Cari di Sini

Kamis, 19 Januari 2012

Ahmadinejad Tuduh Barat Ciptakan HIV


TEHERAN- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menuduh Barat menciptakan HIV untuk melemahkan negara-negara di dunia ketiga dan menciptakan pasar bagi produk farmasi Barat.

Menurut Ahmadinejad, negara-negara Afrika dibohongi bahwa perilaku amoral sebagai penyebab epidemi AIDS/HIV. “Saat ini ada pertanyaan besar mengapa sangat banyak virus mematikan, termasuk virus HIV, telah menyebar ke penjuru dunia. Banyak juga pakar mengatakan bahwa penyebaran itu sebagai akibat tindakan asusila dan amoral, tapi kita melihat penyakit ini menyebar di berbagai tempat di mana tindakan amoral tidak terjadi,” tuturnya, dikutip laman Telegraph. “Lantas bagaimana beberapa negara Afrika menemukan virus tersebut?”

“Jelas bahwa negara-negara Afrika harus dirampas sumber daya alam dan kekayaannya. Kekuatan utama dan para pemimpin lalim berada di balik pengembangan penyakit-penyakit ini sehingga mereka dapat menjual obat-obat dan peralatan medis mereka pada negara-negara miskin,” ungkap Ahmadinejad.

Menteri Kesehatan Iran Fatemeh Vahid Dastjerdi juga mengatakan bahwa pendapatan Iran dari produksi minyaknya hanya lima persen dari total penjualannya. Sedangkan berbagai perusahaan farmasi mendapatkan keuntungan 20% untuk setiap obat yang mereka jual.

Presiden Ahmadinejad sebelumnya menyatakan, Israel harus dihapus dari peta. Dia juga menegaskan, serangan 11 September di Amerika Serikat (AS) direncanakan dari dalam.

Pernyataan Ahmadinejad itu muncul saat ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat meningkat. Menteri Luar Negeri (menlu) Iran Ali Akbar Salehi kemarin memperingatkan negara-negara Arab agar tidak menempatkan diri dalam posisi berbahaya dengan beraliansi terlalu dekat dengan AS, terkait ketegangan menyangkut program nuklir Teheran.

Iran telah mengancam menutup Selat Hormuz jika sanksi Barat melumpuhkan sektor minyak Teheran. AS saat ini sudah menerapkan larangan bagi berbagai institusi keuangan asing untuk bertransaksi dengan bank sentral Iran. Kebijakan ini secara tidak langsung mempengaruhi sektor eksport minyak Iran yang transaksinya melalui bank sentral.

Apalagi Arab Saudi menyatakan secara terbuka dapat meningkatkan produksi minyaknya jika konsumen menginginkan. Langkah itu jika eksport minyak Teheran diembargo Barat.

“Kami ingin perdamaian dan ketenangan di kawasan. Tapi beberapa negara di kawasan kami, mereka ingin melibatkan negara-negara lain yang 12.000 mil jauhnya dari kawasan ini,” tegas Menlu Iran Salehi saat mengunjungi Turki.

Pernyataan itu tampaknya terkait dengan aliansi negara-negara Arab dengan AS yang mempertahankan militernya di Teluk. Washington menegaskan mereka akan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas minyak dunia. “Saya menyeru semua negara di kawasan, tolong jangan tempatkan diri Anda sendiri dalam posisi berbahaya,” tegas Salehi pada NTV.

Salehi menegaskan, AS harus menjelaskan bahwa Washington terbuka untuk negosiasi dengan Iran tanpa syarat. Dia merujuk pada surat yang diterima Iran dari Presiden AS Barack Obama tentang situasi di Selat Hormuz yang isinya tidak dipublikasikan. “Obama mengirim surat pada pejabat Iran, tapi AS harus menjelaskan pihaknya memiliki niat baik dan harus menunjukkan mereka siap untuk perundingan tanpa syarat,” katanya.

“Secara terbuka mereka menunjukkan kekuatannya, tapi di balik itu mereka meminta kami untuk duduk dan bicara. AS harus menerapkan strategi tepat dan jujur sehingga kami dapat melihat bahwa Amerika saat ini serius dan siap,” ungkap Salehi. (syarifudin)   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar