Cari di Sini

Rabu, 18 Januari 2012

PBB Latih Pemantau Liga Arab di Suriah

BEIRUT – Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) akan mulai melatih pemantau Liga Arab di Suriah.Pelatihan akan dilakukan di Kairo, setelah pertemuan para menteri luar negeri (menlu) Liga Arab akhir pekan ini untuk membahas perkembangan misi tersebut.

Pelatihan dilakukan staf Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (UNHCHR). Ide melakukan pelatihan terhadap para pemantau Liga Arab itu muncul setelah misi itu dikritik karena dianggap tidak mampu menghentikan kekerasan di Suriah,meski mereka berada di negara tersebut. Oposisi menyatakan, 15 orang tewas di Suriah pada Senin (16/1),termasuk lima tentara desersi.“Korban tewas juga termasuk dua perempuan dan dua anak-anak,” ujar Komite Koordinasi Lokal (LCC),jaringan aktivis oposisi di Suriah, dikutip AFP.

UNHCHR menyatakan sedikitnya 5.000 orang tewas sejak gerakan antipemerintah Suriah pada Maret silam. Jumlah tersebut sulit diverifikasi karena sebagian besar media asing dilarang masuk Suriah. Pemerintah Damaskus menyatakan 2.000 personel keamanannya tewas dalam bentrok melawan kelompok teroris bersenjata. Oposisi Suriah menganggap misi pemantau gagal memerankan fungsinya di Suriah.

Karena itu, beberapa pihak mendesak PBB mengambil peran lebih besar dalam mengawasi krisis di negara tersebut. “Liga Arab harus segera membawa kasus Suriah ke Dewan Keamanan PBB.Komunitas internasional harus bergerak cepat melawan rezim berdasarkan Pasal 7 Piagam PBB,” ungkap pernyataan Tentara Suriah Bebas (FSA), yang terdiri atas para personel militer desersi.

Pada Sabtu (14/1),pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani menyeru negara-negara Arab mengirimkan pasukan ke Suriah untuk menghentikan pertumpahan darah. Ini pertama kalinya seorang pemimpin Arab secara terbuka mendesak intervensi militer di Suriah.

Sementara itu, diplomat Barat menilai draf resolusi baru tentang kekerasan di Suriah yang diajukan Rusia ke Dewan Keamanan PBB pada Senin (16/1), membingungkan.
Moskow tidak secara jelas menerima resolusi tegas yang diinginkan Barat terhadap Damaskus. Para pakar dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB bertemu kemarin untuk membahas draf resolusi Rusia tersebut

.Ini merupakan versi ketiga draf resolusi yang diajukan Moskow pada Desember. Anggota Dewan Keamanan PBB masih berbeda sikap dalam menanggapi krisis Suriah. syarifudin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar