Revolusi Iran dan dibawa mendarat dengan selamat.
AS meminta pesawat itu dikembalikan ke Pentagon tapi Iran menolak permintaan tersebut karena pesawat itu telah melanggar batas wilayah. Pada 16 Desember, Christian Science Monitor mempublikasikan pernyataan insinyur Iran yang mengaku menangkap pesawat mata-mata AS tersebut. “Saya menemukan kelemahan sistem navigasi pesawat itu dan menangkapnya dengan sistem blokade elektronik,” papar insinyur Iran tersebut.
Pesawat itu biasanya digunakan di Afghanistan karena Taliban tidak memiliki pakar dan teknologi untuk menangkap pesawat tersebut. Pesawat yang dapat terbang di ketinggian 12.000 meter itu sangat berharga jika Iran dapat membongkar dan mengamati teknologinya.
RQ-170 berada di berbagai pangkalan militer AS setelah Perang Irak 2003. Angkatan Udara AS mengakui pesawat itu terlibat dalam berbagai misi rahasia pada awal 2010.
Iran juga menyatakan bahwa dua pesawat mata-mata tertangkap di Basra pada Januari dan satu pesawat di Qum pada Juli. Menurut Teheran, software komputer berharga USD26 (Rp234.000) digunakan dalam operasi untuk menangkap pesawat mata-mata AS. “Pesawat ini ditangkap tanpa bantuan pakar asing,” kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi.
Iran juga berhasil memblokir akses ke situs internet, Virtual Embassy Tehran, yang dibuat AS. Langkah ini menunjukkan ambisi Teheran untuk memberikan perhatian lebih besar pada investasi teknologi dalam riset dan pengembangan.
“Bisa jadi terjadi perang cyber antara AS dan Iran saat ini dan di masa depan. Iran sangat bertalenta dalam perang cyber,” ungkap CEO Google Eric Schmidt, saat wawancara eksklusif dengan CNN International.
Keunggulan Iran dalam teknologi rudal dan perang cyber menjadi nilai lebih yang diperhitungkan oleh Barat. Kedua kemampuan inilah yang seharusnya lebih dikhawatirkan Barat, daripada senjata nuklir yang belum tentu dimiliki Iran.
Kemampuan Iran dalam teknologi rudal itu sudah ditunjukkan kemarin. Karena itu, momen ini dimanfaatkan oleh negosiator nuklir Iran Saeed Jalili yang akan menulis surat pada kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton bahwa Teheran siap untuk perundingan nuklir yang baru. “Jalili akan segera mengirim surat pada Catherine Ashton tentang format neogsiasi, lalu perundingan baru akan dilakukan dengan kekuatan utama,” papar Duta Besar Iran untuk Jerman Alireza Sheikh Attar, dikutip kantor berita Mehr.
Perundingan nuklir yang diikuti Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yakni AS, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, ditambah Jerman (P5+1), terhenti pada Januari 2011.
Tawaran Iran untuk menggelar perundingan nuklir yang baru itu tampaknya juga menjadi cara untuk melunakkan Barat agar tidak menerapkan sanksi yang melumpuhkan eksport minyak Teheran. Minyak sangat vital bagi Iran dan menjadi tulang punggung perekonomian negara tersebut.
Menerapkan sanksi terhadap sektor minyak Iran berarti melumpuhkan perekonomian dan menjatuhkan negara itu dalam krisis multidimensi. Menteri Minyak Iran Rostam Qasemi juga memperingatkan, harga minyak dunia akan naik lebih dari USD200 per barrel jika sanksi internasional diterapkan terhadap eksport minyak Iran. “Tak diragukan lagi, harga minyak mentah akan naik secara dramatis jika sanksi-sanksi diberlakukan terhadap minyak kita. Harganya akan mencapai lebih dari USD200 per barrel,” tegasnya. (syarifudin)
Menyambut 2012 dengan Harapan
SIDNEY- Masyarakat dunia menyambut datangnya Tahun 2012 dengan harapan baru. Mereka berharap menutup lembaran suram 2011 yang diwarnai berbagai gejolak mulai dari revolusi kebangkitan Arab, krisis ekonomi Eropa, dan berbagai bencana alam seperti bencana banjir di Queensland, Australia, gempa dan tsunami Jepang, hingga badai tropis yang melanda Filiphina dan membuka lembaran baru yang lebih baik pada 2011.
Harapan ini di antaranya disampaikan warga Australia yang memenuhi pantai Sydney untuk mendapatkan posisi terbaik menikmati kembang api di atas Harbour Bridge. Pertunjukan kembang api di Harbour pada momen kali ini didesain dengan tema “Waktu untuk Mimpi”, sebuah tanda persetujuan melepas semua yang terjadi tahun lalu. “Ini untuk memberikan orang-orang peluang untuk mimpi-mimpi pada tahun 2012 dan harapannya tahun baru ini lebih baik dari tahun yang sudah kita lalui,” kata Aneurin Coffey, produser festival Tahun Baru Sydney.
Kembang api di Harbour Bridge kemudian meletus berbentuk awan. Saat bersamaan berbagai cahaya berwarna juga disorotkan ke tengah jembatan membentuk pelangi tanpa ujung yang berarti untuk membangkitkan harapan. Semua yang menyaksikan pun sangat bergembira. “Saya sudah cukup dengan tahun ini. Saya mengharapkan yang lebih baik di tahun baru ini,” papar Sandra Cameron, 68, yang kehilangan hampir semua miliknya saat rumahnya di negara bagian Queensland, Australia, diterjang banjir saat badai pada Februari silam.
Harapan baru juga disampaikan warga di Jepang.berbeda dengan tahun sebelumnya yang banyak diwarnai pesta pora, kali ini mereka menghabiskan hari terakhir 2011 dengan mengunjungi kuil dan biara, berdoa untuk tahun depan yang lebih baik. Lonceng raksasa dipasang di berbagai biara yang dibunyikan 109 kali untuk membersihkan setan dunia dan membawa keberuntungan.
“Ini merupakan tahun yang paling saya rasakan dengan semangat. Tapi saya juga dapat melihat kehangatan hubungan manusia dan menguatkan saya untuk mempererat tali keluarga, masyarakat dan kehidupan sehari-hari. Saya harap saya dapat memaknai tahun depan dengan lebih baik sehingga Jepang dapat maju di masa depan,” Kouichi Takayama, seorang mahasiswa negeri matahari terbit tersebut.
Bagi rakyat Jepang, 2011 merupakan tahun saat negara itu diterjang gempa bumi dan tsunami yang mengakibatkan 20.000 orang tewas atau hilang dan memicu krisis nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Dai-ichi. “Bagi saya, hal terbesar yang terjadi tahun ini ialah bencana alam pada Maret,” papar Miku Sano, 28, mahasiswa pendidikan perawat di kota Fukushima. “Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk orang-orang yang harus melawan ketakutan mereka untuk kembali ke rumah. Level radiasi di kota Fukushima, tempat saya tinggal, jelas tidak rendah, dan kami tidak tahu bagaimana itu berpengaruh pada kesehatan kami di sama depan.”
Di kota Cagayan de Oro, Filipina, orang-orang menikmati pergantian tahun dengan masih diselimuti duka akibat badai tropis dan banjir yang menewaskan lebih dari 1.200 orang. Bagi sukarelawan Ana Caneda, tahun baru kali ini memberikan harapan. “Sangat memulihkan jiwa saat menulis tanggal 2012, bukan 2011,” ungkapnya.
Master feng shui Raymond Lo mengaku tidak terkejut bahwa 2011 menjadi tahun yang penuh gejolak karena tahun 2011 diasosiasikan dengan elemen besi dan kayu. “Pada tahun 2011, bencana alam sering terjadi karena kayu yang diwakili oleh pepohonan dan alam, diserang oleh besi,” ujarnya.
“Tahun 2012 dapat lebih baik karena diasosiasikan dengan air laut yang mewakili energi dan gerakan serta menghanyutkan berbagai kebiasaan lama,” kata Lo. “Air yang melimpah juga berarti kemurahan hati dan kedermawanan. Itu juga berarti berbagi. Itu mungkin juga berarti para pengusaha besar akan membagikan kekayaan mereka.”
Penyambutan tahun baru 2012 dilakukan aneka cara. Samoa menjadi negara pertama di dunia yang merayakan Tahun Baru 2012. Pesta-pesta Malam Tahun Baru pun digelar lebih awal di negara pulau Pasifik Selatan itu dibandingkan negara-negara lain.
Samoa merayakan tahun baru dengan pesta kembang api yang membuat langit malam menjadi penuh pelangi. Samoa dan negara tetangga Tokelau terletak dekat garis waktu yang vertikal membelah Samudera Pasifik. Itulah yang membuat kedua negara itu memutuskan untuk merayakan tahun baru mendekati waktu Asia.
Waktu pun terasa lambat di Samoa saat detik-detik menuju 2012. Pantai di sepanjang ibu kota Apia dipenuhi dengan warga Samoa dan wisatawan yang merayakan tahun baru pertama di dunia. Meskipun berbagai festival meriah digelar, polisi Samoa menyatakan tidak ada laporan terjadi masalah. “Lebih dari 90% rakyat kami mengapresiasi perubahan dan itu berperan dalam keberhasilan perayaan tahun baru ini,” ujar salah satu polisi yang bertugas mengamankan Apia, dikutip ABC News.
Sedangkan di Hong Kong, lebih dari 400.000 orang menyaksikan pertunjukan kembang api selama 4 menit yang membuat langit Victoria Harbour gemerlapan. Kembang api senilai USD1 juta itu diluncurkan dari 10 gedung pencakar langit di kota tersebut. (syarifudin)
Hollywood-Indonesia Bersaing di 2012
JAKARTA – Bagi Hollywood, 2012 mungkin tahun kembalinya jagoan-jagoan lama. Ya, tokoh-tokoh lawas film akan kembali menghiasi bioskop di 2012. Tapi, kehadiran mereka akan disaingi film-film anak negeri yang tak kalah serunya.
Jagoan-jagoan lama film Hollywood yang pernah menghibur masyarakat akan kembali hadir di 2012. Tentu para jagoan itu akan hadir dengan kemasan baru yang membuat masyarakat penggemar film semakin penasaran. Batman, kembali hadir dengan film The Dark Knight Rises juga Spider-Man kembali hadir dengan aktor baru dalam film The Amazing Spider-Man. Tak hanya itu, jagoan-jagoan dalam komik Marvell seperti Captain America, Thor, Hulk dll akan kembali dalam film The Avengers. Bahkan tokoh fiktif seperti Jason Bourne dan James Bond akan kembali menghias bioskop-bioskop di 2012.
Apakah tokoh-tokog fiksi Hollywood saja yang akan menghiasi bioskop di 2012? Tidak. Beberapa film karya anak-anak negeri juga siap beradu dengan film-film Hollywood. Salah satu film yang paling dinanti oleh masyarakat Indonesia adalah The Raid atau Serangan Maut. Indonesia memang patut berbangga dengan film yang disutradari oleh gareth Evans ini. Pada 2011 lalu, film bergenre action ini mampu menyabet penghargaan di The Cadillac People's Choice Midnight Madness Award dalam ajang Festival Film Internasional Toronto (TIFF).
Film yang dibintangi bintang masa depan Iko Uwais dan diproduksi oleh Screen Gems ini akan tayang pada April 2012. Tak hanya tayang di Indonesia, film yang juga didukung personel Linkin Park, Mike Shinoda sebagai music scoring ini juga akan tayang di Amerika Serikat. Film ini telah diputar perdana di Toronto pada 8 September 2011 lalu dan mendapatkan banyak pujian dari kritikus film dunia.
Tak hanya The Raid, film-film tanah air lainnya yang bakal menyedot banyak penonton adalah Modus Anomali karya sutradara Joko Anwar. Film ber-genre thriller yang bersettingkan di hutan belantara ini mengisahkan seorang pria yang ketika berlibur di sebuah hutan, mendapati keluarganya hilang secara misterius dan dirinya diburu oleh seorang pembunuh sadistis. Film Negeri 5 Menara yang diangkat dari novel dengan judul yang sama juga akan bersaing (lebih lengkap lihat infografis).
Pengamat film Ekky Imanjaya menilai, pemunculan kembali tokoh-tokoh film terdahulu seperti Batman dan Spider-Man merupakan bagian dari stretegi pemasaran industri film Amerika. Popularitas tokoh-tokoh tersebut diharapkan mampu mendongkrak kembali film-film baru yang akan diputar pada 2012. “Teknologi yang berbeda pada spesial effect juga ditunggu-tunggu,” katanya kepada Harian Seputar Indonesia (SINDO), kemarin.
Meski demikian, Ekky optimistis daya tarik film Amerika tetap akan bisa disaingi oleh film-film garapan dalam negeri. The Raid, Modus Anomali, dan Negeri 5 Menara merupakan film-film yang dinilai cukup menjanjikan menyedot penonton pada 2012.Khusus The Raid, Ekky menilai, film ini sebagai salah satu lokomotif yang bakal menarik penonton film Indonesia untuk kembali memilih film-film lokal, karenya tidak kalah seru. “The Raid diputar April, sedangkan film-film Amerika pada Mei. Artinya kita lebih dulu. Saya optimistis penonton banyak,” tambahnya.
Survei yang dilakukan www.listal.com, menempatkan film The Dark Knight Rises sebagai peringkat pertama sebagai film yang paling dinanti oleh masyarakat dunia. Sedangkan berturut-turut berikutnya adalah , The Avengers, The Expendables 2, The Hobbit: An Unexpected Journey, The Amazing Spider-Man, Skyfall, Men in Black III, The Bourne Legacy, G.I. Joe: Retaliation, dan The Hunger Games.
“Kita semua penasaran melihat bagaimana Christopher Nolan memilih untuk memutuskan akhir trilogi Batman yang luar biasa itu. Bane (Tom Hardy) mengerikan dan saya pikir Joseph Gordon-Levitt akan menjadi Robin. Tapi kita harus menunggu pada Juli mendatang,” tutur Sean O'Connell, kritikus film yang menjadi kontributor di berbagai media.
O'Connell juga menilai Spider-Man memang memerlukan penyegaran dengan aktor baru. “Saya suka casting Andrew Garfield sebagai Peter Parker. Emma Stone tampak hebat. Saya sangat tertarik melihat The Lizard sebagai musuh Spider-Man,” kata O'Connell.
Dan Koelsch, Executive Editor/Co-Founder MovieViral.com The mengatakan ada alasan untuk tidak menyaksikan film Expendables 2. “Dalam seri pertama film itu sudah keren. Tapi ada berbagai tambahan utama termasuk masuknya aktor Chuck Norris dan Jean Claude Van Damme,” kata Dan.
Sedangkan Nick Butler, Owner/Co-Founder MovieViral.com tidak terlalu yakin dengan The Amazing Spider-Man. Namun dia memasukkan film ini ada dalam daftar tunggu saya. “Saya pikir perputaran waktu serial itu terlalu cepat. Sepertinya banyak yang bingung saat Spider-Man ialah teman Mark Zuckerber dari The Social Network,” ungkap Butler.
Skyfall yang merupakan bagian panjang dari James Bond juga menjadi film yang patut ditunggu. Masyarakat pasti penasaran karena Daniel Craig akan berperan lagi sebagai James Bond. “Saya suka aktor Daniel Craig. Saya juga suka dengan James Bond.
Menyatukan keduanya di film Bond yang baru, jelas akan saya tonton,” papar Butler.
Adapun O'Connell menyoroti aktor Daniel Craig yang menurutnya tidak terlalu bagus saat bermain di Quantum of Solace. “Saya berharap Sam Mendes dapat membawa Bond memiliki kualitas seperti Casino Royale. Memilih Javier Bardem sebagai penjahat utamanya merupakan pilihan jenius,” tuturnya.
Men in Black III juga membuat penasaran penonton. “Saya suka film-film Men in Black sehingga saya tidak dapat menunggu untuk melihat Tommy Lee Jones dan Will Smith kembali berperan di film ketiga. Saya harap mereka tidak mengacaukannya, tapi berdasarkan film ini, semua berjalan baik,” ujar Butler. syarifudin/fefy dwi h
Langganan:
Postingan (Atom)