Cari di Sini

Senin, 02 Januari 2012

FILM DOKUMENTER “TURKISH PASSPORT”- Paspor Turki Ungkap Holocaust

Banyak yang tidak tahu, para diplomat Turki ditugaskan di penjuru Eropa untuk menyelamatkan ratusan Yahudi selama Perang Dunia dengan memberikan mereka paspor Turki. Pemberian paspor Turki pada orang-orang Yahudi itu membuat mereka dapat mengungsi ke negara mayoritas muslim tersebut. Kisah ini terungkap dalam film dokumenter independen Turkish Passportyang dipromosikan dengan kalimat, “Akhirnya terungkap rahasia yang dijaga selama 66 tahun.” Film itu mengungkap memori 19 diplomat Turki dan orang-orangYahudi yang mereka selamatkan dari kamp kematian Nazi Jerman.Ini berdasarkan testimoni para saksi dan kerabatnya. “Untuk mengenang dan jangan pernah dilupakan,”kata Gunes Celikcan,30,salah satu produser yang menjelaskan mengapa film itu dibuat. “Tidak banyak diketahui apa yang Turki lakukan selama periode sejarah itu. Menurut Celikcan,Turki tetap netral selama Perang Dunia II.“Para diplomat Turki menyelamatkan sekitar 2.000 Yahudi dari Holocaust,tapi jumlah pastinya tidak diketahui,”tuturnya. “Kami ingin menunjukkan ini untuk pertama kali dan mengenang para diplomat Turki yang saat ini sudah meninggal dunia,”paparnya. Film drama dokumenter itu disutradarai Burak Arliel dan ditayangkan pertama kali di Cannes Film Festivalpada Mei silam.Film itu mengambil lokasi di Istanbul dan kotakota lain di Turki.Film ini sudah diputar di berbagai festival di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. “Film ini dibuat selama enam tahun dan tidak terkait apa pun dengan perubahan kondisi politik,”kata Celikcan. Namun tidak semua setuju, termasuk pengamat politik dari The Jerusalem Post,Gil Hoffman dan mantan atase budaya Israel diTurkey Batya Keinan.Dalam artikel terbaru yang dicetak ulang di beberapa surat kabar Turki,Hoffman menyatakan film itu menulis ulang sejarah, dengan satu pesan utama bahwa pemerintah Turki secara aktif terlibat dalam menyelamatkan nyawa orangorang Yahudi di Eropa. “Catatan sejarah menunjukkan bahwa para diplomat bertindak sesuai keinginan mereka sendiri, meskipun ada perintah berbeda dari Ankara,”kata Hoffman. Hoffman juga mengutip pernyataan Keinan,“Media Turki menggunakan film itu untuk propaganda. Mereka mencoba mengatakan bahwa kami orang baik yang melindungiYahudi saat Holocaustdan Palestina sekarang. Dan sebelum Anda menembak kami,Anda memalukan.” Komentar tersebut membuat marah para pendukung film dokumenter tersebut.“Film ini bukan propaganda.Tidak ada keterlibatan negara.Ini sebuah fakta sejarah,”kata Asli Sena Genc,perwakilan untuk promosi film tersebut. Celikcan mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri Turki memberi akses kepada para pembuat film pada berbagai dokumen resmi. Namun, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan film itu inisiatif pribadi dan menteri tidak memberikan kontribusi resmi. Film ini muncul saat krisis terburuk dalam hubungan antara Israel dan Turki,setelah Israel menolak meminta maaf atas insiden penembakan aktivis Turki di kapal bantuan Gaza,Mavi Marmara. Insiden yang terjadi pada 31 Mei 2010 itu menewaskan sembilan warga Turki.Sebagai bentuk protes atas insiden itu,Turki mengusir duta besar Israel dan membekukan hubungan militer,pertahanan,dan perdagangan dengan rezim Zionis tersebut. Rakyat Palestina mendapat dukungan besar di Turki.Film serial di Turki yang berjudul Valley of the Wolves,telah memperkeruh hubungan Ankara dengan rezim Zionis.Israel mengecam film serial itu karena dianggap anti-Yahudi. SYARIFUDIN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar