Cari di Sini

Selasa, 31 Januari 2012

Pasukan Suriah Berhasil Rebut Pinggiran Damaskus

AMMAN – Pasukan Suriah kemarin berhasil merebut lagi daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak, setelah dua hari pertempuran sengit.

Daerah-daerah pinggiran yang direbut itu kurang dari 8 kilometer dari pusat kekuasaan Presiden Suriah Bashar al- Assad. ”Angkatan Bersenjata SuriahBebas( FSA) melakukantaktik mundur.Pasukan rezim telah menduduki lagi kawasan pinggiran dan mulai melakukan penahanandarirumahke rumah,” paparKamal,aktivisdidaerahal- Ghouta yang dihubungi melalui telepon oleh Reuters. Juru bicara tentara pembelot FSA membenarkan informasi tersebut. ”Tank-tank telah masuk, tapi mereka tidak tahu di mana FSA berada.Kami masih beroperasi dekat Damaskus,” ujar Maher al-Naimi pada Reuters melalui telepon dari Turki.

Aktivis menjelaskan, tentara rezim memasuki daerah pinggiran saat fajar, dengan mengerahkan sedikitnya 50 tank dan kendaraan bersenjata lainnya.Sedikitnya 19 warga sipil dan pemberontak tewas dalam serangan awal. Daerah pinggiran Damaskus beberapa kali menjadi lokasi unjuk rasa antirezim Assad dan menjadi target operasi militer dalam 10 bulan pemberontakan.” Ini perang kota.Terdapat banyak jasad di jalanan,” kata seorang aktivis dari daerah Kfar Batna. Penduduk pusat Damaskus menyatakan melihat tentara dan polisi dikerahkan di sekitar lapangan utama.

Meningkatkan kekerasan itu mengakibatkan Liga Arab menghentikan misi pemantau di Suriah pada pekan lalu. Liga Arab mendesak Assad mundur dan menyerahkan kekuasaan pada wakil presiden untuk membentuk pemerintahan nasional bersatu. Desakan itu ditolak oleh rezim Assad. Sementara,Ketua Liga Arab Nabil Elaraby kemarin menuju New York untuk memberi penjelasan pada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) agar mendukung rencana blok regional tersebut. Elaraby akan didampingi Perdana Menteri (PM) Qatar Sheikh Hamad bin Jassim al- Thani yang memimpin komite Liga Arab untuk pengawasan Suriah.

Elarabymenyatakan,dia berharap dapat mengatasi penolakan China dan Rusia untuk mendukung rencana Liga Arab. Pejabat Suriah menyatakan, keputusan Liga Arab untuk menghentikan misi pemantau akan meningkatkan tekanan di DK PBB agar ada intervensi asing dan mendorong kelompok- kelompok bersenjata meningkatkan kekerasan. Assad menyatakan, kekerasan di Suriah dilakukan militan yang mendapat dukungan asing.Pengawas Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) melaporkan, 41 warga sipil tewas di penjuru Suriah pada Minggu (29/1), termasuk 14 orang di Provinsi Homs dan 12 orang di kota Hama.

Sebanyak 31 tentara dan aparat keamanan juga tewas, sebagian besar karena dua serangan oleh tentara desersi di Provinsi Idlib. Kantor berita SANA melaporkan, pemakaman militer untuk 28 tentara dan polisi dilakukan pada Sabtu (28/1) dan 23 aparat keamanan lainnya pada Minggu (29/1). Rezim Suriah menyatakan, lebih dari 2.000 aparat keamanan tewas saat menghadapi berbagai kelompok bersenjata. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar