Cari di Sini

Rabu, 11 Januari 2012

Fasilitas Nuklir Iran di Fordo Mulai Aktif

TEHERAN– Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengonfirmasi Iran telah mulai melakukan pengayaan uranium di Fordo, sebuah lokasi baru di bungker pegunungan yang sulit diserang. Kegiatan pengayaan uranium ini kian meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Barat. Iran mengakui keberadaan fasilitas itu pada 2009, dan laporan awal IAEA menyatakan para pakar Iran sedang menyiapkan fasilitas itu untuk mulai beroperasi. “IAEA dapat mengonfirmasi bahwa Iran telah memulai produksi uranium pengayaan hingga 20% di Fasilitas Pengayaan Bahan Bakar Fordo,” papar pernyataan juru bicara IAEA Gill Tudor,dikutip AFP. “Seluruh material nuklir di fasilitas itu masih pengawasan IAEA.” Fasilitas Fordo terletak di bawah sebuah pegunungan, 150 kilometer barat daya Teheran. Fordo didesain sedemikian rupa sehingga sulit bahkan mustahil untuk diserang bom atau rudal. Fasilitas Natanz juga sulit ditargeti bom,tapi Fordo lebih sulit lagi.Saat ini Natanz mengoperasikan 8.000 sentrifugal untuk pengayaan uranium. Iran menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai.Teheran juga mengatakan tidak akan menghentikan pengayaan uranium, meskipun empat paket sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) telah diberlakukan terhadap Iran. Jika bahan bakar untuk pembangkit listrik membutuhkan uranium pengayaan 3,5%, Iran menyatakan uranium pengayaan 20% diperlukan untuk reaktor riset Teheran membuat isotop bagi pengobatan kanker.Barat menolak pernyataan Iran dan yakin Teheran berupaya mengembangkan persenjataan nuklir. Para pakar mengatakan, jika Iran dapat membuat uranium pengayaan 20%,Teheran bisa membuat uranium pengayaan 90% atau lebih untuk membuat senjata atom. Menciptakan material fissile merupakan salah satu dari tiga bidang yang diperlukan untuk mengembangkan persenjataan nuklir.Iran juga perlu membuat hulu ledak nuklir dan rudal untuk membawa hulu ledak tersebut mengenai target. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan, Teheran tidak akan gentar menghadapi berbagai sanksi.“Keputusan tegas Republik Islam ialah menghadapi tekanan pemerintahan Barat. Saat rakyat Iran telah berada di jalan menuju kesuksesan dan melihat tanda-tanda kemenangan baru datang, penindas (Barat) berupaya menakuti rakyat dan pejabat Iran dengan sanksi-sanksi,”tegasnya. Sementara itu,Amerika Serikat (AS) menyatakan pengayaan uranium Iran di Fordo merupakan eskalasi lebih lanjut atas pelanggaran terhadap resolusi DK PBB. “Kami desak Iran sekali lagi untuk menghentikan aktivitas pengayaan, bekerja sama secara penuh dengan IAEA dan segera memenuhi semua resolusi DK PBB dan IAEA, ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) AS Victoria Nuland di Washington. Kemenlu Prancis menyatakan, “Langkah Iran membuat kita tidak memiliki pilihan selain menguatkan sanksi internasional dan mengadopsi langkah-langkah yang lebih intensif dan tegas tanpa segan.” Menteri Luar Negeri Inggris William Hague juga mengecam aksi provokatif,terkait klaim Iran bahwa program nuklirnya sepenuhnya untuk tujuan sipil. Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan Presiden Venezuela Hugo Chavez mengecam AS dan membuat lelucon tentang memiliki sebuah bom atom.“Meskipun orang arogan itu tidak ingin kami bersama,kami akan bersatu selamanya,” ujar Ahmadinejad, dikutip Reuters. “Bukit itu akan terbuka dan sebuah bom atom besar akan keluar,” tutur Chavez, menyebut sebuah bukit yang ditumbuhi rumput hijau dekat istana kepresidenannya.“ Salah satu targetimperialis YankeeialahIran, itulah mengapa kami menunjukkan solidaritas. Saat kami bertemu,setan menjadi gila. ” Ahmadinejad dan Chavez tampaknya menghindari pernyataan tentang isu-isu sensitif tentang ancaman Iran menutup Selat Hormuz.Chavez juga hanya memberi sedikit sinyal bahwa Venezuela akan membantu Iran mengurangi dampak sanksi dengan menyediakan bahan bakar minyak atau uang tunai. Dalam konferensi pers itu, keduanya berpelukan, berjabat tangan, dan menunjukkan penghormatan.“Presiden Chavez merupakan juara dalam perang melawan imperialisme,” kata Ahmadinejad. Iran dan Venezuela membuat beberapa kesepakatan, termasuk kerja sama ekonomi dan teknologi nano.Tidak ada kesepakatan bahwa Venezuela akan menyediakan bahan bakar ke Iran. Menteri Minyak Venezuela menyatakan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak berencana membuat pernyataan apapun tentang sanksi yang diterima Iran. Setelah berada di Venezuela, Ahmadinejad berencana mengunjungi Nikaragua, Kuba, dan Ekuador. Lawatan ini dilakukan Iran untuk menguatkan hubungan dengan Amerika Latin. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar