GUANTANAMO – Lima pria tersangka perencana serangan 11 September 2001
(9/11) di Amerika Serikat (AS), secara resmi didakwa melakukan berbagai
kejahatan, termasuk pembunuhan dan terorisme.
Tersangka yang mengaku sebagai
dalang serangan 9/11 Khalid Sheikh Mohammed dan empat orang lainnya,
diberi hak untuk membela diri.Pengadilan militer khusus itu mendakwa
Mohammed, 47, dan empat tersangka lainnya melakukan konspirasi,
menyerang warga sipil,membunuhdanmelanggar hukum perang,membuat
kerusakan, pembajakan,
dan terorisme atas peran mereka dalam
serangan militan Al-Qaeda yang menerbangkan pesawat yang dibajak ke
gedung kembar World Trade Center di New York, Pentagon, dan satu
lapangan di Pennsylvania. Jika terbukti bersalah,lima tersangka itu akan
menghadapi hukuman mati atas peran mereka dalam serangan 9/11 yang
menewaskan 2.976 orang. Mohammed didakwa bersama keponakan laki-lakinya
asal PakistanAliAbd al-AzizAli yang juga dipanggil Ammar al-Baluchi.
Selain
itu, terdakwa ialah Mustapha al-Hawsawi dari Arab Saudi, Ramzi
Binalshibh, dan Walid bin Attash dari Yaman. Setelah pemeriksaan
pengadilan selama lebih dari sembilan jam,Mohammed dan terdakwa lainnya
diberi kesempatan melakukan pembelaan diri. “Mungkin Anda tidak akan
melihat kami lagi.Anda akan membunuh kami,” ujar Binalshibh kepada Hakim
James Pohl, dalam momen dramatis saat pengadilan di pangkalan militer
AS di tenggara Kuba,dikutip AFP.
Para tersangka mengenakan
pakaian putih, beberapa orang mengenakan sorban putih. Sebagian besar
tersangka hanya mengikuti proses pengadilan dengan diam, menolak
berbincang-bincang dengan para petugas. Binalshibh menginterupsi proses
pengadilan untuk berdiri menjalankan salat, termasuk bersujud dan
berdiri. Dia juga berkata,“Era Muammar Khadafi telah berakhir, tapi Anda
memiliki Khadafi di kamp.
Anda akan membunuh kami dan mengatakan
bahwa kami melakukan bunuh diri.” Hanya Walid bin Attash yang diikat
tangannya saat semua tersangka dibawa ke pengadilan. Namun, Pohl
memerintahkan penjaga melepas borgol tangannya setelah ada jaminan dia
akan bertindak sopan. Ini merupakan kedua kalinya AS mengadili para
tersangka 9/11.Selama proses pengadilan, kelima tersangka sebagian besar
menundukkan pandangan ke lantai.
Dua dari mereka membaca
Alquran. Mereka juga saling memberikan majalah The Economistantar
mereka. “Terdakwa menolak menjawab,” ujar Pohl berulang kali, setiap
kali tersangka menolak merespons berbagai pertanyaan yang diajukan pada
mereka. Mohammed tampak tenang dan janggutnya yang panjang tampaknya
diberi pewarna merah henna.
Pengacara Mohammed, David
Nevin,mengatakan bahwa kliennya mungkin tidak akan bicara dalam
pengadilan kali ini,karena dia sangat meragukan kejujuran proses
pengadilan ini. Mohammed tiga tahun lalu mengakui merencanakan serangan
9/11. Para tersangka menolak mengenakan headphone untuk mendengarkan
terjemahan dari proses pengadilan yang digelar dalam bahasa Inggris.
Menurut pengacara mereka, mengenakan headphone mengingatkan para
tersangka pada interogasi keras yang mereka alami selama ini.
syarifudin
Cari di Sini
Senin, 07 Mei 2012
Hollande Diunggulkan Akhiri Era Sarkozy
PARIS – Prancis kemarin menggelar pemilu presiden (pilpres) putaran
akhir untuk memilih Nicolas Sarkozy atau Francois Hollande. Pemilu ini
dapat mengakhiri pemerintahan Presiden Sarkozy dan menjadikan Hollande
sebagai presiden pertama di Prancis dari Partai Sosialis dalam 17 tahun
terakhir.
Banyak pengamat mengatakan pilpres ini merupakan akhir era Sarkozy,tetapi semua pihak tetap harus menunggu hingga penghitungan suara selesai. Kubu konservatif yang mendukung Sarkozy mengakui bahwa mereka membutuhkan keajaiban untuk mengubah kondisi yang tidak menguntungkan saat ini. “Dia (Sarkozy) seperti seorang pelari. Dia tidak akan menghiraukan apa pun hingga garis finis.
Tapi saya katakan peluangnya hanya satu dari enam,” tutur anggota lingkaran dalam Sarkozy kepada Reuters. Adapun ekonom dari BNP Paribas Dominique Barbet mengatakan,“Ketidakpastian tentang hasil pemilu ini turun ke level yang sangat rendah.” Pada pilpres putaran pertama, Hollande meraih 28,6% suara dan Sarkozy hanya 26,2% suara. Popularitas Sarkozy terus merosot tajam karena dia dianggap tidak mampu mengatasi tingginya tingkat pengangguran dalam lima tahun pemerintahannya.
Adapun Hollande unggul antara empat hingga delapan poin di atas Sarkozy dalam sejumlah polling terakhir.Hasil pemilu kali ini jelas akan mengubah wajah Prancis dan bahkan Uni Eropa mendatang. Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka sejak pukul 8 pagi hingga 6 sore kemarin. Untuk beberapa kota besar di Prancis,TPS ditutup dua jam lebih lama. Hasil penghitungan cepat akan dipublikasikan segera setelah TPS ditutup.
Media massa tidak berani memublikasikan hasil sementara pemilu sebelum batas waktu itu karena berisiko dapat didenda atau dituntut pengadilan. Hollande selama beberapa pekan unggul dalam sejumlah polling.Programnya antara lain menaikkan pajak, khususnya bagi warga berpenghasilan tinggi,untuk mendanai pengeluaran dan mempertahankan tingkat defisit anggaran.
Selain dari berbagai program yang dijanjikannya, Hollande meraih keuntungan dari sentimen anti-Sarkozy yang semakin kuat. Sarkozy dianggap pengkritiknya merupakan sosok yang arogan. Publik juga marah karena ekonomi yang memburuk di negara itu. Pemilu di Prancis ini digelar bersamaan dengan Pemilu Yunani di mana pemilih di dua negara itu diperkirakan akan menghukum partai-partai besar akibat krisis ekonomi.
“Jelas bahwa pemilih akan mengecam berbagai kebijakan pemerintah yang gagal,” papar ekonom peraih Nobel Paul Krugman kepada Reuters TV di NewYork. Sarkozy juga dinilai lambat dalam meluncurkan kampanye dan membeberkan program- programnya. Dia juga sulit meraih dukungan pemilih berpenghasilan rendah karena mereka lebih memilih kandidat sayap kiri radikal atau kanan ekstrem.
Ditambah lagi dua kandidat presiden yang kalah dalam pilpres putaran pertama menolak mendukung Sarkozy. Dua kandidat itu ialah pemimpin kanan jauh Marine le Pen dan sayap tengah Francois Bayrou. Sementara itu, Sarkozy pada Sabtu (5/5) mengurung diri di kediamannya di Paris bersama istrinya mantan supermodel Carla Bruni.
Adapun Hollande dan pasangannya Valerie Trierweiler menemui para pendukung mereka, menandatangani buku,serta mencicipi keju dan strawberry di daerah perdesaan Prancis. Jika Hollande menang pilpres, bersama pemerintahan sayap kiri minoritas di Eropa, dia akan menantang Jerman untuk fokus pada kebijakan penghematan anggaran di zona euro. ●syarifudin
Banyak pengamat mengatakan pilpres ini merupakan akhir era Sarkozy,tetapi semua pihak tetap harus menunggu hingga penghitungan suara selesai. Kubu konservatif yang mendukung Sarkozy mengakui bahwa mereka membutuhkan keajaiban untuk mengubah kondisi yang tidak menguntungkan saat ini. “Dia (Sarkozy) seperti seorang pelari. Dia tidak akan menghiraukan apa pun hingga garis finis.
Tapi saya katakan peluangnya hanya satu dari enam,” tutur anggota lingkaran dalam Sarkozy kepada Reuters. Adapun ekonom dari BNP Paribas Dominique Barbet mengatakan,“Ketidakpastian tentang hasil pemilu ini turun ke level yang sangat rendah.” Pada pilpres putaran pertama, Hollande meraih 28,6% suara dan Sarkozy hanya 26,2% suara. Popularitas Sarkozy terus merosot tajam karena dia dianggap tidak mampu mengatasi tingginya tingkat pengangguran dalam lima tahun pemerintahannya.
Adapun Hollande unggul antara empat hingga delapan poin di atas Sarkozy dalam sejumlah polling terakhir.Hasil pemilu kali ini jelas akan mengubah wajah Prancis dan bahkan Uni Eropa mendatang. Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka sejak pukul 8 pagi hingga 6 sore kemarin. Untuk beberapa kota besar di Prancis,TPS ditutup dua jam lebih lama. Hasil penghitungan cepat akan dipublikasikan segera setelah TPS ditutup.
Media massa tidak berani memublikasikan hasil sementara pemilu sebelum batas waktu itu karena berisiko dapat didenda atau dituntut pengadilan. Hollande selama beberapa pekan unggul dalam sejumlah polling.Programnya antara lain menaikkan pajak, khususnya bagi warga berpenghasilan tinggi,untuk mendanai pengeluaran dan mempertahankan tingkat defisit anggaran.
Selain dari berbagai program yang dijanjikannya, Hollande meraih keuntungan dari sentimen anti-Sarkozy yang semakin kuat. Sarkozy dianggap pengkritiknya merupakan sosok yang arogan. Publik juga marah karena ekonomi yang memburuk di negara itu. Pemilu di Prancis ini digelar bersamaan dengan Pemilu Yunani di mana pemilih di dua negara itu diperkirakan akan menghukum partai-partai besar akibat krisis ekonomi.
“Jelas bahwa pemilih akan mengecam berbagai kebijakan pemerintah yang gagal,” papar ekonom peraih Nobel Paul Krugman kepada Reuters TV di NewYork. Sarkozy juga dinilai lambat dalam meluncurkan kampanye dan membeberkan program- programnya. Dia juga sulit meraih dukungan pemilih berpenghasilan rendah karena mereka lebih memilih kandidat sayap kiri radikal atau kanan ekstrem.
Ditambah lagi dua kandidat presiden yang kalah dalam pilpres putaran pertama menolak mendukung Sarkozy. Dua kandidat itu ialah pemimpin kanan jauh Marine le Pen dan sayap tengah Francois Bayrou. Sementara itu, Sarkozy pada Sabtu (5/5) mengurung diri di kediamannya di Paris bersama istrinya mantan supermodel Carla Bruni.
Adapun Hollande dan pasangannya Valerie Trierweiler menemui para pendukung mereka, menandatangani buku,serta mencicipi keju dan strawberry di daerah perdesaan Prancis. Jika Hollande menang pilpres, bersama pemerintahan sayap kiri minoritas di Eropa, dia akan menantang Jerman untuk fokus pada kebijakan penghematan anggaran di zona euro. ●syarifudin
Jumat, 04 Mei 2012
Menanti Prancis di Tangan Sosialis
Kini ada pertanyaan besar saat pemilu presiden
(pilpres) putaran akhir di Prancis hari ini. Siapa yang akan terpilih untuk
memimpin negeri itu lima tahun mendatang? Yang pasti, siapa pun yang akan
terpilih, akan menghadapi teka-teki bagaimana cara melakukan reformasi untuk
menghadapi tantangan ekonomi abad 21.
Nicolas Sarkozy dari kubu Konservatif memiliki
energi hebat saat terpilih pada pilpres 2007. Namun popularitasnya mulai luntur
setelah melonggarkan aturan 35 jam kerja per pekan dan menambah usia pensiunan
dari usia 60 tahun menjadi 62 tahun. Kebijakan terbarunya ialah mengurangi
biaya tenaga kerja dengan memotong asuransi sosial yang dikenakan pada gaji dan
menaikkan pajak nilai tambah pada sejumlah barang dan jasa.
Di tengah kemerosotan popularitasnya, kini
Sarkozy menghadapi lawan berat, Francois Hollande yang menjadi kandidat
unggulan untuk melengserkannya dari kursi nomor satu di negeri itu. Hollande
menegaskan bahwa dia akan mencabut berbagai kebijakan Sarkozy dan terkesan
menolak mencoba kebijakan reformasi ekonomi yang diusulkan banyak ekonom dan Uni
Eropa.
“Apakah semua orang benar-benar yakin bahwa
liberalisme, privatisasi, deregulasi yang membawa kita menuju ke tempat di mana
kita berada sekarang dalam krisis finansial, akan membantu kita keluar dari
krisis ini?” ujar Hollande pekan lalu saat ditanya apakah dia akan melakukan
langkah-langkah yang diterapkan di Spanyol dan Italia.
Hollande menegaskan, “Saya yakin saat ini
bahwa cara kita dapat menciptakan pertumbuhan ialah melalui teknologi baru,
melalui pendidikan tinggi dan sumber energi baru.”
Saat ditanya tentang proposal panel 2008 yang
dipimpin ekonom Jacques Attali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Prancis,
Hollande menolak usulan tersebut. Attali menyarankan pemerintah menerapkan peraturan
baru untuk sejumlah profesi seperti perusahaan taksi dan farmasi untuk
mendorong kompetisi, atau mengijinkan toko-toko tetap buka setiap hari Minggu.
Terlalu
Nyaman?
Kebenaran yang ada ialah sebagian besar rakyat
Prancis terlalu nyaman dengan kondisi sekarang, meskipun ada 10% pengangguran,
ekonomi yang stagnan dan utang nasional yang mendekati 90% anggaran
pengeluaran. Rakyat Prancis dinilai terlalu nyaman untuk perubahan radikal
terhadap cara hidupnya.
Meskipun saat ini di Prancis ada peringatan
tentang deindustrialisasi dan penurunan ekonomi relatif selama kampanye pemilu,
khususnya jika dibandingkan dengan negara tetangga, Jerman, ternyata publik
tidak terlalu khawatir.
Ini karena Prancis telah kebal dari tekanan
pasar saham yang memaksa Yunani, Irlandia, dan Portugal melakukan bailout dan Italia
serta Spanyol melakukan langkah besar reformasi struktural.
Ada momen singkat saat badan perangkingan
Standard & Poor menghapus rangking kredit –A dari Paris, untuk pertama kali
pada Januari. Paris tetap meminjam dengan tingkat terendah sepanjang sejarah
sebesar 3,1% untuk saham berjangka 10 tahun, karena para investor tidak hanya
menganggap nasib ekonomi Prancis terkait dengan Jerman, tapi juga karena Paris
memiliki catatan yang solid untuk meningkatkan pendapatan.
Janji
Reformasi
Beberapa penasehat ekonomi Hollande menyatakan
bahwa kandidat Sosialis itu akan lebih reformis saat menjadi presiden. “Partai
Sosialis menawarkan posisi lebih kuat bagi serikat buruh di perusahaan dan
lebih konsultatif dala pemerintahan untuk melakukan reformasi sistem pensiun
dan menerima pengurangan pengeluaran publik yang diperlukan,” papar para
penasehat ekonomi Hollande.
Harapan utama Hollande ialah CFDT, konfederasi
serikat buruh terbesar kedua di Prancis yang sejak lama mengidamkan reformasi
untuk masalah pemogokan kerja. Namun CFDT dibayangi oleh CGT, serikat buruh
dari kubu Komunis serta sejumlah serikat buruh yang lebih radikal. Kondisi
serikat buruh di Prancis memang terpecah dan saling berkonfrontasi.
Sarkozy pernah berupaya menegosiasikan
reformasi pensiun dengan berbagai serikat buruh yang ada, namun upaya itu
kandas karena dia justru melawan para pengunjuk rasa. Dia menghabiskan banyak
kampanye untuk melawan serikat buruh, terutama CGT. Sarkozy bahkan menyebut CGT
sebagai lembaga penengah yang mendistorsi keinginan rakyat Prancis.
Jika Sarkozy terpilih lagi, Prancis akan
menyaksikan gelombang unjuk rasa serikat buruh yang menentang rencana
pemerintah untuk memaksakan pelatihan lagi bagi warga yang menganggur untuk
mendapat lowongan kerja pertama yang ada. Puluhan ribu aktivis yang mendukung
kubu Komunis juga memperingatkan akan menentang presiden manapun yang mencoba mencabut
hak-hak sosial mereka.
Teori politik “Nixon to China” menunjukkan
bahwa Hollande mungkin memiliki peluang lebih baik melakukan reformasi negara
kesejahteraan dan pasar buruh, dibandingkan Sarkozy, karena Hollande tidak
banyak digugat serikat buruh yang militan.
Selain itu, beberapa penasehat ekonomi Holande
mengatakan, antara 1997 dan 2002, Sosialis Lionel Jospin membuka lebih banyak
perusahaan negara pada modal swasta dibandingkan Perdana Menteri (PM) konservatif
manapun.
Hollande mengatakan, dia akan segera
meluncurkan negosiasi Eropa untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi jika
terpilih pada pilpres hari ini. Dia juga menegaskan akan menyerukan audit
segera keuangan publik.
Hal itu dapat memberinya pelindung politik
untuk melakukan pemotongan anggaran publik karena buruknya kondisi fiskal dan
ekonomi. Selain itu, Hollande juga sepakat mendorong reformasi struktural untuk
berkompromi dengan Jerman sesuai pakta pertumbuhan Eropa.
Dari
Lembek Jadi Hebat
Pada pemilu presiden (pilpres) Prancis 2007,
Francois Hollande merupakan pria gemuk yang memainkan peran pinggiran setelah
Segolene Royal, kandidat presiden dari Partai Sosialis saat itu dan ibu bagi empat
anaknya.
Sekarang, Hollande merupakan kandidat presiden
dari Partai Sosialis dan berada di tepi kemenangannya. Sosoknya semakin nampak
sebagai negarawan, dengan lingkar pinggang yang seimbang, kerutan kening, dan janji-janji
meyakinkan. Bahkan dia berhasil dengan gemilang melalui debat sengit pekan ini
melawan Nicolas Sarkozy, presiden Prancis.
Meski dalam beberapa hari terakhir jajak
pendapat menunjukkan Hollande unggul, namun dia tetap harus mengalahkan Sarkozy
dalam pemilu presiden (pilpres) putaran akhir hari ini. Namun dari perkembangan
yang ada, Hollande diyakini akan membuat perubahan yang luar biasa untuk
jabatan kursi nomor satu di Prancis.
Dalam foto pawai kampanye yang sempurna di
depan matahari terbit di Prancis selatan, Hollande dengan yakin mendeklarasikan
diri bahwa dia siap memimpin negeri itu.
Ini jelas merupakan kata-kata ambisius bagi
seorang pria yang kadang disebut selunak strawberry oleh teman-temannya
Sosialis. Beberapa pihak menyebutnya manisan yang putih dan empuk (marshmallow).
Bahkan pertunjukan boneka satir, Les Guignols de l'Info, menyamakan dia seperti
kue puding.
Sebagai pemimpin Partai Sosialis sejak 1997
hingga 2008, dia sering kali muncul sebagai corong untuk tokoh-tokoh partai
yang lebih terkenal. Partai itu pun hampir saja terpecah belah saat berada
dalam kepemimpinannya.
Saat Partai Sosialis menuju pemilu 2007, Royal
lebih populer daripada Hollande. Salah satu jajak pendapat menunjukkan Royal
mendapat 42% dukungan, sedangkan Hollande hanya 12%. Hollande bahkan diejek
dengan sebutan “Tuan Royal” salam kampanye kandidat Sosialis saat itu.
Namun seiring perjalanan waktu selama
pemerintahan Sarkozy, Hollande semakin menunjukkan pengaruhnya sebagai
penantang potensial. Namun Sosialis justru memiliki kandidat lain untuk
nominasi partai, yakni mantan Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique
Strauss-Kahn. Setelah karir politik Strauss-Kahn hancur akibat skandal seksual,
Hollande mulain terlihat sebagai kandidat yang lebih baik dan semakin baik.
Hollande dikabarkan mengurangi makan burger
dan merampingkan perutnya yang buncit. Dia mulai memperluas pergaulan dan
memilih teman-temannya. Dia bahkan menanggalkan kaca matanya.
Dia mennajikan menjadi presiden yang normal,
di tengah kekhawatiran publik tentang masa depan. Hingga puncaknya pada debat
televisi melawan Sarkozy, Hollande tampak sangat percaya diri dengan berbagia
argumennya.
“Tidak seorang pun benar-benar mengenal
Francois Hollande. Tak seorang pun benar-benar menduga kekuatan yang dapat dia
miliki. Dan kita telah membuktikannya,” tutur penulis biografi Hollande, Serge
Raffy.
Dalam kampanye terakhir Hollande pada Kamis
(3/5), pensiunan Daniel Troupeau sepakat, “Francois Hollande terlahir untuk
ini. Dia sangat agresif, tapi dia tahu cara memberikan jawaban balik. Dia
memiliki karakter seorang presiden hebat.” (syarifudin)
Kamis, 03 Mei 2012
Pengacak Sinyal Korut Ganggu Penerbangan Korsel
SEOUL
– Pengacak sinyal elektronik dari Korea Utara (Korut) mengganggu
252 penerbangan sipil yang masuk dan keluar Korea Selatan (Korsel).
Namun, pengacak sinyal itu tidak membahayakan pesawat.
“Kami mengonfirmasi pengacak sinyal GPS (global positioning system) berasal dari Korut,” papar Deputi Direktur Komisi Komunikasi Korsel Lee Kyung-woo,kepada AFP. Kementerian Transportasi Korsel dalam pernyataannya pada AFP mengonfirmasi pengacakan sinyal tersebut, tapi tidak mengatakan pihak mana yang bertanggung jawab. Korut sebelumnya pernah dituduh Korsel telah mengacak sinyal sistem GPS, namun tindakan itu tidak banyak mempengaruhi penerbangan sipil.
Menurut Kementerian Transportasi Korsel, sebanyak 241 penerbangan oleh sembilan maskapai Korsel dan 11 penerbangan yang dioperasikan sembilan maskapai asing, terganggu oleh pengacakan sinyal tersebut sejak Sabtu (28/4). Pada hari itu, Korsel telah mengeluarkan peringatan untuk para pilot dan mas-kapai. Direktur Kementerian Transportasi Korsel Kim Choonoh menjelaskan, pengacakan sinyal itu dapat terdeteksi di sekitar bandara internasional Incheon.
“Otoritas sedang melacak asalnya.Meskipun mengganggu GPS,tidak ada ancaman serius untuk keamanan penerbangan karena pesawat menggunakan perangkat navigasi lainnya, ”tuturnya. Kim menjelaskan, terjadi gangguan singkat sistem GPS penerbangan sipil tahun lalu. “Tapi jenis gangguan yang meluas ini tidak biasa,”paparnya. Juru Bicara Kepala Staf Gabungan Korsel menolak mengatakan apakah pengacakan sinyal ini juga diarahkan terhadap militer.
“Tidak ada masalah dengan operasi militer kami,”ujarnya. Menteri Pertahanan Korsel pada Oktober 2010 mengatakan, peralatan pengacak sinyal milik Korut dapat mengganggu sistem navigasi persenjataan yang dapat mengancam keamanan. Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young mengatakan pada parlemen bahwa Korut mengimpor peralatan dari Rusia, untuk mengancam sinyal GPS Korsel dan mampu mengacak sinyal hingga jarak lebih dari 100 kilometer.
Menurut Kim,Korut diduga bertanggung jawab atas gangguan penerima GPS di kapal angkatan laut dan sipil sepanjang pantai barat pada 23–25 Agustus 2010. Pada Maret 2011,kantor berita Korsel, Yonhap melaporkan bahwa Korut menggunakan peralatan pengacak sinyal untuk mengganggu peralatan komunikasi militer Korsel.Menurut Yonhap, pengacak sinyal itu sangat kuat sehingga mengganggu peralatan telepon dan navigasi yang menggunakan GPS di unit-unit militer dekat Seoul.
Korut beberapa pekan terakhir sering mengancam aksi ofensif termasuk perang suci terhadap Korsel. Pyongyang menuduh para pemimpin Seoul tidak menghormati peringatan satu abad kelahiran pendiri Korut Kim Il-sung. syarifudin
“Kami mengonfirmasi pengacak sinyal GPS (global positioning system) berasal dari Korut,” papar Deputi Direktur Komisi Komunikasi Korsel Lee Kyung-woo,kepada AFP. Kementerian Transportasi Korsel dalam pernyataannya pada AFP mengonfirmasi pengacakan sinyal tersebut, tapi tidak mengatakan pihak mana yang bertanggung jawab. Korut sebelumnya pernah dituduh Korsel telah mengacak sinyal sistem GPS, namun tindakan itu tidak banyak mempengaruhi penerbangan sipil.
Menurut Kementerian Transportasi Korsel, sebanyak 241 penerbangan oleh sembilan maskapai Korsel dan 11 penerbangan yang dioperasikan sembilan maskapai asing, terganggu oleh pengacakan sinyal tersebut sejak Sabtu (28/4). Pada hari itu, Korsel telah mengeluarkan peringatan untuk para pilot dan mas-kapai. Direktur Kementerian Transportasi Korsel Kim Choonoh menjelaskan, pengacakan sinyal itu dapat terdeteksi di sekitar bandara internasional Incheon.
“Otoritas sedang melacak asalnya.Meskipun mengganggu GPS,tidak ada ancaman serius untuk keamanan penerbangan karena pesawat menggunakan perangkat navigasi lainnya, ”tuturnya. Kim menjelaskan, terjadi gangguan singkat sistem GPS penerbangan sipil tahun lalu. “Tapi jenis gangguan yang meluas ini tidak biasa,”paparnya. Juru Bicara Kepala Staf Gabungan Korsel menolak mengatakan apakah pengacakan sinyal ini juga diarahkan terhadap militer.
“Tidak ada masalah dengan operasi militer kami,”ujarnya. Menteri Pertahanan Korsel pada Oktober 2010 mengatakan, peralatan pengacak sinyal milik Korut dapat mengganggu sistem navigasi persenjataan yang dapat mengancam keamanan. Menteri Pertahanan Korsel Kim Tae-young mengatakan pada parlemen bahwa Korut mengimpor peralatan dari Rusia, untuk mengancam sinyal GPS Korsel dan mampu mengacak sinyal hingga jarak lebih dari 100 kilometer.
Menurut Kim,Korut diduga bertanggung jawab atas gangguan penerima GPS di kapal angkatan laut dan sipil sepanjang pantai barat pada 23–25 Agustus 2010. Pada Maret 2011,kantor berita Korsel, Yonhap melaporkan bahwa Korut menggunakan peralatan pengacak sinyal untuk mengganggu peralatan komunikasi militer Korsel.Menurut Yonhap, pengacak sinyal itu sangat kuat sehingga mengganggu peralatan telepon dan navigasi yang menggunakan GPS di unit-unit militer dekat Seoul.
Korut beberapa pekan terakhir sering mengancam aksi ofensif termasuk perang suci terhadap Korsel. Pyongyang menuduh para pemimpin Seoul tidak menghormati peringatan satu abad kelahiran pendiri Korut Kim Il-sung. syarifudin
Selasa, 01 Mei 2012
Bom di Idlib Tewaskan 21 Orang
BEIRUT – Sedikitnya 21 orang tewas saat dua bom meledak dekat gedung
badan intelijen Suriah,kemarin di Kota Idlib. “Bom meledak dekat kantor
pusat Intelijen Angkatan Udara dan gedung Intelijen Militer,” kata Rami
Abdelrahman, ketua Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR),kepada
kantor berita Reuters.
Serangan ini terjadi saat Ketua Pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah Jenderal Robert Mood kemarin tiba di Damaskus.Saat ini di Suriah ada 30 pemantau PBB. Mereka mempersiapkan kedatangan personil lainnya hingga mencapai 300 pemantau. “Kami hanya 300 orang,tapi kami dapat membuat perbedaan. 30 pemantau tak bersenjata, 300 pemantau tak bersenjata, bahkan 1.000 pemantau tak dapat menyelesaikan semua persoalan,”ungkap Mood.
Mood meminta semua orang membantu tugas pemantau PBB dan bekerja sama dalam setiap tantangan yang mereka hadapi. PBB menyatakan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menewaskan 9.000 orang selama revolusi.Sebaliknya, Damaskus menegaskan 2.600 personilnya tewas di tangan milisi antipemerintah.Rezim Suriah menuduh PBB menutup mata atas aksi-aksi terorisme terhadap aparat keamanan.
Kantor berita Suriah,SANA, melaporkan pemantau PBB meninjau distrik Khalidiya, Homs pada Minggu (29/4). Seorang aktivis di Homs menyatakan, kekerasan menurun drastis di kota itu sejak pemantau PBB mengirimkan dua pemantau tetap di kota mulai pekan lalu. “Masih ada kekerasan, tapi serangan mortir telah berhenti. Kami mendesak agar pemantau tinggal di Homs karena kami tahu jika mereka pergi, serangan akan berlanjut,”ujar aktivis Karam Abu Rabea melalui Skype pada Reuters.
Menurut Karam Abu Rabea, dengan adanya pemantau PBB di sana,warga dapat mengumpulkan tiga jasad yang sebelumnya terlalu berisiko untuk diambil karena ancaman penembak jitu.Warga juga bisa membersihkan sampahsampah di jalanan.“Ada bahaya penyakit dari sampah.Hingga kini masih banyak sampah di jalanan,”tuturnya.
Meskipun kondisi relatif tenang di Homs,SOHR melaporkan sedikitnya 39 orang tewas di Suriah pada Minggu (29/4), termasuk warga sipil, pasukan keamanan,dan pemberontak. syarifudin
Serangan ini terjadi saat Ketua Pemantau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Suriah Jenderal Robert Mood kemarin tiba di Damaskus.Saat ini di Suriah ada 30 pemantau PBB. Mereka mempersiapkan kedatangan personil lainnya hingga mencapai 300 pemantau. “Kami hanya 300 orang,tapi kami dapat membuat perbedaan. 30 pemantau tak bersenjata, 300 pemantau tak bersenjata, bahkan 1.000 pemantau tak dapat menyelesaikan semua persoalan,”ungkap Mood.
Mood meminta semua orang membantu tugas pemantau PBB dan bekerja sama dalam setiap tantangan yang mereka hadapi. PBB menyatakan pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menewaskan 9.000 orang selama revolusi.Sebaliknya, Damaskus menegaskan 2.600 personilnya tewas di tangan milisi antipemerintah.Rezim Suriah menuduh PBB menutup mata atas aksi-aksi terorisme terhadap aparat keamanan.
Kantor berita Suriah,SANA, melaporkan pemantau PBB meninjau distrik Khalidiya, Homs pada Minggu (29/4). Seorang aktivis di Homs menyatakan, kekerasan menurun drastis di kota itu sejak pemantau PBB mengirimkan dua pemantau tetap di kota mulai pekan lalu. “Masih ada kekerasan, tapi serangan mortir telah berhenti. Kami mendesak agar pemantau tinggal di Homs karena kami tahu jika mereka pergi, serangan akan berlanjut,”ujar aktivis Karam Abu Rabea melalui Skype pada Reuters.
Menurut Karam Abu Rabea, dengan adanya pemantau PBB di sana,warga dapat mengumpulkan tiga jasad yang sebelumnya terlalu berisiko untuk diambil karena ancaman penembak jitu.Warga juga bisa membersihkan sampahsampah di jalanan.“Ada bahaya penyakit dari sampah.Hingga kini masih banyak sampah di jalanan,”tuturnya.
Meskipun kondisi relatif tenang di Homs,SOHR melaporkan sedikitnya 39 orang tewas di Suriah pada Minggu (29/4), termasuk warga sipil, pasukan keamanan,dan pemberontak. syarifudin
Langganan:
Postingan (Atom)