Cari di Sini

Selasa, 19 April 2011

Fidel Castro Mundur dari Kepemimpinan Partai Komunis

HAVANA- Fidel Castro mengonfirmasi pengunduran dirinya dari kepemimpinan Partai Komunis Kuba kemarin. Dia menyerahkan posisi sekretaris pertama pada adik kandungnya, Raul, saat para delegasi mempersiapkan voting tentang pembatasan masa jabatan pemimpin Kuba.

Langkah Fidel itu setelah Kongres Partai Komunis keenam menyetujui tetap menjaga ekonomi sentralistis Kuba dari kejatuhan, tanpa mengadopsi sistem pasar bebas seluas-luasnya.

“Raul tahu bahwa saya tidak akan menerima peran resmi di partai hari ini,” tulis Fidel dalam sebuah artikel di portal Cubadebate.cu, merujuk ketidakhadirannya di Komite Sentral Partai Komunis yang baru dipilih pada Senin (18/4).

Fidel Castro, 84, telah menjadi sekretaris pertama di Komite Sentral yang menjadi pondasi utama pemerintahan Komunis China, sejak pembentukan Partai Komunis pada 1965. Fidel mengatakan, dia menyerahkan fungsi-fungsi ketua partai pada Raul saat dia memberikan kekuasaan pada adiknya karena kesehatannya memburuk pada 2006, meski dia tetap memegang posisi sebagai sekretaris pertama.

“Raul selalu menjadi seseorang yang saya gambarkan sebagai Sekretaris Pertama dan Panglima Komandan. Dia tidak pernah gagal menyampaikan pada saya ide-ide yang telah direncanakan,” ungkap Fidel dalam artikelnya.

Fidel juga mengatakan, dia mendukung sejumlah tokoh penting di partai komunis. “Hal paling penting ialah saya tidak muncul di daftar. Saya telah menerima terlalu banyak kehormatan. Saya tidak pernah berpikir saya akan hidup sangat panjang,” paparnya.

Sebanyak 1.000 delegasi berkumpul di Havana mengikuti empat hari kongres, sekaligus menyetujui 300 proposal ekonomi. Reformasi yang dijanjikan untuk mengenalkan sedikit elemen pasar bebas dalam ekonomi Kuba, akan mulai diterapkan setelah Fidel secara resmi melepas posisinya sebagai sekretaris pertama partai.

Raul sejak awal menolak reformasi pasar bebas seperti yang diadopsi oleh China. “Itu akan menjadi kontradiksi terhadap esensi sosialisme yang mendorong pemusatan properti,” katanya.

Raul yang berulang tahun ke 80 pada 3 Juni mendatang, diperkirakan mengambil alih posisi kakaknya sebagai sekretaris pertama Partai Komunis yang baru. Pada Sabtu (16/4) dia menegaskan, mendukung pembatasan kekuasaan selama 10 tahun bagi posisi-posisi puncak kepemimpinan negara.

“Saya suka ide itu. Saya telah berpikir lama dan berat tentang masalah itu,” tutur Fidel.

Para pengamat Kuba saat ini fokus pada siapa yang akan memegang posisi sebagai orang nomor dua di partai berkuasa itu. Posisi kedua dapat menunjukkan arah siyarat pemindahan kekuasaan pada beberapa tahun ke depan.

Rakyat Kuba merespon ide reformasi dengan optimisme yang penuh kecurigaan. Mereka berharap pemerintah melaksanakan janji-janjinya tanpa merugikan pihak yang tergantung pada sektor publik untuk mendapatkan pekerjaan dan kebutuhan pokok lainnya.

Mikaela, 28, pemilik sebuah salon kecantikan di kota lama Havana, berharap pemerintah akan lebih banyak membuka lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan. “Itu yang kami butuhkan,” tuturnya.

Herminia Diaz, 40, yang meninggalkan karir sebagai insinyur dan kini menyewakan rumahnya untuk mendapat penghasilan, skeptis bahwa perubahan akan benar-benar terjadi. “Saya suka kejujuran Raul dalam mengatasi masalah-masalah kami, tapi saat Anda berpikir bahwa mereka sudah berkuasa selama 30 tahun dan kita tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya, Anda kehilangan harapan,” katanya. “Ini meninggalkan rasa buruk di mulut saya, itulah yang telah kita sia-siakan di seluruh tahun.”

Sedangkan Carlos Perez, 74, yang sudah 22 tahun menjadi ekonom, menyatakan jika semua berjalan sesuai rencana, tidak ada keraguan lagi kita akan berhasil. “Raul berada dalam jalur yang benar, untuk membuat berbagai hal terjadi,” ujarnya.

Fidelina Hernandez, 80, menunjukkan kekhawatirannya. “Saya pikir mereka tidak akan segera mencabut ‘libreta’, meski sudah muncul banyak pembicaraan tentang itu,” katanya. Libreta merupakan kartu ransum yang sejak 1963 diberikan para rakyat Kuba sehingga dapat membeli roti dengan harga murah.

“Raul telah menjamin rakyat bahwa apa pun yang pemerintah lakukan, tidak akan ada kesalahpahaman,” ujar Hernandez yang mendapat gaji USD11,36 per bulan dengan pekerjaannya sebagai penyapu jalanan di kota tua Havana. (syarifudin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar