Cari di Sini

Senin, 16 Januari 2012

Iran Peringatkan Negara Teluk

TEHERAN – Iran memperingatkan negara-negara Teluk agar tidak mengisi kekurangan ekspor minyak Teheran akibat sanksi Barat. Pernyataan ini diungkapkan perwakilan Iran untuk Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) Mohammad Ali Khatibi kemarin.

 “Kami tidak akan menganggap tindakan ini bersahabat. Jika negaranegara produksi minyak di Teluk Persia berusaha mengganti minyak Iran,mereka akan bertanggung jawab atas apa yang terjadi,”tegasnya. 

Khatibi menegaskan, Iran akanmenganggapsetiapnegara Teluk anggota OPEC yang bekerja sama dengan Barat untuk mengganti minyak Iran,sebagai kaki tangan Barat.“Jika mereka tetap melakukannya, konsekuensinya tidak dapat diprediksi,” tuturnya, dikutip AFP. “Jika negara-negara Teluk tidak bekerja sama dengan Barat dengan memompa lebih banyak minyak,90% kemungkinannya tidak akan terjadi apa pun.” 

Peringatan Khatibi itu muncul saat Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) meningkatkan sanksi untuk mengurangi ekspor dan pendapatan minyak Iran.Teheran merupakan eksportir minyak terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi, dengan total 2,5 juta barel per hari. Iran sangat bergantung pada pendapatan minyak untuk lebih dari setengah pendapatan negara, dengan nilai USD75 miliar per tahun dari ekspor. 

Arab Saudi menyatakan pada anggota parlemen AS bahwa negaranya siap meningkatnya produksi minyak saat ini sebesar 10 juta barel per hari, jika sanksi baru mengurangi ekspor minyak Iran. Menteri Minyak Arab Saudi Ali al-Naimi menjelaskan kepada harian Al-Watan bahwa Arab Saudi dapat memproduksi 12,5 juta barel per hari, untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia dan dapat meningkatkan lagi sesuai permintaan dari negara-negara konsumen. 

Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe mengatakan, produksi minyak negaranya akan ditingkatkan untuk menyesuaikan dengan rencana Uni Eropa melarang minyak Iran yang akan diumumkan pada 23 Januari. “Negara lain siap meningkatkan produksi untuk menghindari dampaknya terhadap harga. Kami secara cermat membahas hal ini. Para produsen tidak ingin membicarakan ini, tapi mereka sudah siap,”tuturnya. 

China merupakan konsumen minyak terbesar Iran. Beijing menolak sanksi baru AS yang melarang institusi keuangan asing berbisnis dengan bank sentral Iran, terutama dalam pembayaran transaksi minyak. Meski demikian,Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao mengunjungi Arab Saudi, dalam lawatannya ke Timur Tengah. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar