Monday, 02 May 2011
TRIPOLI – Serangan NATO tewaskan putra termuda Pemimpin Libya Muammar Khadafi, Seif al-Arab, dalam serangan Sabtu malam (30/4). Tiga cucu Khadafi juga tewas tapi pemimpin Libya itu selamat tanpa terluka.
Juru Bicara Pemerintah Libya Mussa Ibrahim mengatakan, serangan itu merupakan upaya pembunuhan terhadap Khadafi. Tapi,NATO menyatakan bahwa serangan itu menargetkan pusat komando dan kontrol rezim Libya.
”Rumah Seif al-Arab diserang semalam dengan kekuatan penuh.Pemimpin Libya dan istrinya berada di gedung itu tapi mereka tidak terluka,” paparnya kemarin. Ibrahim menegaskan, ”Serangan itu merupakan operasi langsung untuk membunuh pemimpin negeri ini. Pemimpin Libya dalam kondisi kesehatan yang baik, dia tidak terluka.Istrinya juga sehat dan tidak terluka, tapi orang lain terluka.” ”Intelijen tentang keberadaan Khadafi tampaknya telah bocor.Mereka tahu tentang keberadaannya atau menduga keberadaannya untuk beberapa alasan,”papar Ibrahim.
Awalnya Ibrahim hanya menjelaskan bahwa terjadi kerusakan parah di sebuah rumah di Tripoli.Dia tidak secara langsung menyatakan bahwa salah satu putra Khadafi tewas. Besi-besi bangunan tampak mencuat dari beton yang hancur di gedung yang diserang pesawat NATO. Atap gedung roboh,dinding hancur,dan abu tebal menutupi daerah sekitar gedung. Dengan besarnya kerusakan yang terjadi, tampak mustahil bagi siapa pun yang berada di dalamnya dapat selamat. Amerika Serikat (AS) menolak berkomentar tentang laporan tewasnya putra Khadafi. ”Kami mendapat laporan dari warga Libya yang mengatakan bahwa orang penting terkena serangan.
Tapi tentang siapa, saya hanya mendapat laporan yang sama dengan Anda,” kata seorang pejabat senior AS.Tidak kali ini saja Khadafi kehilangan orang yang dicintainya. Khadafi pernah kehilanganputriadopsinya saat serangan udara AS pada 1986. NATO menyatakan, pihaknya melakukan serangan udara di Tripoli, tapi mereka tidak mengonfirmasi tuduhan Pemerintah Libya. Sedikitnya tiga ledakan rudal terdengar menggelegar saat beberapa pesawat tempur NATO terbang di atas Kota Tripoli. Pernyataan NATO mengungkapkan, pasukan koalisi terus melakukan serangan terhadap instalasi militer rezim Khadafi di Tripoli kemarin malam.
”Termasuk gedung komando dan kontrol di Bab al- Aziziya, beberapa saat setelah pukul 18.00 GMT Sabtu malam (30/4),”papar NATO. NATO bertekad menggelar lebih banyak serangan udara meski komandan Satuan Operasi Pelindung menekankan tidak menargetkan individuindividu. ”Seluruh target NATO adalah militer dan telah jelas terkait dengan serangan sistematis rezim terhadap populasi Libya dan daerah padat penduduk,” kata Letnan Jenderal Charles Bouchard.
”Serangan akan dilanjutkan hingga seluruh ancaman terhadap warga sipil mereda dan hingga seluruh pasukan Khadafi, termasuk penembak jitu, paramiliter, dan pendukungnya ditarik ke pangkalanpangkalan mereka, sehingga ada akses penuh terhadap bantuan internasional pada seluruh rakyat Libya yang membutuhkan,” papar pernyataan NATO. Bunyi tembakan senapan mesin otomatis bergema kemarin pagi di penjuru Tripoli sebagai bentuk duka cita.Tayangan TV menunjukkan pengunjuk rasa yang menyatakan berduka atas tewasnya Seif al- Arab. Sebaliknya, suasana gembira tampak di basis pemberontak di Benghazi.Pemberontak menembakkan beberapa roket, senapan Kalashnikov dan senjata antipesawat, serta meledakkan TNT selama lebih dari setengah jam.
Bunyi ledakan terdengar sepanjang wilayah timur Libya. ”Mereka sangat bahagia karena Khadafi kehilangan putranya dalam serangan udara, sehingga mereka menembakkan senjata untuk merayakannya,” papar Kolonel Ahmed Omar Bani, juru bicara militer oposisi Libya,Dewan Nasional Transisional (TNC). Dalam pidato di televisi pada Sabtu (30/4),Khadafi menegaskan bahwa NATO harus meninggalkan semua harapan agar dia mundur. ”Saya tidak memiliki fungsi-fungsi resmi untuk diserahkan: saya tidak akan meninggalkan negara saya dan saya akan berjuang hingga mati,”katanya. Tapi,Khadafi juga menyatakan kesediaan berdamai.
”Kami siap berunding dengan Prancis dan AS, tapi tanpa ada syarat sebelumnya. Saya tidak akan menyerah, tapi saya serukan bernegosiasi. Jika anda ingin minyak, kami akan menandatangani kontrak-kontrak dengan perusahaan-perusahaan Anda,tidak perlu berperang berlebihan,”tuturnya. ”Antara rakyat Libya, kita dapat menyelesaikan masalahmasalah kita tanpa diserang karena itu tarik pasukan dan pesawat-pesawat kalian,” ujar Khadafi untuk NATO. Seruan Khadafi itu ditolak NATO dan TNC yang telah membentuk pemerintahan di Benghazi.
”Kami tidak butuh kata-kata tapi tindakan,” papar pejabat NATO di Brussels. ”Waktu untuk kompromi sudah habis. Rakyat Libya tidak dapat menyetujui atau menerima masa depan Libya dengan rezim Khadafi tetap berperan apapun,”tegas Wakil Ketua TNC Abdul Hafiz Ghoga. ● syarifudin
Cari di Sini
Senin, 02 Mei 2011
Jumat, 29 April 2011
Thailand Menyangkal Klaim Kamboja Tentang Gencatan Senjata Baru
PHANOM DONG RAK- Baku tembak kembali terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja, kemarin, atau memasuki hari kedelapan. Bangkok menyangkal klaim Phnom Penh tentang gencatan senjata terbaru untuk mengakhiri konflik berdarah.
Kementerian Pertahanan Kamboja mengumumkan bahwa para komandan militer Thailand dan Kamboja kemarin menyepakati gencatan senjata baru, beberapa jam setelah baku tembak kembali terjadi di perbatasan.
“Para komandan militer kedua pihak sepakat menghentikan baku tembak serta menghentikan pergerakan pasukan,” papar Kementerian Pertahanan Kamboja, kemarin, beberapa jam setelah pertempuran kembali pecah.
Komandan garis depan Kamboja menjelaskan, pejabat militer dari kedua negara menggelar pertemuan kedua kemarin, meski Thailand menyatakan tidak dapat mengonfirmasi adanya tawaran baru untuk menyelamatkan gencatan senjata.
“Situasinya tenang. Kami sepakat menghentikan menembaki pihak lain,” papar komandan militer Kamboja Neak Vong, kemarin, setelah menghadiri perundingan dengan pihak Thailand.
Tapi juru bicara militer Thailand Kolonel Preeda Butraj menyangkal adanya gencatan senjata baru kemarin. “Saya telah katakan bahwa Kamboja tak dapat dipercaya. Saya tidak tahu apa pernyataan mereka tapi saya tegaskan bahwa kami tidak mempercayainya. Kami menunggu dan melihat situasinya dari hari ke hari,” tuturnya, seperti dikutip kantor berita AFP. “Thailand siap untuk perundingan gencatan senjata, jika Kamboja bersungguh-sungguh tentang itu.”
Konflik perbatasan ini telah menewaskan 16 orang dan lebih dari 85.000 warga mengungsi. Kedua pihak saling tuduh bahwa pihak lain yang memulai pertempuran kemarin, setelah gencatan senjata disepakati pada Kamis (28/4). “Kurang dari 12 jam setelah kesepakatan, militer Thailand kembali menyerang dan pertempuran berlanjut hingga pagi berikutnya,” papar pernyataan pemerintah Kamboja.
Panglima militer Thailand Jenderal Prayut Chan-O-Cha menyesalkan kembali terjadinya baku tembak kemarin. “Kami hanya membalas dengan senapan, tidak dengan menembakkan artileri,” tuturnya.
“Seorang tentara Thailand tewas dan enam tentara lainnya terluka dalam baku tembak sporadis sepanjang malam,” kata juru bicara militer Thailand Kolonel Prawit Hookaew.
Para komandan Thailand dan Kamboja kembali berunding pada Kamis (28/4) untuk membuka kembali gerbang perbatasan dan menciptakan iklim untuk mengijinkan warga sipil kembali ke rumah-rumahnya.
Kamboja kemarin mengatakan telah meminta Pengadilan Dunia untuk mengklarifikasi penetapan pada 1962 tentang kawasan sekitar candi Preah Vihear, lokasi konflik kedua negara tetangga. “Klarifikasi oleh pengadilan sangat penting untuk menetapkan masalah perbatasan dengan damai antar kedua negara di daerah itu,” paparnya.
Thailand menyatakan telah menyewa penasehat hukum dan akan berjuang dalam kasus perbatasan tersebut.
Baku tembak terbaru terjadi di sekitar dua kompleks candi yang terletak 150 kilometer barat Preah Vihear, meski pertempuran juga terjadi di Preah Vihear pada Selasa (26/4). Tujuh tentara Thailand dan delapan tentara Kamboja tewas sejak konflik pecah pada 22 April. Bangkok mengklaim seorang warga sipil Thailand tewas selama konflik.
Baku tembak memaksa 50.000 warga desa-desa perbatasan di Thailand dan 35.000 orang di Kamboja mengungsi. Mereka belum berani pulang ke desa asalnya karena baku tembak masih mengancam nyawa mereka.
Perbatasan Thailand dan Kamboja hingga saat ini belum sepenuhnya memiliki batas negara yang jelas. Ini karena di perbatasan itu tertanam banyak ranjau dari beberapa dekade perang di Kamboja.
Hubungan kedua tetangga itu memburuk sejak Preah Vihear yang dianggap sebagai simbol kekayaan arsitektur kuno Khmer selain Angkor Wat di Kamboja, diberikan status Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juli 2008.
Pengadilan Dunia pada 1962 menetapkan candi itu milik Kamboja, tapi kedua negara saling mengklaim kepemilikan 4,6 kilometer persegi wilayah sekitar candi. Kedua negara sepakat pada Februari silam untuk mengijinkan pengamat dari Indonesia di daerah dekat Preah Vihear, tapi militer Thailand menyatakan delegasi itu tidak disambut dan mereka belum berada di sana.
Pada Februari, Dewan Keamanan PBB menyerukan kedua negara menahan diri dan menyepakati gencana senjata permanen. Desakan itu diungkapkan pula oleh Indonesia yang menjadi ketua Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Indonesia meminta Thailand dan Kamboja segera mengakhiri kekerasan di perbatasan. (syarifudin)
Kementerian Pertahanan Kamboja mengumumkan bahwa para komandan militer Thailand dan Kamboja kemarin menyepakati gencatan senjata baru, beberapa jam setelah baku tembak kembali terjadi di perbatasan.
“Para komandan militer kedua pihak sepakat menghentikan baku tembak serta menghentikan pergerakan pasukan,” papar Kementerian Pertahanan Kamboja, kemarin, beberapa jam setelah pertempuran kembali pecah.
Komandan garis depan Kamboja menjelaskan, pejabat militer dari kedua negara menggelar pertemuan kedua kemarin, meski Thailand menyatakan tidak dapat mengonfirmasi adanya tawaran baru untuk menyelamatkan gencatan senjata.
“Situasinya tenang. Kami sepakat menghentikan menembaki pihak lain,” papar komandan militer Kamboja Neak Vong, kemarin, setelah menghadiri perundingan dengan pihak Thailand.
Tapi juru bicara militer Thailand Kolonel Preeda Butraj menyangkal adanya gencatan senjata baru kemarin. “Saya telah katakan bahwa Kamboja tak dapat dipercaya. Saya tidak tahu apa pernyataan mereka tapi saya tegaskan bahwa kami tidak mempercayainya. Kami menunggu dan melihat situasinya dari hari ke hari,” tuturnya, seperti dikutip kantor berita AFP. “Thailand siap untuk perundingan gencatan senjata, jika Kamboja bersungguh-sungguh tentang itu.”
Konflik perbatasan ini telah menewaskan 16 orang dan lebih dari 85.000 warga mengungsi. Kedua pihak saling tuduh bahwa pihak lain yang memulai pertempuran kemarin, setelah gencatan senjata disepakati pada Kamis (28/4). “Kurang dari 12 jam setelah kesepakatan, militer Thailand kembali menyerang dan pertempuran berlanjut hingga pagi berikutnya,” papar pernyataan pemerintah Kamboja.
Panglima militer Thailand Jenderal Prayut Chan-O-Cha menyesalkan kembali terjadinya baku tembak kemarin. “Kami hanya membalas dengan senapan, tidak dengan menembakkan artileri,” tuturnya.
“Seorang tentara Thailand tewas dan enam tentara lainnya terluka dalam baku tembak sporadis sepanjang malam,” kata juru bicara militer Thailand Kolonel Prawit Hookaew.
Para komandan Thailand dan Kamboja kembali berunding pada Kamis (28/4) untuk membuka kembali gerbang perbatasan dan menciptakan iklim untuk mengijinkan warga sipil kembali ke rumah-rumahnya.
Kamboja kemarin mengatakan telah meminta Pengadilan Dunia untuk mengklarifikasi penetapan pada 1962 tentang kawasan sekitar candi Preah Vihear, lokasi konflik kedua negara tetangga. “Klarifikasi oleh pengadilan sangat penting untuk menetapkan masalah perbatasan dengan damai antar kedua negara di daerah itu,” paparnya.
Thailand menyatakan telah menyewa penasehat hukum dan akan berjuang dalam kasus perbatasan tersebut.
Baku tembak terbaru terjadi di sekitar dua kompleks candi yang terletak 150 kilometer barat Preah Vihear, meski pertempuran juga terjadi di Preah Vihear pada Selasa (26/4). Tujuh tentara Thailand dan delapan tentara Kamboja tewas sejak konflik pecah pada 22 April. Bangkok mengklaim seorang warga sipil Thailand tewas selama konflik.
Baku tembak memaksa 50.000 warga desa-desa perbatasan di Thailand dan 35.000 orang di Kamboja mengungsi. Mereka belum berani pulang ke desa asalnya karena baku tembak masih mengancam nyawa mereka.
Perbatasan Thailand dan Kamboja hingga saat ini belum sepenuhnya memiliki batas negara yang jelas. Ini karena di perbatasan itu tertanam banyak ranjau dari beberapa dekade perang di Kamboja.
Hubungan kedua tetangga itu memburuk sejak Preah Vihear yang dianggap sebagai simbol kekayaan arsitektur kuno Khmer selain Angkor Wat di Kamboja, diberikan status Warisan Dunia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Juli 2008.
Pengadilan Dunia pada 1962 menetapkan candi itu milik Kamboja, tapi kedua negara saling mengklaim kepemilikan 4,6 kilometer persegi wilayah sekitar candi. Kedua negara sepakat pada Februari silam untuk mengijinkan pengamat dari Indonesia di daerah dekat Preah Vihear, tapi militer Thailand menyatakan delegasi itu tidak disambut dan mereka belum berada di sana.
Pada Februari, Dewan Keamanan PBB menyerukan kedua negara menahan diri dan menyepakati gencana senjata permanen. Desakan itu diungkapkan pula oleh Indonesia yang menjadi ketua Asosiasi Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Indonesia meminta Thailand dan Kamboja segera mengakhiri kekerasan di perbatasan. (syarifudin)
Beckhams Pimpin Selebritas Hadiri Pernikahan Kerajaan
LONDON- David Beckham dan Victoria Beckham menjadi salah satu selebritas dan tamu VIP yang hadir di pernikahan kerajaan Pangeran William dan Kate Middleton di Westminster Abbey, kemarin.
Mantan kapten tim sepakbola Inggris Beckham mengenakan pin medali OBE di kerah bagian kanan kemeja warna abu-abu rancangan Ralph Lauren. Dengan rambut hitam mengkilat yang disisir ke belakang, Beckham antri bersama Victoria di luar gereja bersama 1.900 tamu yang menunggu mendapatkan kursi mereka dalam pernikahan terbesar dalam 30 tahun itu.
Penyanyi yang kemudian berganti profesi menjadi desainer fesyen, Victoria, mengenakan gaun “trapeze” biru dari koleksi Autumn/Winter 2011. Perempuan yang mengandung empat anak Beckham itu mengenakan topi rancangan Philip Treacy dengan rambut disisir ke belakang membentuk ekor kuda.
Beckham diberi kelonggaran waktu oleh klub sepakbolanya, LA Galaxy, untuk menghadiri pernikahan William dan Kate. Beckham mengenal dekat William yang merupakan presiden Asosiasi Sepakbola Inggris (EFA), saat mereka bekerja sama memperebutkan hak untuk menjadi tuan rumah World Cup 2018, meski upaya mereka gagal.
Sir Trevor Brooking, teman William di EFA sempat berbincang dengan Beckham saat berjalan memasuki gereja.
Sejumlah tamu undangan yang tampak memenuhi antrian di Pintu Gerbang Utara gereja itu, antara lain aktor Rowan Atkinson yang memerankan “Mr Bean” dan Chelsy Davy, pacar adik kandung William, Pangeran Harry.
Daftar tamu undangan dipenuhi para selebritas, termasuk penyanyi Elton John bersama pasangan hidupnya David Furnish, Guy Ritchie yang menyutradarai film era 1990-an berjudul Lock, Stock and Two Smoking Barrels, serta penyanyi Joss Stone. Elton John yang terkenal untuk gaya pakaian yang semarak, mengenakan kemeja warna hitam dan celana panjang abu-abu.
Perenang Olimpiade asal Australia Ian Thorpe juga hadir dalam acara pernikahan tersebut. Thorpe bertemu William saat dia mengunjungi negara kediaman perenang itu tahun lalu dan Pangeran William mendukung organisasi amal Australia.
Pelatih tim sepakbola Inggris yang memenangkan World Cup Sir Clive Woodward tampak menjadi tamu yang paling awal tiba. Woodward yang terkenal untuk kemenangan Inggris pada World Cup 2003 dan sekarang bekerja untuk Asosiasi Olimpiade Inggris (BOA), diundang William untuk bergabung bersama tim Inggris dan Irlandia untuk tur 2005 ke Selandia Baru.
“Saya sangat bangga menjadi warga Inggris karena seluruh negara jelas bergembira dengan pasangan luar biasa ini dan ini menjadi hari yang luar biasa. Dia (Pangeran William) akan sangat gugup dan saya sedikit gugup padanya,” papar Woodward.
Sosialita Inggris Tara Palmer-Tomkinson menarik mata dengan topi dan pakaian biru kerajaan. Sedangkan Earl Spencer yang merupakan saudara kandung ibu William, Diana, tiba di gereja bersama keluarganya.
Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron datang dengan pakaian pagi tradisional bersama istrinya Samantha dan mereka bergabung bersama Walikota London Boris Johnson.
PM Australia Julia Gillard baru tiba pada pukul 9.00 GMT dan diikuti perwakilan dari 50 negara lainnya.
Tidak terlalu banyak wajah-wajah yang kurang terkenal di dalam antrian tamu undangan yang mulai berbaris di luar gereja sebelum pintu-pintu dibuka pada pukul 07.15 GMT.
Hash dan Chan Shingadia merupakan salah satu dari kelompok pemilik toko yang diundang dari desa asal Kate di Bucklebury, Berkshire, barat London, bersama tukang daging Martin Fidler dan istrinya Sue. Pemilik Old Boot Inn di dekat Stanford Dingley, John Haley, juga ada dalam daftar tamu undangan.
Joki amatir Sam Waley-Cohen, teman lama William dan Kate yang disebut-sebut sebagai sosok yang menyatukan kembali pasangan itu setelah mereka berpisah pada 2007, juga hadir dalam pernikahan tersebut.
Sam Waley-Cohen dengan rendah hati mengatakan tentang perannya menyatukan kembali William dan Kate. “Sejujurnya, saya pikir mereka sendiri yang kembali bersama lagi. Tapi sangat senang menjadikan mereka dalam satu ruangan bersama dan memiliki peluang melakukan obrolan yang bagus,” tuturnya.
Dari sekian banyak tamu yang hadir dalam acara pernikahan, mantan PM Inggris Tony Blair dan mantan PM Inggris Gordon Brown ternyata tidak diundang dalam acara itu. Padahal Thatcher dan John Major yang keduanya merupakan mantan PM dari Konservatif, diundang dalam pernikahan tersebut.
Blair mengaku tidak sakit hati karena tidak diundang dalam pernikahan William dan Kate. Blair mengatakan bahwa sangat bijaksana jika pernikahan dihadiri orang dari seluruh bagian masyarakat. “Saya berbahagia untuk pasangan kerajaan tersebut. Sangat bijaksana untuk mengundang orang-orang dari berbagai bidang kehidupan, daripada hanya politisi,” tuturnya.
Saat Blair ditanya apakah dia sakit hati, dia menjawab, “Tentu saja tidak. Ini bukan masalah dan saya berdoa pasangan itu selalu bahagia.”
Istana kerajaan menegaskan tidak wajib mengundang Blair atau Brown. Meski saat Pangeran Charles menikahi Diana Spencer pada 1981, seluruh mantan PM Inggris yang masih hidup diundang. (syarifudin)
Mantan kapten tim sepakbola Inggris Beckham mengenakan pin medali OBE di kerah bagian kanan kemeja warna abu-abu rancangan Ralph Lauren. Dengan rambut hitam mengkilat yang disisir ke belakang, Beckham antri bersama Victoria di luar gereja bersama 1.900 tamu yang menunggu mendapatkan kursi mereka dalam pernikahan terbesar dalam 30 tahun itu.
Penyanyi yang kemudian berganti profesi menjadi desainer fesyen, Victoria, mengenakan gaun “trapeze” biru dari koleksi Autumn/Winter 2011. Perempuan yang mengandung empat anak Beckham itu mengenakan topi rancangan Philip Treacy dengan rambut disisir ke belakang membentuk ekor kuda.
Beckham diberi kelonggaran waktu oleh klub sepakbolanya, LA Galaxy, untuk menghadiri pernikahan William dan Kate. Beckham mengenal dekat William yang merupakan presiden Asosiasi Sepakbola Inggris (EFA), saat mereka bekerja sama memperebutkan hak untuk menjadi tuan rumah World Cup 2018, meski upaya mereka gagal.
Sir Trevor Brooking, teman William di EFA sempat berbincang dengan Beckham saat berjalan memasuki gereja.
Sejumlah tamu undangan yang tampak memenuhi antrian di Pintu Gerbang Utara gereja itu, antara lain aktor Rowan Atkinson yang memerankan “Mr Bean” dan Chelsy Davy, pacar adik kandung William, Pangeran Harry.
Daftar tamu undangan dipenuhi para selebritas, termasuk penyanyi Elton John bersama pasangan hidupnya David Furnish, Guy Ritchie yang menyutradarai film era 1990-an berjudul Lock, Stock and Two Smoking Barrels, serta penyanyi Joss Stone. Elton John yang terkenal untuk gaya pakaian yang semarak, mengenakan kemeja warna hitam dan celana panjang abu-abu.
Perenang Olimpiade asal Australia Ian Thorpe juga hadir dalam acara pernikahan tersebut. Thorpe bertemu William saat dia mengunjungi negara kediaman perenang itu tahun lalu dan Pangeran William mendukung organisasi amal Australia.
Pelatih tim sepakbola Inggris yang memenangkan World Cup Sir Clive Woodward tampak menjadi tamu yang paling awal tiba. Woodward yang terkenal untuk kemenangan Inggris pada World Cup 2003 dan sekarang bekerja untuk Asosiasi Olimpiade Inggris (BOA), diundang William untuk bergabung bersama tim Inggris dan Irlandia untuk tur 2005 ke Selandia Baru.
“Saya sangat bangga menjadi warga Inggris karena seluruh negara jelas bergembira dengan pasangan luar biasa ini dan ini menjadi hari yang luar biasa. Dia (Pangeran William) akan sangat gugup dan saya sedikit gugup padanya,” papar Woodward.
Sosialita Inggris Tara Palmer-Tomkinson menarik mata dengan topi dan pakaian biru kerajaan. Sedangkan Earl Spencer yang merupakan saudara kandung ibu William, Diana, tiba di gereja bersama keluarganya.
Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron datang dengan pakaian pagi tradisional bersama istrinya Samantha dan mereka bergabung bersama Walikota London Boris Johnson.
PM Australia Julia Gillard baru tiba pada pukul 9.00 GMT dan diikuti perwakilan dari 50 negara lainnya.
Tidak terlalu banyak wajah-wajah yang kurang terkenal di dalam antrian tamu undangan yang mulai berbaris di luar gereja sebelum pintu-pintu dibuka pada pukul 07.15 GMT.
Hash dan Chan Shingadia merupakan salah satu dari kelompok pemilik toko yang diundang dari desa asal Kate di Bucklebury, Berkshire, barat London, bersama tukang daging Martin Fidler dan istrinya Sue. Pemilik Old Boot Inn di dekat Stanford Dingley, John Haley, juga ada dalam daftar tamu undangan.
Joki amatir Sam Waley-Cohen, teman lama William dan Kate yang disebut-sebut sebagai sosok yang menyatukan kembali pasangan itu setelah mereka berpisah pada 2007, juga hadir dalam pernikahan tersebut.
Sam Waley-Cohen dengan rendah hati mengatakan tentang perannya menyatukan kembali William dan Kate. “Sejujurnya, saya pikir mereka sendiri yang kembali bersama lagi. Tapi sangat senang menjadikan mereka dalam satu ruangan bersama dan memiliki peluang melakukan obrolan yang bagus,” tuturnya.
Dari sekian banyak tamu yang hadir dalam acara pernikahan, mantan PM Inggris Tony Blair dan mantan PM Inggris Gordon Brown ternyata tidak diundang dalam acara itu. Padahal Thatcher dan John Major yang keduanya merupakan mantan PM dari Konservatif, diundang dalam pernikahan tersebut.
Blair mengaku tidak sakit hati karena tidak diundang dalam pernikahan William dan Kate. Blair mengatakan bahwa sangat bijaksana jika pernikahan dihadiri orang dari seluruh bagian masyarakat. “Saya berbahagia untuk pasangan kerajaan tersebut. Sangat bijaksana untuk mengundang orang-orang dari berbagai bidang kehidupan, daripada hanya politisi,” tuturnya.
Saat Blair ditanya apakah dia sakit hati, dia menjawab, “Tentu saja tidak. Ini bukan masalah dan saya berdoa pasangan itu selalu bahagia.”
Istana kerajaan menegaskan tidak wajib mengundang Blair atau Brown. Meski saat Pangeran Charles menikahi Diana Spencer pada 1981, seluruh mantan PM Inggris yang masih hidup diundang. (syarifudin)
Kamis, 28 April 2011
Palestina Sepakat Bersatu, Israel Berang
RAMALLAH- Hamas dan Fatah kemarin membuat kesepakatan mengejutkan yang mengakhiri perselisihan beberapa dekade. Kesepakatan untuk membentuk pemerintahan transisi itu disambut kepemimpinan Palestina tapi dikecam Israel yang menganggapnya melintasi “garis merah.”
Dalam kesepakatan yang diumumkan di Kairo pada Rabu (27/4) itu, sekuler Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina di Tepi Barat dan Hamas di Jalur Gaza, sepakat bekerja sama membentuk pemerintahan transisi menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar dalam setahun.
Kesepakatan yang muncul setelah 18 bulan perundingan yang buntu itu mendapat sambutan dari Perdana Menteri (PM) Palestina Salam Fayyad. “Saya harap ini akan menjadi langkah penting bagi proses terbentuknya segera persatuan nasional,” paparnya, seperti dikutip kantor berita AFP.
Iran juga menyambut kesepakatan antara Fatah dan Hamas. “Iran akan mempercepat pembangunan di wilayah Palestina dan meraih kemenangan besar melawan Israel,” tegas Teheran.
Tapi kesepakatan ini mendapat kecaman Israel. Menteri Luar Negeri (menlu) Israel Avigdor Lieberman dan Menteri Pertahanan (menhan) Ehud Barak memperingatkan bahwa rezim Zionis tidak akan pernah menerima pemerintahan Hamas.
“Dengan kesepakatan ini, garis merah telah dilewati,” kata Lieberman di radio militer Israel, kemarin, sambil mengancam rencana balas dendam. Sedangkan Barak menegaskan, “Militer akan menggunakan kepalan besi untuk menghadapi semua ancaman. Israel tidak akan pernah bernegosiasi dengan Hamas.”
Kesepakatan akan membuat Hamas dan Fatah dapat bekerja sama membentuk pemerintahan sementara dengan sejumlah politisi independen yang dipilih kedua pihak. “Pemerintahan sementara itu akan berjalan hingga pemilu dapat digelar,” kata kepala delegasi Fatah Azzam al-Ahmad melalui telepon dari Kairo, pada kantor berita AFP.
Azzam menjelaskan, faksi-faksi Palestina yang bertikai sejak awal 1990-an, telah menyepakati membentuk satu pemerintahan independen. “Pemerintahan ini akan bertugas menyiapkan pemilu presiden dan legislatif dalam setahun,” paparnya.
Pejabat senior Hamas Mahmud Zahar yang menghadiri perundingan itu menjelaskan, pemerintah transisi akan diisi oleh tokoh-tokoh yang dipilih kedua pihak.
“Perwakilan Hamas dan Fatah akan kembali ke Kairo pada akhir pekan depan untuk menandatangani dokumen kesepakatan, yang didalamnya akan menetapkan syarat-syarat pembebasan tahanan politik di kedua pihak,” ungkap Zahar.
Zahar mengkonfirmasi bahwa Fatah dan Hamas telah melepas perbedaan terkait isu keamanan yang selama 18 bulan silam menjadi penghalang negosiasi yang dimulai setelah gagalnya penandatanganan kesepakatan pada Oktober 2009.
Mussa Abu Marzuk, salah satu tokoh penting kepemimpinan Hamas di pengasingan Damascus menjelaskan, dua pihak akan menandatangani kesepakatan pada Rabu pekan depan (4/5), setelah itu mereka akan mulai berkonsultasi tentang pembentukan pemerintahan sementara.
Beberapa saat setelah kesepakatan itu diumumkan, PM Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan sebuah ultimatum untuk Presiden Palestina Mahmud Abbas. “Pilih antara perdamaian dengan Israel atau perdamaian dengan Hamas,” tegasnya.
Menurut Netanyahu, kesepakatan itu akan membuka lebar jalan bagi Hamas memperluas kontrol di Tepi Barat. “Tidak boleh ada perdamaian antara keduanya karena Hamas berupaya merusak Israel dan mengatakannya dengan sangat terbuka,” ujarnya.
Menanggapi komentar pedas Netanyahu, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina menegaskan, “Untuk menanggapi pernyataan Netanyahu, kami katakan bahwa rekonsiliasi Palestina merupakan masalah internal Palestina. Netanyahu dalam bagian ini, harus memilih antara perdamaian dan pemukiman.”
Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu Israel, menyambut kesepakatan itu. “Pemerintahan Palestina yang baru harus menolak kekerasan, mendukung kesepakatan sebelumnya dan mengakui hak Israel untuk eksis,” papar juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) AS Tommy Vietor.
Hamas dan Fatah hampir saya menandatangani kesepakatan yang dimediasi Mesir pada Oktober 2009, tapi Hamas membatalkan menandatangani karena menolak beberapa isi kesepakatan tanpa memberitahu mereka.
Ketegangan antara dua gerakan itu dimulai sejak awal 1990-an saat pemimpin Fatah banyak menangkap para aktivis Hamas. Perselisihan memburuk pada Januari 2006, saat Hamas mengalahkan Fatah dalam pemilu. Hamas menguasai lebih dari setengah kursi di parlemen Palestina sehingga mereka berhak membentuk pemerintahan. (syarifudin)
Dalam kesepakatan yang diumumkan di Kairo pada Rabu (27/4) itu, sekuler Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina di Tepi Barat dan Hamas di Jalur Gaza, sepakat bekerja sama membentuk pemerintahan transisi menjelang pemilihan umum (pemilu) yang akan digelar dalam setahun.
Kesepakatan yang muncul setelah 18 bulan perundingan yang buntu itu mendapat sambutan dari Perdana Menteri (PM) Palestina Salam Fayyad. “Saya harap ini akan menjadi langkah penting bagi proses terbentuknya segera persatuan nasional,” paparnya, seperti dikutip kantor berita AFP.
Iran juga menyambut kesepakatan antara Fatah dan Hamas. “Iran akan mempercepat pembangunan di wilayah Palestina dan meraih kemenangan besar melawan Israel,” tegas Teheran.
Tapi kesepakatan ini mendapat kecaman Israel. Menteri Luar Negeri (menlu) Israel Avigdor Lieberman dan Menteri Pertahanan (menhan) Ehud Barak memperingatkan bahwa rezim Zionis tidak akan pernah menerima pemerintahan Hamas.
“Dengan kesepakatan ini, garis merah telah dilewati,” kata Lieberman di radio militer Israel, kemarin, sambil mengancam rencana balas dendam. Sedangkan Barak menegaskan, “Militer akan menggunakan kepalan besi untuk menghadapi semua ancaman. Israel tidak akan pernah bernegosiasi dengan Hamas.”
Kesepakatan akan membuat Hamas dan Fatah dapat bekerja sama membentuk pemerintahan sementara dengan sejumlah politisi independen yang dipilih kedua pihak. “Pemerintahan sementara itu akan berjalan hingga pemilu dapat digelar,” kata kepala delegasi Fatah Azzam al-Ahmad melalui telepon dari Kairo, pada kantor berita AFP.
Azzam menjelaskan, faksi-faksi Palestina yang bertikai sejak awal 1990-an, telah menyepakati membentuk satu pemerintahan independen. “Pemerintahan ini akan bertugas menyiapkan pemilu presiden dan legislatif dalam setahun,” paparnya.
Pejabat senior Hamas Mahmud Zahar yang menghadiri perundingan itu menjelaskan, pemerintah transisi akan diisi oleh tokoh-tokoh yang dipilih kedua pihak.
“Perwakilan Hamas dan Fatah akan kembali ke Kairo pada akhir pekan depan untuk menandatangani dokumen kesepakatan, yang didalamnya akan menetapkan syarat-syarat pembebasan tahanan politik di kedua pihak,” ungkap Zahar.
Zahar mengkonfirmasi bahwa Fatah dan Hamas telah melepas perbedaan terkait isu keamanan yang selama 18 bulan silam menjadi penghalang negosiasi yang dimulai setelah gagalnya penandatanganan kesepakatan pada Oktober 2009.
Mussa Abu Marzuk, salah satu tokoh penting kepemimpinan Hamas di pengasingan Damascus menjelaskan, dua pihak akan menandatangani kesepakatan pada Rabu pekan depan (4/5), setelah itu mereka akan mulai berkonsultasi tentang pembentukan pemerintahan sementara.
Beberapa saat setelah kesepakatan itu diumumkan, PM Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan sebuah ultimatum untuk Presiden Palestina Mahmud Abbas. “Pilih antara perdamaian dengan Israel atau perdamaian dengan Hamas,” tegasnya.
Menurut Netanyahu, kesepakatan itu akan membuka lebar jalan bagi Hamas memperluas kontrol di Tepi Barat. “Tidak boleh ada perdamaian antara keduanya karena Hamas berupaya merusak Israel dan mengatakannya dengan sangat terbuka,” ujarnya.
Menanggapi komentar pedas Netanyahu, juru bicara Abbas, Nabil Abu Rudeina menegaskan, “Untuk menanggapi pernyataan Netanyahu, kami katakan bahwa rekonsiliasi Palestina merupakan masalah internal Palestina. Netanyahu dalam bagian ini, harus memilih antara perdamaian dan pemukiman.”
Amerika Serikat (AS) yang merupakan sekutu Israel, menyambut kesepakatan itu. “Pemerintahan Palestina yang baru harus menolak kekerasan, mendukung kesepakatan sebelumnya dan mengakui hak Israel untuk eksis,” papar juru bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC) AS Tommy Vietor.
Hamas dan Fatah hampir saya menandatangani kesepakatan yang dimediasi Mesir pada Oktober 2009, tapi Hamas membatalkan menandatangani karena menolak beberapa isi kesepakatan tanpa memberitahu mereka.
Ketegangan antara dua gerakan itu dimulai sejak awal 1990-an saat pemimpin Fatah banyak menangkap para aktivis Hamas. Perselisihan memburuk pada Januari 2006, saat Hamas mengalahkan Fatah dalam pemilu. Hamas menguasai lebih dari setengah kursi di parlemen Palestina sehingga mereka berhak membentuk pemerintahan. (syarifudin)
Pemberontak Libya Hendak Kuasai Bandara Misrata
MISRATA- Pemberontak kemarin bertempur untuk merebut bandara Misrata, setelah mereka memukul mundur pasukan yang setia pada Pemimpin Libya Muammar Khadafi.
Pasukan pemberontak yang didukung serangan udara NATO mengklaim berhasil mengusir pasukan Khadafi keluar radius jangkauan rudal yang dapat jatuh ke pelabuhan Misrata. Pelabuhan ini merupakan jalur bantuan untuk setengah juta penduduk Misrata yang terkepung pasukan Khadafi selama lebih tujuh pekan.
“Pejuang kebebasan kami telah mengalahkan tentara Khadafi dengan memaksa mereka keluar Misrata,” papar Khalid Azwawi, kepala komite transisi lokal. “Pemberontak berupaya memaksa mereka keluar, tapi tidak terlalu jauh. Itulah mengapa Khadafi berupaya mengebom pelabuhan.”
Menurut pemberontakan, pertempuran terus berlanjut di sekitar bandara Misrata, kemarin pagi. “Pasukan Khadafi dalam jumlah besar berada di sekitar bandara, hanya beberapa kilometer barat kota Misrata,” kata panglima militer pemberontak Ibrahim Bet-Almal yang menegaskan tidak ada kerja sama antara pasukannya dan NATO.
“Kami sedang berusaha membersihkan daerah di luar kota yang terus dihujani ledakan rudal dan roket secara acak,” papar Ibrahim.
Pasukan yang dipimpin Ibrahim mempertahankan Zintan, di pegunungan baratdaya Tripoli. Mereka juga memukul mundur pasukan Khadafi yang membombardir kota itu dengan sedikitnya 20 roket Grad yang melukai tiga orang dan merusak sebuah rumah sakit.
Satu tim wartawan dari kantor berita AFP pada Rabu (27/4) menyaksikan pemberontak menembakkan senapan salvo di malam hari, saat pesawat tempur NATO terbang di atas kepala.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengijinkan rakyatnya membeli minyak, gas, dan produk pengolahan minyak dari pemberontak Libya, Dewan Nasional Transisional (TNC). “Rakyat Libya pemberani, tapi kita perlu akses ke pendapatan minyak sehingga kita dapat memberi makan, melindungi, dan membela keluarga kita,” papar TNC menyambut langkah Kementerian Keuangan AS.
Kepala atau perwakilan dari 61 suku dari penjuru Libya mendesak Khadafi segera mundur. Pernyataan bersama itu dirilis pada Rabu (27/4) oleh penulis Prancis, Bernard-Henri Levy. “Libya masa depan, saat diktator telah pergi, akan menjadi Libya yang bersatu, dengan Tripoli sebagai ibukotanya, dan tempat kita akan bebas membangun masyarakat sipil berdasarkan keinginan kita sendiri,” ungkap pernyataan bersama tersebut.
Levy menjadi juru bicara tidak resmi di Paris untuk gerakan revolusi di Libya. Dia mendesak Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memobilisasi dukungan militer dan politik secara internasional.
“Setiap suku di Libya diwakili sedikitnya seorang utusan. Ini daftar 61 tandatangan, beberapa suku diwakili 100%, lainnya masih masih terpecah,” kata Levy.
Pada Selasa (26/4), pasukan Khadafi menembakkan roket-roket Grad di pelabuhan Misrata hingga menewaskan seorang pengungsi Afrika dan melukai lebih dari puluhan orang. Enam orang terluka serius. (syarifudin)
Pasukan pemberontak yang didukung serangan udara NATO mengklaim berhasil mengusir pasukan Khadafi keluar radius jangkauan rudal yang dapat jatuh ke pelabuhan Misrata. Pelabuhan ini merupakan jalur bantuan untuk setengah juta penduduk Misrata yang terkepung pasukan Khadafi selama lebih tujuh pekan.
“Pejuang kebebasan kami telah mengalahkan tentara Khadafi dengan memaksa mereka keluar Misrata,” papar Khalid Azwawi, kepala komite transisi lokal. “Pemberontak berupaya memaksa mereka keluar, tapi tidak terlalu jauh. Itulah mengapa Khadafi berupaya mengebom pelabuhan.”
Menurut pemberontakan, pertempuran terus berlanjut di sekitar bandara Misrata, kemarin pagi. “Pasukan Khadafi dalam jumlah besar berada di sekitar bandara, hanya beberapa kilometer barat kota Misrata,” kata panglima militer pemberontak Ibrahim Bet-Almal yang menegaskan tidak ada kerja sama antara pasukannya dan NATO.
“Kami sedang berusaha membersihkan daerah di luar kota yang terus dihujani ledakan rudal dan roket secara acak,” papar Ibrahim.
Pasukan yang dipimpin Ibrahim mempertahankan Zintan, di pegunungan baratdaya Tripoli. Mereka juga memukul mundur pasukan Khadafi yang membombardir kota itu dengan sedikitnya 20 roket Grad yang melukai tiga orang dan merusak sebuah rumah sakit.
Satu tim wartawan dari kantor berita AFP pada Rabu (27/4) menyaksikan pemberontak menembakkan senapan salvo di malam hari, saat pesawat tempur NATO terbang di atas kepala.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengijinkan rakyatnya membeli minyak, gas, dan produk pengolahan minyak dari pemberontak Libya, Dewan Nasional Transisional (TNC). “Rakyat Libya pemberani, tapi kita perlu akses ke pendapatan minyak sehingga kita dapat memberi makan, melindungi, dan membela keluarga kita,” papar TNC menyambut langkah Kementerian Keuangan AS.
Kepala atau perwakilan dari 61 suku dari penjuru Libya mendesak Khadafi segera mundur. Pernyataan bersama itu dirilis pada Rabu (27/4) oleh penulis Prancis, Bernard-Henri Levy. “Libya masa depan, saat diktator telah pergi, akan menjadi Libya yang bersatu, dengan Tripoli sebagai ibukotanya, dan tempat kita akan bebas membangun masyarakat sipil berdasarkan keinginan kita sendiri,” ungkap pernyataan bersama tersebut.
Levy menjadi juru bicara tidak resmi di Paris untuk gerakan revolusi di Libya. Dia mendesak Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memobilisasi dukungan militer dan politik secara internasional.
“Setiap suku di Libya diwakili sedikitnya seorang utusan. Ini daftar 61 tandatangan, beberapa suku diwakili 100%, lainnya masih masih terpecah,” kata Levy.
Pada Selasa (26/4), pasukan Khadafi menembakkan roket-roket Grad di pelabuhan Misrata hingga menewaskan seorang pengungsi Afrika dan melukai lebih dari puluhan orang. Enam orang terluka serius. (syarifudin)
Langganan:
Postingan (Atom)