Cari di Sini

Kamis, 29 Maret 2012

Suriah Terima Proposal Annan

DAMASKUS– Suriah menerima proposal damai yang dirancang Utusan Liga Arab dan Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) Kofi Annan. Proposal damai itu antara lain berisi seruan gencatan senjata dua jam per hari untuk akses kemanusiaan ke berbagai wilayah konflik di Suriah.

”Pemerintah Suriah telah menulis pada Utusan Khusus Kofi Annan untuk menerima enam poin rencana damainya yang didukung Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB),”ungkap juru bicara Annan,Ahmad Fawzi, di Jenewa, dikutip AFP. ”Annan berpendapat ini merupakan langkah awal penting yang dapat mengakhiri kekerasan dan pertumpahan darah, menyediakan bantuan bagi korban, dan menciptakan lingkungan kondusif untuk dialog politik yang akan memenuhi aspirasi sah rakyat Suriah,” tutur Fawzi.

Fawzi menjelaskan bahwa Annan telah menulis kepada Presiden Suriah Bashar al- Assad untuk meminta Damaskus segera melaksanakan proposal damai itu, termasuk membebaskan orang-orang yang ditahan di Suriah tahun lalu. ”Annan menekankan bahwa implementasi akan sangat penting, tidak hanya bagi rakyat Suriah, tapi juga kawasan dan komunitas internasional secara umum,”ungkapnya. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengatakan bahwa proposal damai itu harus dilaksanakan.

”Kami akan menilai keseriusan Assad dari apa yang dia lakukan, bukan dari apa yang dia katakana,”katanya. Hillary berjanji meminta oposisi Suriah menjelaskan ide yang mereka perjuangkan saat dia berada di Turki akhir pekan ini. ”Mereka harus memiliki posisi dan visi yang satu tentang bentuk Suriah apa yang mereka hendak bangun.Mereka harus dapat menunjukkan dengan jelas komitmen terhadap seluruh rakyat Suriah dan melindungi hak asasi semua rakyat Suriah,” kata Hillary sebelum pertemuan Teman- Teman Suriah di Istambul, Turki.

Pertemuan akhir pekan itu akan dihadiri negaranegara Arab dan Barat untuk membahas krisis di Suriah. Sementara itu, faksi-faksi oposisi mulai menyatukan diri. ”Konferensi ini memutuskan bahwa Dewan Nasional Suriah (SNC) merupakan perwakilan resmi rakyat Suriah,” papar pernyataan oposisi. Sebagian besar faksi-faksi oposisi saat ini telah menandatangani pernyataan, kecuali faksi dari Kurdi yang tidak senang karena kurang ada penegasan untuk permukiman bagi etnis Kurdi Suriah.

Komite Koordinasi Nasional untuk Perubahan Demokratik (NCCDC) yang merupakan kelompok partai-partai nasionalis Arab, Kurdi, dan sosialis menghindari pertemuan yang sedang dilakukan kubu oposisi lainnya. Saat ini oposisi mendesak Assad membuktikan keseriusannya melaksanakan rencana Annan. ”Jika dia benar-benar serius,dia harus melaksanakan inisiatif itu besok. Besok tidak boleh lagi ada satu tank pun di jalanan dan militer rezim Suriah harus ditarik,” kata pemimpin oposisi Waid al-Buni.

Di Baghdad para menteri luar negeri Liga Arab membahas draf resolusi untuk mendesak rezim Suriah berunding dengan oposisi dan mengakhiri kekerasan. ”Pemerintah Suriah dan seluruh faksi oposisi harus menanggapi positif usulan Annan dengan memulai dialog nasional yang serius,” papar pernyataan draf resolusi yang diperoleh AFP. Selama ini Liga Arab menekan Presiden Assad untuk melepas jabatannya.

Liga Arab juga bekerja sama dengan Barat untuk mengajukan draf resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengecam Suriah.Namun Suriah mendapatkan dukungan dari Rusia dan China sehingga draf resolusi itu gagal disahkan di Dewan Keamanan. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar