NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) membuat
beberapa perkembangan dalam perundingan, untuk meyakinkan Rusia
mendukung resolusi mengecam kekerasan di Suriah.
Duta Besar Inggris di PBB
Mark Lyall Grant menjelaskan hal itu kemarin.Rusia dan China menjadi
sorotan karena keduanya enggan mendukung draf resolusi usulan Barat yang
didukung Liga Arab.Salah satu isi draf itumendesak Presiden Suriah
Bashar al-Assad mundur.Rusia dan China memiliki hak veto untuk menolak
draf resolusi tersebut. ”Kami membuat beberapa kemajuan hari ini. Ada
semangat untuk mendapatkan teks yang dapat diadopsi dalam beberapa hari
selanjutnya,tapi kami belum mencapai ke sana,” tutur Grant setelah
pertemuan anggota DK PBB selama tiga jam,dikutip AFP.
Dubes
Rusia untuk PBB Vitaly Churkin berkata,”Kami memiliki pemahaman lebih
baik tentang apa yang kami perlu lakukan untuk mencapai sebuah
konsensus. Saya pikir ini satu sesi yang sangat bagus.” Resolusi asli
yang diusulkan Maroko dan didukung Liga Arab serta kekuatan
Barat,mendesak Assad mundur dan mengakhiri operasi militer melawan
oposisi yang telah menewaskan antara 5.000 dan 6.000 orang.
Sejumlahdiplomatmengungkapkan, draf resolusi baru diperkirakan mulai
disusun setelah perundingan pada Rabu(1/2) dan diajukan anggota DK PBB
pada Kamis (2/2) untuk diskusi baru.
Seorang diplomat
menjelaskan, perundingan fokus pada tingkat dukungan yang harus
diberikan DK PBB pada proposal Liga Arab untuk menghentikan kekerasan di
Suriah. Rusia dan China merupakan salah satu negara anggota DK PBB yang
ingin teks resolusi itu dengan jelas menolak semua bentuk intervensi
militer asing, seperti terjadi di Libya.Moskow dan Beijing juga khawatir
dengan semua bentuk dukungan perubahan rezim di Damaskus. Rusia merasa
kecolongansaat Barat memanfaatkan resolusi DK PBB untuk Libya sebagai
dalih operasi militer NATO yang menggulingkan rezim Muammar Khadafi.
Setelah
Khadafi terguling, Libya justru terjerumus dalam perang sipil antara
milisi-milisi bersenjata. Barat tampaknya lepas tangan dari perang sipil
di Libya saat ini. ”Kami tidak akan mengizinkan teks yang akan diadopsi
itu jika kami anggap tidak benar dan akan membawa pada konflik yang
lebih dalam,” ungkap Churkin,dikutip RIA Novosti. Sebelum perundingan,
Dubes India untuk PBB Hardeep Singh Puri menuturkan, negaranya tetap
sulit menerima sejumlah kata dalam draf resolusi tersebut.”Pesan perlu
dikirimkan pada kedua pihak. Sekarang Anda berhadapan dengan oposisi
bersenjata. Bagaimana Anda bisa berharap kedua pihak menyetujui
rekomendasi itu jika prasyaratnya ialah satu pihak turun?”paparnya.
Dubes
AS untuk PBB Susan Rice menyatakan masih banyak waktu untuk melihat
perkembangan yang akan terjadi dalam perundingan DK PBB.”Terlalu dini
menurut saya untuk mengetahui apakah akan ada kese-pakatan. Perlu waktu
lama bagi dewan untuk mengambil langkah berarti,”tuturnya. Pada Selasa
(31/1), Menteri Luar Negeri (menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton
bergabung dengan Menlu Prancis, Inggris, dan Perdana Menteri (PM) Qatar
untuk mendorong resolusi keras terhadap Assad.
Menlu Prancis
Alain Juppe menjelaskan sebelumnya bahwa Rusia menunjukkan sikap yang
tidak terlalu negatif terhadap draf resolusi saat ini.Para diplomat
Barat di New York menyatakan, poin penting dalam draf resolusi itu ialah
untuk tidak melibatkan intervensi militer dalam penyelesaian konflik
Suriah. syarifudin
Cari di Sini
Jumat, 03 Februari 2012
Tragedi Terburuk Sepak Bola Mesir
PORT SAID – Tragedi terburuk dalam sejarah sepak bola Mesir. Sedikitnya
74 orang tewas dan ribuan lainnya terluka dalam bentrok antarsuporter di
Kota Port Said, Mesir, Rabu (1/2) malam waktu setempat.
Insiden berdarah ini merupakan yang paling mematikan sejak Hosni Mubarak terguling dari kekuasaannya. Akibat tragedi itu,ribuan warga Mesir kemarin menggelar unjuk rasa di stasiun kereta utama di Kairo dan meneriakkan, “Turunkan penguasa militer.” Ratusan demonstran berada di depan gedung televisi pemerintah dan merencanakan pawai keliling Ibu Kota.
Pemimpin Dewan Militer Mesir Marsekal Mohamed Hussein Tantawi berjanji menangkap para pelaku bentrok mematikan tersebut.“Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi saat pertandingan sepak bola di Port Said.Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujar Tantawi dalam pidato yang disiarkan langsung televisi Mesir kemarin. Tantawi menjelaskan, komite pencari fakta akan dibentuk. Dia juga berjanji militer tetap menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil setelah pemilu presiden.
“Mesir akan stabil. Kami memiliki peta jalan untuk pemindahan kekuasaan kepada sipil yang terpilih. Jika semua orang merencanakan kekacauan di Mesir,mereka tidak akan berhasil,”tegas Tantawi. Kantor berita Reuters dan AFP menyatakan korban tewas 74 orang, sementara CNN melansir 79 orang. Bentrokan terjadi setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan yang mempertemukan kesebelasan tuan rumah Al-Masry melawan Al- Ahly, tim paling sukses di kompetisi utama sepa kbola Mesir.
Meski menang 3-1, ribuan pendukung Al-Masry menyerbu tengah lapangan dan memburu para pemain Al-Ahly. Sasaran kemarahan mereka juga ditujukan kepada Ultras, pendukung Al-Ahly, yang sepanjang pertandingan disebut melakukan provokasi dan ejekan. “Saat perkelahian terjadi, keadaannya sangat kacau. Sebagian besar korban tewas akibat tergencet banyak orang,terjatuh, terlempar dari teras tempat duduk,” papar sejumlah saksi mata dan petugas kesehatan seperti dikutip Reuters. Tayangan televisi menunjukkan petugas keamanan di stadion tidak terlihat berupaya menghentikan serbuan fans dan perkelahian brutal itu.
Seorang petugas keamanan bahkan tertangkap kamera sedang berbicara melalui telepon seluler saat orang-orang berhamburan ke lapangan. MenteriDalamNegeriMesir Mohamed Ibrahim menyatakan, 47 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan atas insiden berdarah tersebut. Perdana Menteri (PM) Mesir Kamal al-Ganzouri menggelar rapat darurat dewan keamanan yang melibatkan Ibrahim dan satu perwakilan militer. Ganzouri segera memberhentikan kepala keamanan dan kepala investigasi Port Said. Dia juga menerima pengunduran diri Gubernur Port Said. Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menghentikan seluruh pertandingan Liga Primer Mesir.
Sementara Al-Ahly menyatakan menunda semua aktivitas olahraga dan menetapkan tiga hari masa berkabung. Namun langkah itu dianggap beberapa pengamat kurang dapatmeredamkemarahanpendukungsepakbolayangmenjadi korban bentrok tersebut.Apalagi selama satu tahun setelah Mubarak terguling, kekerasan terus terjadi di Mesir. “Orang-orang ingin mengeksekusi Marsekal.Kami akan menuntut hak-hak mereka atau mati seperti mereka,” teriak para fans di stasiun Kairo saat mereka membuka jasadjasad rekan-rekan mereka dan membawa keluar dari kereta. Para politikus kemarin mengecam lemahnya keamanan saat pertandingan sepak bola.
Mereka juga menuduh pemimpin militer membiarkan atau bahkan menyebabkan perkelahian tersebut. Ikhwanul Muslimin (IM) menyatakan ada dalang dalam insiden berdarah tersebut.“Kami mengkhawatirkan ada beberapa pejabat yang menghukum rakyat atas revolusi yang mereka lakukan dan karena keberhasilan mereka melumpuhkan para tiran dan membatasi berbagai keuntungan yang dulu mereka nikmati,” ujar Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP), partai milik IM,yang mendominasi parlemen.
“Aparat keamanan melakukan atau membiarkan ini terjadi. Orang-orang Mubarak masih berkuasa. Pemimpin rezim telah jatuh, tapi semua orangnya masih berada di posisi masing-masing,”teriak Albadry Farghali, anggota parlemen dari Port Said. Beberapa pengamat menganggap perkelahian itu didalangi pihak tertentu yang menargetkan Ultras, pendukung Al-Ahly yang berpengalaman menghadapi polisi di berbagai pertandingan sepak bola, yang kemudian menjadi salah satu kekuatan oposisi dalam revolusi menggulingkan Mubarak. Ultras memainkan peran penting dalam mempertahankan Lapangan Tahrir, Kairo, yang menjadi basis demonstran anti-Mubarak setahun silam.
“ Semua yang terjadi tidak untuk mengacaukan permainan sepak bola.Ini politis.Ini didalangi dewan militer untuk menargetkan Ultras,” ujar Abdullah el-Said, 43, sopir di Port Said.“Dewan militer ingin melumpuhkan Ultras karena mereka mendukung demonstran sejak revolusi muncul.” Meski demikian, banyak rakyat Mesir masih menganggap tentara sebagai satu-satunya penjamin keamanan. Saat seorang aktivis mengecam tentara sebagai dalang kekacauan, seorang pria berteriak kepada para demonstran, “Keamanan telah terwujud.Cukup dengan berbagai unjuk rasa yang menyebabkan kevakuman keamanan.
” Dua tim sepak bola, Al- Masry dan Al-Ahly, memiliki sejarah persaingan.Saksi mata menjelaskan, perkelahian mulai terjadi setelah fans Al-Ahly membentangkan spandukspanduk berisi hinaan dan salah satu dari mereka turun ke lapangan sambil membawa tongkat besi di akhir pertandingan sepak bola. “Saya melihat orang membawa pisau.Beberapa terkena berbagai bentuk senjata, korban lain terjatuh dari kursikursi mereka saat penyerangan terjadi,”kataUsamael-Tafahni, seorang wartawan di lokasi kejadian,kepada Reuters. Banyak fans yang tewas akibat tergencet orang lain yang panik.
Sementara beberapa lainnya tak tertolong akibat terjatuh. Saat kekacauan meningkat, sejumlah fans menembakkan suarke tempatdudukpenonton. “Sejumlah rumah sakit di Terusan Suez siaga dan puluhan ambulans dikirim dari kota-kota Ismailia dan Suez,”ujar petugas layanan ambulans lokal. Sementara indeks saham Mesir sempat turun 4,6% pada awal perdagangan pada Kamis (2/2) setelah bentrok berdarah distadion.Perdagangan sempat dihentikan setelah harga saham turun hingga 5%,termasuk saham milik Orascom Telecom, Palm Hills,dan Ezz Steel.
Bentrokan berdarah di Mesir semakin memperpanjang tragedi di stadion sepakbola. Pada Oktober 1982, sedikitnya 66 orang dilaporkan tewas ketika kerusuhan meletus dalam pertandingan Piala UEFA antara kesebelasan Spartak Moskow dan HFC Haarlem dari Belanda di Stadion Luzhniki,Moskow. Pejabat Uni Soviet tidak melaporkan kejadian ini selama bertahun-tahun.Angka korban tewas diperkirakan lebih dari laporan resmi dan diperkirakan mencapai 340 orang. Publik juga tidak melupakan tragedi Heysel.
Sebanyak 39 orang, sebagian besar warga Italia, tewas, dalam kerusuhan menjelang Final Piala Eropa (sekarang Liga Champions) antara kesebelasan Juventus (Italia) dengan Liverpool (Inggris) di Stadion Heysel,Brussels,Belgia, Mei 1985.Kejadian mengerikanlainnya antaralaintragedi Accra, pada Mei 2001 saat 126 orang tewas akibat berdesakdesakan di stadion utama di Accra, Ghana. Kejadian ini merupakan salah satu musibah terburuk sepak bola Afrika. syarifudin
Insiden berdarah ini merupakan yang paling mematikan sejak Hosni Mubarak terguling dari kekuasaannya. Akibat tragedi itu,ribuan warga Mesir kemarin menggelar unjuk rasa di stasiun kereta utama di Kairo dan meneriakkan, “Turunkan penguasa militer.” Ratusan demonstran berada di depan gedung televisi pemerintah dan merencanakan pawai keliling Ibu Kota.
Pemimpin Dewan Militer Mesir Marsekal Mohamed Hussein Tantawi berjanji menangkap para pelaku bentrok mematikan tersebut.“Saya sangat menyesalkan apa yang terjadi saat pertandingan sepak bola di Port Said.Saya ucapkan belasungkawa kepada keluarga korban,” ujar Tantawi dalam pidato yang disiarkan langsung televisi Mesir kemarin. Tantawi menjelaskan, komite pencari fakta akan dibentuk. Dia juga berjanji militer tetap menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil setelah pemilu presiden.
“Mesir akan stabil. Kami memiliki peta jalan untuk pemindahan kekuasaan kepada sipil yang terpilih. Jika semua orang merencanakan kekacauan di Mesir,mereka tidak akan berhasil,”tegas Tantawi. Kantor berita Reuters dan AFP menyatakan korban tewas 74 orang, sementara CNN melansir 79 orang. Bentrokan terjadi setelah wasit meniup peluit akhir pertandingan yang mempertemukan kesebelasan tuan rumah Al-Masry melawan Al- Ahly, tim paling sukses di kompetisi utama sepa kbola Mesir.
Meski menang 3-1, ribuan pendukung Al-Masry menyerbu tengah lapangan dan memburu para pemain Al-Ahly. Sasaran kemarahan mereka juga ditujukan kepada Ultras, pendukung Al-Ahly, yang sepanjang pertandingan disebut melakukan provokasi dan ejekan. “Saat perkelahian terjadi, keadaannya sangat kacau. Sebagian besar korban tewas akibat tergencet banyak orang,terjatuh, terlempar dari teras tempat duduk,” papar sejumlah saksi mata dan petugas kesehatan seperti dikutip Reuters. Tayangan televisi menunjukkan petugas keamanan di stadion tidak terlihat berupaya menghentikan serbuan fans dan perkelahian brutal itu.
Seorang petugas keamanan bahkan tertangkap kamera sedang berbicara melalui telepon seluler saat orang-orang berhamburan ke lapangan. MenteriDalamNegeriMesir Mohamed Ibrahim menyatakan, 47 orang telah ditahan untuk dimintai keterangan atas insiden berdarah tersebut. Perdana Menteri (PM) Mesir Kamal al-Ganzouri menggelar rapat darurat dewan keamanan yang melibatkan Ibrahim dan satu perwakilan militer. Ganzouri segera memberhentikan kepala keamanan dan kepala investigasi Port Said. Dia juga menerima pengunduran diri Gubernur Port Said. Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menghentikan seluruh pertandingan Liga Primer Mesir.
Sementara Al-Ahly menyatakan menunda semua aktivitas olahraga dan menetapkan tiga hari masa berkabung. Namun langkah itu dianggap beberapa pengamat kurang dapatmeredamkemarahanpendukungsepakbolayangmenjadi korban bentrok tersebut.Apalagi selama satu tahun setelah Mubarak terguling, kekerasan terus terjadi di Mesir. “Orang-orang ingin mengeksekusi Marsekal.Kami akan menuntut hak-hak mereka atau mati seperti mereka,” teriak para fans di stasiun Kairo saat mereka membuka jasadjasad rekan-rekan mereka dan membawa keluar dari kereta. Para politikus kemarin mengecam lemahnya keamanan saat pertandingan sepak bola.
Mereka juga menuduh pemimpin militer membiarkan atau bahkan menyebabkan perkelahian tersebut. Ikhwanul Muslimin (IM) menyatakan ada dalang dalam insiden berdarah tersebut.“Kami mengkhawatirkan ada beberapa pejabat yang menghukum rakyat atas revolusi yang mereka lakukan dan karena keberhasilan mereka melumpuhkan para tiran dan membatasi berbagai keuntungan yang dulu mereka nikmati,” ujar Partai Keadilan dan Kebebasan (FJP), partai milik IM,yang mendominasi parlemen.
“Aparat keamanan melakukan atau membiarkan ini terjadi. Orang-orang Mubarak masih berkuasa. Pemimpin rezim telah jatuh, tapi semua orangnya masih berada di posisi masing-masing,”teriak Albadry Farghali, anggota parlemen dari Port Said. Beberapa pengamat menganggap perkelahian itu didalangi pihak tertentu yang menargetkan Ultras, pendukung Al-Ahly yang berpengalaman menghadapi polisi di berbagai pertandingan sepak bola, yang kemudian menjadi salah satu kekuatan oposisi dalam revolusi menggulingkan Mubarak. Ultras memainkan peran penting dalam mempertahankan Lapangan Tahrir, Kairo, yang menjadi basis demonstran anti-Mubarak setahun silam.
“ Semua yang terjadi tidak untuk mengacaukan permainan sepak bola.Ini politis.Ini didalangi dewan militer untuk menargetkan Ultras,” ujar Abdullah el-Said, 43, sopir di Port Said.“Dewan militer ingin melumpuhkan Ultras karena mereka mendukung demonstran sejak revolusi muncul.” Meski demikian, banyak rakyat Mesir masih menganggap tentara sebagai satu-satunya penjamin keamanan. Saat seorang aktivis mengecam tentara sebagai dalang kekacauan, seorang pria berteriak kepada para demonstran, “Keamanan telah terwujud.Cukup dengan berbagai unjuk rasa yang menyebabkan kevakuman keamanan.
” Dua tim sepak bola, Al- Masry dan Al-Ahly, memiliki sejarah persaingan.Saksi mata menjelaskan, perkelahian mulai terjadi setelah fans Al-Ahly membentangkan spandukspanduk berisi hinaan dan salah satu dari mereka turun ke lapangan sambil membawa tongkat besi di akhir pertandingan sepak bola. “Saya melihat orang membawa pisau.Beberapa terkena berbagai bentuk senjata, korban lain terjatuh dari kursikursi mereka saat penyerangan terjadi,”kataUsamael-Tafahni, seorang wartawan di lokasi kejadian,kepada Reuters. Banyak fans yang tewas akibat tergencet orang lain yang panik.
Sementara beberapa lainnya tak tertolong akibat terjatuh. Saat kekacauan meningkat, sejumlah fans menembakkan suarke tempatdudukpenonton. “Sejumlah rumah sakit di Terusan Suez siaga dan puluhan ambulans dikirim dari kota-kota Ismailia dan Suez,”ujar petugas layanan ambulans lokal. Sementara indeks saham Mesir sempat turun 4,6% pada awal perdagangan pada Kamis (2/2) setelah bentrok berdarah distadion.Perdagangan sempat dihentikan setelah harga saham turun hingga 5%,termasuk saham milik Orascom Telecom, Palm Hills,dan Ezz Steel.
Bentrokan berdarah di Mesir semakin memperpanjang tragedi di stadion sepakbola. Pada Oktober 1982, sedikitnya 66 orang dilaporkan tewas ketika kerusuhan meletus dalam pertandingan Piala UEFA antara kesebelasan Spartak Moskow dan HFC Haarlem dari Belanda di Stadion Luzhniki,Moskow. Pejabat Uni Soviet tidak melaporkan kejadian ini selama bertahun-tahun.Angka korban tewas diperkirakan lebih dari laporan resmi dan diperkirakan mencapai 340 orang. Publik juga tidak melupakan tragedi Heysel.
Sebanyak 39 orang, sebagian besar warga Italia, tewas, dalam kerusuhan menjelang Final Piala Eropa (sekarang Liga Champions) antara kesebelasan Juventus (Italia) dengan Liverpool (Inggris) di Stadion Heysel,Brussels,Belgia, Mei 1985.Kejadian mengerikanlainnya antaralaintragedi Accra, pada Mei 2001 saat 126 orang tewas akibat berdesakdesakan di stadion utama di Accra, Ghana. Kejadian ini merupakan salah satu musibah terburuk sepak bola Afrika. syarifudin
Selasa, 31 Januari 2012
Iran Ancam Hentikan Penjualan Minyak
TEHERAN– Iran kemarin mengancam akan menghentikan penjualan minyak pada
beberapa negara. Ancaman itu kian meningkatkan konflik antara Iran dan
negara-negara Barat.
Menteri Minyak Iran Rostam Qasemi menegaskan, penghentian penjualan minyak itu akan dilaksanakan segera. Tapi, dia tidak menyebut negara- negara mana yang menjadi target kebijakan baru Negeri Mullah tersebut. Langkah Iran ini tampaknya untuk mendahului tindakan Uni Eropa (UE) yang sepakat menghentikan impor minyak Iran mulai 1 Juli mendatang. ”Segera, kami akan menghentikan ekspor minyak ke beberapa negara,” tutur Qasemi, dikutip kantor berita IRNA.
UE saat ini membeli 20% ekspor minyak Iran. Menteri Minyak Iran menyatakan, menghentikan ekspor ke Eropa tidak akan merugikan Teheran.” Minyak Iran memiliki pasarnya sendiri,meski kami memutus ekspor kami ke Eropa,” tegas Qasemi,dikutip BBC. Amerika Serikat (AS) dan UE berupaya menargetkan ekspor minyak Iran sebagai sanksi baru terhadap Teheran. UE sepakat menghentikan semua import minyak dari Iran pada 23 Januari. Namun, embargo itu dijadwalkan diterapkan pada 1 Juli sehingga semua anggota blok Eropa itu memiliki waktu yang cukup untuk mencari pemasok minyak selain Iran.
Pengamat menyatakan,jika Iran menghentikan penjualan minyak pada beberapa negara UE dalam waktu dekat, kebijakan itu dapat menciptakan masalah bagi negara-negara tersebut.Pengamat menganggap Teheran menggunakan taktik ini untuk melunakkan tekanan internasional terhadapnya. ”Saya pikir ini bentuk pelintiran tangan. Mereka mencoba membalik kondisi untuk negosiasi,” papar Ker Chung Yang dari Phillip Futures. Ker menjelaskan, meski semua ancaman itu hanya retorika, sepertinya tidak akan ada dampak besar.
”Saya pikir ini tidak akan dilakukan karena Iran memiliki sejarah untuk tidak melaksanakan semua langkah ekstrem yang mereka peringatkan,”katanya. Parlemen Iran juga menunda sesi debat untuk membahas rancangan undang-undang larangan ekspor minyak ke UE. ”Tidak ada rancangan undangundang semacam itu yang telah diajukan ke parlemen.Yang ada ialah penegasan sejumlah deputi bahwa sangat serius untuk membawa masalah ini pada satu kesimpulan akhir,”tutur Emad Hosseini, juru bicara Komite Energi parlemen Iran, dikutip kantor berita Mehr.
Anggota parlemen Iran lainnya mengatakan, rancangan undang-undang itu akan mewajibkan pemerintah menghentikan suplai minyak Iran ke UE selama lima hingga 15 tahun. Dengan menerapkan sanksi pada UE, anggota parlemen Iran berharap dapat menghentikan rencana blok itu memberlakukan embargo minyak terhadap Teheran. Ekspor minyak merupakan satu-satunya sumber terbesar pendapatan Iran. AS dan UE berupaya menghalangi ekspor minyak Iran untuk memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya. Pasar terbesar ekspor minyak Iran ialah Asia, dengan China, India, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pembeli terbesar minyak Teheran.
AS berupaya meyakinkan negara-negara itu untuk tidak membeli minyak Iran, tapi sejauh ini Jepang menjadi satusatunya negara yang secara terbuka mendukung kebijakan Negeri Paman Sam. Adapun,India dengan jelas menyatakan tidak berminat mengurangi impor minyak dari Iran. ”Tidak mungkin bagi India mengambil keputusan apa pun untuk mengurangi impor dari Iran secara drastis,karena di antara negara-negara yang dapat menyediakan kebutuhan ekonomi-ekonomi yang sedang bangkit, Iran merupakan satu negara penting di antaranya,” ungkap Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee saat mengunjungi AS.
China merupakan pembeli terbesar minyak Iran yang juga tidak bersedia menghentikan impor dari Teheran.Apalagi Beijing saat ini sangat membutuhkan minyak untuk kebutuhan energi mereka yang sangat besar. Sementara, Iran menyatakan sangat optimistis tentang kunjungan pengawas dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
”Kami sangat optimistis tentang hasil kunjungan delegasi IAEA ke Iran. Berbagai pertanyaan mereka akan dijawab selama lawatan ini,” kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, dikutip Mehr. ”Kami tidak menutupi apa pun dan Iran tidak memiliki aktivitas nuklir ilegal.” syarifudin
Menteri Minyak Iran Rostam Qasemi menegaskan, penghentian penjualan minyak itu akan dilaksanakan segera. Tapi, dia tidak menyebut negara- negara mana yang menjadi target kebijakan baru Negeri Mullah tersebut. Langkah Iran ini tampaknya untuk mendahului tindakan Uni Eropa (UE) yang sepakat menghentikan impor minyak Iran mulai 1 Juli mendatang. ”Segera, kami akan menghentikan ekspor minyak ke beberapa negara,” tutur Qasemi, dikutip kantor berita IRNA.
UE saat ini membeli 20% ekspor minyak Iran. Menteri Minyak Iran menyatakan, menghentikan ekspor ke Eropa tidak akan merugikan Teheran.” Minyak Iran memiliki pasarnya sendiri,meski kami memutus ekspor kami ke Eropa,” tegas Qasemi,dikutip BBC. Amerika Serikat (AS) dan UE berupaya menargetkan ekspor minyak Iran sebagai sanksi baru terhadap Teheran. UE sepakat menghentikan semua import minyak dari Iran pada 23 Januari. Namun, embargo itu dijadwalkan diterapkan pada 1 Juli sehingga semua anggota blok Eropa itu memiliki waktu yang cukup untuk mencari pemasok minyak selain Iran.
Pengamat menyatakan,jika Iran menghentikan penjualan minyak pada beberapa negara UE dalam waktu dekat, kebijakan itu dapat menciptakan masalah bagi negara-negara tersebut.Pengamat menganggap Teheran menggunakan taktik ini untuk melunakkan tekanan internasional terhadapnya. ”Saya pikir ini bentuk pelintiran tangan. Mereka mencoba membalik kondisi untuk negosiasi,” papar Ker Chung Yang dari Phillip Futures. Ker menjelaskan, meski semua ancaman itu hanya retorika, sepertinya tidak akan ada dampak besar.
”Saya pikir ini tidak akan dilakukan karena Iran memiliki sejarah untuk tidak melaksanakan semua langkah ekstrem yang mereka peringatkan,”katanya. Parlemen Iran juga menunda sesi debat untuk membahas rancangan undang-undang larangan ekspor minyak ke UE. ”Tidak ada rancangan undangundang semacam itu yang telah diajukan ke parlemen.Yang ada ialah penegasan sejumlah deputi bahwa sangat serius untuk membawa masalah ini pada satu kesimpulan akhir,”tutur Emad Hosseini, juru bicara Komite Energi parlemen Iran, dikutip kantor berita Mehr.
Anggota parlemen Iran lainnya mengatakan, rancangan undang-undang itu akan mewajibkan pemerintah menghentikan suplai minyak Iran ke UE selama lima hingga 15 tahun. Dengan menerapkan sanksi pada UE, anggota parlemen Iran berharap dapat menghentikan rencana blok itu memberlakukan embargo minyak terhadap Teheran. Ekspor minyak merupakan satu-satunya sumber terbesar pendapatan Iran. AS dan UE berupaya menghalangi ekspor minyak Iran untuk memaksa Teheran menghentikan program nuklirnya. Pasar terbesar ekspor minyak Iran ialah Asia, dengan China, India, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) sebagai pembeli terbesar minyak Teheran.
AS berupaya meyakinkan negara-negara itu untuk tidak membeli minyak Iran, tapi sejauh ini Jepang menjadi satusatunya negara yang secara terbuka mendukung kebijakan Negeri Paman Sam. Adapun,India dengan jelas menyatakan tidak berminat mengurangi impor minyak dari Iran. ”Tidak mungkin bagi India mengambil keputusan apa pun untuk mengurangi impor dari Iran secara drastis,karena di antara negara-negara yang dapat menyediakan kebutuhan ekonomi-ekonomi yang sedang bangkit, Iran merupakan satu negara penting di antaranya,” ungkap Menteri Keuangan India Pranab Mukherjee saat mengunjungi AS.
China merupakan pembeli terbesar minyak Iran yang juga tidak bersedia menghentikan impor dari Teheran.Apalagi Beijing saat ini sangat membutuhkan minyak untuk kebutuhan energi mereka yang sangat besar. Sementara, Iran menyatakan sangat optimistis tentang kunjungan pengawas dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
”Kami sangat optimistis tentang hasil kunjungan delegasi IAEA ke Iran. Berbagai pertanyaan mereka akan dijawab selama lawatan ini,” kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi, dikutip Mehr. ”Kami tidak menutupi apa pun dan Iran tidak memiliki aktivitas nuklir ilegal.” syarifudin
Pasukan Suriah Berhasil Rebut Pinggiran Damaskus
AMMAN – Pasukan Suriah kemarin berhasil merebut lagi daerah pinggiran
Damaskus yang dikuasai pemberontak, setelah dua hari pertempuran sengit.
Daerah-daerah pinggiran yang direbut itu kurang dari 8 kilometer dari pusat kekuasaan Presiden Suriah Bashar al- Assad. ”Angkatan Bersenjata SuriahBebas( FSA) melakukantaktik mundur.Pasukan rezim telah menduduki lagi kawasan pinggiran dan mulai melakukan penahanandarirumahke rumah,” paparKamal,aktivisdidaerahal- Ghouta yang dihubungi melalui telepon oleh Reuters. Juru bicara tentara pembelot FSA membenarkan informasi tersebut. ”Tank-tank telah masuk, tapi mereka tidak tahu di mana FSA berada.Kami masih beroperasi dekat Damaskus,” ujar Maher al-Naimi pada Reuters melalui telepon dari Turki.
Aktivis menjelaskan, tentara rezim memasuki daerah pinggiran saat fajar, dengan mengerahkan sedikitnya 50 tank dan kendaraan bersenjata lainnya.Sedikitnya 19 warga sipil dan pemberontak tewas dalam serangan awal. Daerah pinggiran Damaskus beberapa kali menjadi lokasi unjuk rasa antirezim Assad dan menjadi target operasi militer dalam 10 bulan pemberontakan.” Ini perang kota.Terdapat banyak jasad di jalanan,” kata seorang aktivis dari daerah Kfar Batna. Penduduk pusat Damaskus menyatakan melihat tentara dan polisi dikerahkan di sekitar lapangan utama.
Meningkatkan kekerasan itu mengakibatkan Liga Arab menghentikan misi pemantau di Suriah pada pekan lalu. Liga Arab mendesak Assad mundur dan menyerahkan kekuasaan pada wakil presiden untuk membentuk pemerintahan nasional bersatu. Desakan itu ditolak oleh rezim Assad. Sementara,Ketua Liga Arab Nabil Elaraby kemarin menuju New York untuk memberi penjelasan pada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar mendukung rencana blok regional tersebut. Elaraby akan didampingi Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al- Thani yang memimpin komite Liga Arab untuk pengawasan Suriah.
Elarabymenyatakan,dia berharap dapat mengatasi penolakan China dan Rusia untuk mendukung rencana Liga Arab. Pejabat Suriah menyatakan, keputusan Liga Arab untuk menghentikan misi pemantau akan meningkatkan tekanan di DK PBB agar ada intervensi asing dan mendorong kelompok- kelompok bersenjata meningkatkan kekerasan. Assad menyatakan, kekerasan di Suriah dilakukan militan yang mendapat dukungan asing.Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan, 41 warga sipil tewas di penjuru Suriah pada Minggu (29/1), termasuk 14 orang di Provinsi Homs dan 12 orang di kota Hama.
Sebanyak 31 tentara dan aparat keamanan juga tewas, sebagian besar karena dua serangan oleh tentara desersi di Provinsi Idlib. Kantor berita SANA melaporkan, pemakaman militer untuk 28 tentara dan polisi dilakukan pada Sabtu (28/1) dan 23 aparat keamanan lainnya pada Minggu (29/1). Rezim Suriah menyatakan, lebih dari 2.000 aparat keamanan tewas saat menghadapi berbagai kelompok bersenjata. syarifudin
Daerah-daerah pinggiran yang direbut itu kurang dari 8 kilometer dari pusat kekuasaan Presiden Suriah Bashar al- Assad. ”Angkatan Bersenjata SuriahBebas( FSA) melakukantaktik mundur.Pasukan rezim telah menduduki lagi kawasan pinggiran dan mulai melakukan penahanandarirumahke rumah,” paparKamal,aktivisdidaerahal- Ghouta yang dihubungi melalui telepon oleh Reuters. Juru bicara tentara pembelot FSA membenarkan informasi tersebut. ”Tank-tank telah masuk, tapi mereka tidak tahu di mana FSA berada.Kami masih beroperasi dekat Damaskus,” ujar Maher al-Naimi pada Reuters melalui telepon dari Turki.
Aktivis menjelaskan, tentara rezim memasuki daerah pinggiran saat fajar, dengan mengerahkan sedikitnya 50 tank dan kendaraan bersenjata lainnya.Sedikitnya 19 warga sipil dan pemberontak tewas dalam serangan awal. Daerah pinggiran Damaskus beberapa kali menjadi lokasi unjuk rasa antirezim Assad dan menjadi target operasi militer dalam 10 bulan pemberontakan.” Ini perang kota.Terdapat banyak jasad di jalanan,” kata seorang aktivis dari daerah Kfar Batna. Penduduk pusat Damaskus menyatakan melihat tentara dan polisi dikerahkan di sekitar lapangan utama.
Meningkatkan kekerasan itu mengakibatkan Liga Arab menghentikan misi pemantau di Suriah pada pekan lalu. Liga Arab mendesak Assad mundur dan menyerahkan kekuasaan pada wakil presiden untuk membentuk pemerintahan nasional bersatu. Desakan itu ditolak oleh rezim Assad. Sementara,Ketua Liga Arab Nabil Elaraby kemarin menuju New York untuk memberi penjelasan pada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar mendukung rencana blok regional tersebut. Elaraby akan didampingi Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al- Thani yang memimpin komite Liga Arab untuk pengawasan Suriah.
Elarabymenyatakan,dia berharap dapat mengatasi penolakan China dan Rusia untuk mendukung rencana Liga Arab. Pejabat Suriah menyatakan, keputusan Liga Arab untuk menghentikan misi pemantau akan meningkatkan tekanan di DK PBB agar ada intervensi asing dan mendorong kelompok- kelompok bersenjata meningkatkan kekerasan. Assad menyatakan, kekerasan di Suriah dilakukan militan yang mendapat dukungan asing.Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan, 41 warga sipil tewas di penjuru Suriah pada Minggu (29/1), termasuk 14 orang di Provinsi Homs dan 12 orang di kota Hama.
Sebanyak 31 tentara dan aparat keamanan juga tewas, sebagian besar karena dua serangan oleh tentara desersi di Provinsi Idlib. Kantor berita SANA melaporkan, pemakaman militer untuk 28 tentara dan polisi dilakukan pada Sabtu (28/1) dan 23 aparat keamanan lainnya pada Minggu (29/1). Rezim Suriah menyatakan, lebih dari 2.000 aparat keamanan tewas saat menghadapi berbagai kelompok bersenjata. syarifudin
Senin, 30 Januari 2012
Presiden Yaman Dirawat di AS
NEW YORK - Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh kemarin tiba di Amerika
Serikat (AS) untuk menerima perawatan medis akibat luka-luka yang
dideritanya saat upaya pembunuhan terhadapnya.
Dia meninggalkan Yaman, pekan lalu, setelah mengesahkan undang-undang yang memberinya kekebalan hukum dari pengadilan. Saleh juga telah mengucapkan pidato perpisahan yang disiarkan televisi. Saleh menuju AS dari Oman dan Inggris, setelah mendapat izin dari AS untuk berkunjung. “Presiden Saleh tiba malam ini di AS untuk kunjungan medis pribadi jangka pendek,”papar juru bicara Kedutaan Besar (kedubes) Yaman di AS Mohammed Albasha,dikutip AFP. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS mengonfirmasi kedatangannya.
Pejabat AS pertama kali mengumumkan pada Desember bahwa Saleh ingin ke Negeri Paman Sam untuk perawatan luka-lukanya akibat serangan bom. Pemimpin Yaman berusia 69 tahun itu mengalami luka parah dalam serangan di sebuah masjid dalam kompleks istana kepresidenan pada 3 Juni silam. Saleh menghabiskan waktu beberapa bulan untuk perawatan medis di Arab Saudi dan banyak rakyat Yaman yang yakin kepergiannya itu akan permanen. Namun, dia kembali ke Yaman dan tetap memegang kekuasaan. Tindakan itu makin meningkatkan unjuk rasa melawan pemerintahannya.
Saleh menyerahkan kekuasaan pada wakilnya Abd-Rabbu Mansour Hadi pada November, dalam kesepakatan yang dimediasi negara-negara Teluk Arab untuk mengakhiri kekerasan. Namun dia tetap menjadi tokoh utama hingga pemilu presiden yang digelar 21 Februari untuk memilih penggantinya. AS mendesak Saleh meninggalkan Yaman hingga pemilu selesai.Namun, Saleh tampaknya berharap dapat kembali ke negaranya sebelum pemilu. Menurut pengamat, kunjungan Saleh ke New York sangat sensitif bagi AS.
Pemimpin Yaman selama ini merupakan aliansi dekat Washington dalam perang melawan terorisme. Tapi pejabat AS tidak ingin dianggap sebagai pelindung seorang otokrat.Menurut AS, kunjungan Saleh memiliki tujuan pribadi dan untuk periode terbatas. Sementara, demonstran di Yaman marah karena Saleh mendapatkan kekebalan dari tuntutan pengadilan.Pengunjuk rasa ingin menyeret Saleh ke pengadilan atas berbagai tindakan pelanggaran, termasuk pembunuhan terhadap demonstran. Namun undang-undang itu hanya memberi kekebalan terbatas pada pejabat pemerintahan dan militer yang menjabat bersama Saleh.Mereka tetap dapat didakwa untuk berbagai tindakan terorisme atau korupsi.
Ratusan orang tewas dalam satu tahun unjuk rasa menentang 33 tahun kekuasaan Saleh. Gerakan unjuk rasa di Yaman terinspirasi oleh revolusi yang berhasil menggulingkan pemimpin Tunisia, Mesir, dan Libya. Tidaksepertitindakanuntuk menggulingkan rezim Muammar Khadafi, Barat tidak bersikap terlalu keras terhadap Saleh karena Yaman berbeda dengan Libya.
Negara-negara Barat dan Teluk Arab khawatir kerusuhan di Yaman dapat memberi peluang bagi Al Qaeda untuk menguatkan pengaruh di wilayah- wilayah pinggiran yang tidak terkontrol pemerintah pusat. syarifudin
Dia meninggalkan Yaman, pekan lalu, setelah mengesahkan undang-undang yang memberinya kekebalan hukum dari pengadilan. Saleh juga telah mengucapkan pidato perpisahan yang disiarkan televisi. Saleh menuju AS dari Oman dan Inggris, setelah mendapat izin dari AS untuk berkunjung. “Presiden Saleh tiba malam ini di AS untuk kunjungan medis pribadi jangka pendek,”papar juru bicara Kedutaan Besar (kedubes) Yaman di AS Mohammed Albasha,dikutip AFP. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS mengonfirmasi kedatangannya.
Pejabat AS pertama kali mengumumkan pada Desember bahwa Saleh ingin ke Negeri Paman Sam untuk perawatan luka-lukanya akibat serangan bom. Pemimpin Yaman berusia 69 tahun itu mengalami luka parah dalam serangan di sebuah masjid dalam kompleks istana kepresidenan pada 3 Juni silam. Saleh menghabiskan waktu beberapa bulan untuk perawatan medis di Arab Saudi dan banyak rakyat Yaman yang yakin kepergiannya itu akan permanen. Namun, dia kembali ke Yaman dan tetap memegang kekuasaan. Tindakan itu makin meningkatkan unjuk rasa melawan pemerintahannya.
Saleh menyerahkan kekuasaan pada wakilnya Abd-Rabbu Mansour Hadi pada November, dalam kesepakatan yang dimediasi negara-negara Teluk Arab untuk mengakhiri kekerasan. Namun dia tetap menjadi tokoh utama hingga pemilu presiden yang digelar 21 Februari untuk memilih penggantinya. AS mendesak Saleh meninggalkan Yaman hingga pemilu selesai.Namun, Saleh tampaknya berharap dapat kembali ke negaranya sebelum pemilu. Menurut pengamat, kunjungan Saleh ke New York sangat sensitif bagi AS.
Pemimpin Yaman selama ini merupakan aliansi dekat Washington dalam perang melawan terorisme. Tapi pejabat AS tidak ingin dianggap sebagai pelindung seorang otokrat.Menurut AS, kunjungan Saleh memiliki tujuan pribadi dan untuk periode terbatas. Sementara, demonstran di Yaman marah karena Saleh mendapatkan kekebalan dari tuntutan pengadilan.Pengunjuk rasa ingin menyeret Saleh ke pengadilan atas berbagai tindakan pelanggaran, termasuk pembunuhan terhadap demonstran. Namun undang-undang itu hanya memberi kekebalan terbatas pada pejabat pemerintahan dan militer yang menjabat bersama Saleh.Mereka tetap dapat didakwa untuk berbagai tindakan terorisme atau korupsi.
Ratusan orang tewas dalam satu tahun unjuk rasa menentang 33 tahun kekuasaan Saleh. Gerakan unjuk rasa di Yaman terinspirasi oleh revolusi yang berhasil menggulingkan pemimpin Tunisia, Mesir, dan Libya. Tidaksepertitindakanuntuk menggulingkan rezim Muammar Khadafi, Barat tidak bersikap terlalu keras terhadap Saleh karena Yaman berbeda dengan Libya.
Negara-negara Barat dan Teluk Arab khawatir kerusuhan di Yaman dapat memberi peluang bagi Al Qaeda untuk menguatkan pengaruh di wilayah- wilayah pinggiran yang tidak terkontrol pemerintah pusat. syarifudin
Langganan:
Postingan (Atom)