Cari di Sini

Selasa, 03 Januari 2012

Cara China Memenangkan Persaingan Sekolah Terbaik Dunia

Prestasi pendidikan China,paling tidak di kota-kota seperti Shanghai dan Hong Kong, terlihat sama spektakulernya dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat di Negeri Tirai Bambu. Namun, apa rahasia di balik kesuksesan itu? Semua mata melirik saat hasil tes membaca,sains,dan matematika secara internasional dilakukan oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD),Program untuk Penilaian Pelajar Internasional (Pisa), dipublikasikan. Shanghai masuk dalam peringkat teratas untuk pertama kali,berada paling tinggi nilainya dalam tiga subjek yang dites. Adapun,Hong Kong yang tampil bagus dalam dekade pemerintahan Inggris silam telah naik peringkat dari ”good”menjadi ”great”.Dalam peringkat global ini,Hong Kong di peringkat keempat dalam membaca,kedua dalam matematika,dan ketiga dalam sains. Dua kota di China itu telah melampaui sistem pendidikan terkemuka di penjuru dunia. Hasil untuk Beijing tidak dirilis karena tidak terlalu spektakuler. ”Tapi,Beijing tetap tinggi,”papar Andreas Schleicher,Kepala Indikator dan Statistik Pendidikan OECD pada AFP. Cheng Kai-Ming,profesor pendidikan di Hong Kong University dan terlibat dalam tes di Hong Kong dan Shanghai, menyatakan bahwa hasil tersebut terletak pada kesetiaan sistem pendidikan di sana untuk tidak terpengaruh oleh budaya lain. Lebih dari 80% pelajar sekolah menengah pertama mengikuti pelajaran tambahan setelah sekolah. Mereka menghabiskan tiga hingga empat jam untuk mengerjakan pekerjaan rumah di bawah pengawasan ketat orang tua. Kerajinan para pelajar ini juga tercermin pada ujian masuk universitas yang sangat kompetitif.”Tidak semua orang tua China merupakan ‘ibu-ibu harimau’.Tapi,tentu saja mereka sangat memperhatikan pendidikan anak mereka,”ungkap Prof Cheng. Keterbukaan Shanghai dan Hong Kong,yaitu keinginan mengadopsi cara-cara pendidikan terbaik dari penjuru dunia,membuat kedua kota ini sukses menjadi lokasi yang hebat dengan pendidikannya. Di Hong Kong,anggaran pendidikan lebih dari seperlima dari total pengeluaran pemerintah setiap tahun. ”Shanghai dan Hong Kong merupakan sistem pendidikan kecil,seperti negara kota, dengan konsentrasi ide,sumber daya manusia,dan sumber daya untuk pendidikan,”kata Prof Cheng,dikutip AFP. ”Inovasi di kota-kota itu tidak diterapkan oleh wilayah lain China,bahkan Beijing.” Dengan semboyan ”Kota Kelas Satu,Pendidikan Kelas Satu”,Shanghai merancang ruang kelas yang lengkap secara sistematis, perbaikan sekolah-sekolah,dan penyesuaian kurikulum dalam dekade terakhir. Shanghai tidak menerapkan sistem ”sekolah-sekolah unggulan”yang mengonsentrasikan sumber daya hanya pada pelajar terpintar dan sekolah-sekolah elite. Sebaliknya, para staf pengajar di Shanghai dilatih untuk lebih interaktif dalam metode mengajar dan membuat pelajar terbiasa dengan penggunaan komputer di dalam kelas. Sekolah-sekolah di Shanghai sekarang menjadi panutan bagi sekolah lain di Negeri Tirai Bambu.Sebanyak 80% lulusan sekolah Shanghai berhasil masuk ke universitas, dibandingkan dengan ratarata total 24% lulusan sekolah di China. Hong Kong yang dinamis mendorong perbaikan pendidikan sebagai bagian dari pesatnya aktivitas industri. Hong Kong berhasil sebagai pusat jasa dan manajemen bagi China yang tergantung pada peningkatan skilldan pengetahuan. ”Dalam dekade terakhir, Hong Kong berkonsentrasi dalam peningkatan standar dan menghapus kesenjangan untuk seluruh pelajar,” ungkap laporan konsultan manajemen McKinsey. SYARIFUDIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar