Cari di Sini

Selasa, 03 Januari 2012

Parlemen Arab Serukan Penarikan Pemantau

DAMASKUS– Parlemen Liga Arab menyerukan penarikan segera misi pemantau di Suriah karena kehadiran mereka tidak berdampak mengurangi kekerasan terhadap demonstran. Seruan itu muncul saat Liga Arab bersiap mengirimkan pemantau lebih banyak ke Suriah dan adanya seorang anak tewas sebagai korban pertama kekerasan di 2012.Ketua Parlemen Liga Arab Salem al-Diqbassi mendesak Ketua Liga Arab Nabil al-Arabi untuk segera menarik pemantau. “Nabil al-Arabi perlu segera menarik pemantau Liga Arab, dengan mempertimbangkan berlanjutnya pembunuhan terhadap warga sipil tidak bersalah oleh rezim Suriah,”ujar Salem al-Diqbassi,dikutip AFP. Parlemen Liga Arab terdiri atas komite penasihat yang beranggota 88 orang dari parlemen di 22 negara anggota blok tersebut.“Aksi Damaskus jelas melanggar protokol Liga Arab untuk melindungi rakyat Suriah. Kami menyaksikan meningkatnya kekerasan, lebih banyak orang tewas termasuk anak-anak dan semua ini diketahui pemantau Liga Arab yang membuat marah rakyat Arab,”papar Diqbassi. Seruan itu muncul saat Liga Arab hendak mengirim tim baru ke Suriah pada Kamis (5/1). “Sebanyak 20 pemantau akan menuju ke Damaskus dari Arab Saudi, Bahrain, dan Tunisia,” kata Adnan al-Khodeir, Kepala Operasi Liga Arab di Suriah. Sebanyak 50 pemantau tiba di Suriah pada Senin (2/1), sebagai bagian rencana Liga Arab yang didukung Suriah untuk memantau penarikan militer dari kota-kota dan distrik permukiman, penghentian kekerasan terhadap warga sipil, dan pembebasan tahanan. Para pemantau melaksanakan misi satu bulan sejak 26 Desember. Pemantau Liga Arab mengunjungi beberapa kota yang menjadi basis gerakan anti-pemerintah pada Minggu (1/1),saat perselisihan muncul setelah seorang pemantau menuduh otoritas Suriah menempatkan para penembak jitu di atap-atap gedung. Pemantau meminta para penembak jitu itu ditarik dari wilayah penduduk. Pada Minggu (1/1) bocah berusia tujuh tahun tewas di pusat Kota Hama saat mobil ayahnya dihujani tembakan. “Dia korban tewas pertama pada 2012,” papar Pengawas Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di Inggris, dikutip AFPdi Nicosia. Empat warga sipil juga tewas akibat tembakan aparat keamanan di Provinsi Homs. Dua dari korban merupakan milisi pro-pemerintah. Di provinsi Damaskus, lebih dari 20 demonstran terluka saat aparat keamanan menembaki mereka saat beberapa pendemo menaikkan bendera kemerdekaan di Kota Dariya. Para aktivis itu menuduh rezim menempatkan para penembak jitu di atap-atap gedung.Isu ini memicu perdebatan antara pemantau Liga Arab. Dalam videoyangdirilis SOHR, seorang pria mengenakan rompi oranye dengan logo Liga Arab mengatakan,“ Disanaadapenembakjitu. Kami telah melihat mereka dengan mata kami sendiri. Kami meminta otoritas menarik mereka segera,jika mereka tidak menarik penembak jitu dalam 24 jam,akan ada langkah-langkah lain,” papar pria dalam video bertanggal Jumat (30/12),pada kerumunan orang. Namun, Ketua Misi Pemantau Liga Arab Jenderal Mohammed Ahmed Mustafa al-Dabi menyatakan, pejabat yang terlihat dalam video itu membuat pernyataan hipotesis. “Pria ini mengatakan, jika dia melihat dengan mata dia sendiri para penembak jitu itu, dia akan segera melaporkan,”papar Dabi pada program Newshour BBC. “Tapi, diatidakmelihatapapun.” Dabi yang merupakan veteran pejabat intelijen militer Sudan itu tokoh kontroversial karena dia menjabat selama pemerintahan Presiden Sudan Omar al-Bashir. Omar diinginkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan di wilayah Darfur. Di sisi lain,Komite Koordinasi Lokal (LCC) yang menggerakkan unjuk rasa di jalanan menyatakan,“Pemuda melakukan revolusi dengan menggelar protes secara terus menerus sepanjang malam untuk menyambut Tahun Baru. Demonstran memenuhi jalanan di Daraa,Idlib,danAleppo,di kota mayoritas Kurdi, Qamishli dan Zabadani dekat Damaskus.” Video-video yang beredar di Youtube menunjukkan, demonstran di penjuru Suriah menyambut 2012 dengan kembang api dan menggelar spanduk bertuliskan “Kebebasan untuk Hidup” dan menyebut Presiden Suriah Bashar al- Assad sebagai musuh. Di Daraa,orang-orang membentangkan tulisan bahwa Suriah akan lebih baik tanpa Assad dan milisi pro-rezim yang dituduh melakukan serangan brutal terhadap demonstran. Pada Minggu (1/1) puluhan orang berunjuk rasa di Desa Al-Tah,Idlib. Demonstran juga mengkritik misi pemantau Liga Arab.“Para pemantau bersama Bashar.Mereka tidak mengatakan kebenaran.Tuhan hanyalah satu-satunya pengawas,” demikian tulisan salah satu spanduk. Menurut LCC, total 5.862 orang tewas tahun lalu selama kekerasan di Suriah. Jumlah itu termasuk 321 anak laki-laki, 74 anak perempuan,dan 146 wanita. Perserikatan Bangsa- Bangsa memperkirakan, jumlah korban tewas mencapai lebih dari 5.000 orang hingga awal Desember 2011. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar