Cari di Sini

Kamis, 23 Februari 2012

AS Ancam Persenjatai Oposisi Suriah

WASHINGTON– Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan mempersenjatai oposisi Suriah jika solusi politik tak dapat menyelesaikan krisis di negara tersebut.

Pernyataan yang diungkapkan sejumlah pejabat Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri (kemenlu) AS itu menunjukkan perubahan sikap Washington yang sebelumnya menekankan kebijakan tidak mempersenjatai oposisi Suriah. Menteri Luar Negeri (menlu) AS Hillary Clinton akan bertemu perwakilan 70 negara di Tunis pada Jumat (24/2). Ini akan menjadi pertemuan pertama “Teman-teman Suriah” untuk mengkoordinasikan respon komunitas internasional terhadap gerakan antipresiden Suriah Bashar al-Assad.

“Kami tetap yakin bahwa solusi politik itu yang diperlukan di Suriah.Kami tidak ingin mengambil aksi-aksi yang akan berkontribusi lebih lanjut terhadap militerisasi Suriah, karena itu dapat menjerumuskan negara itu dalam jalur yang berbahaya. Tapi, kami tidak mengesampingkan langkah- langkah tambahan,” ungkap juru bicara Gedung Putih Jay Carney,dikutip Reuters. Juru bicara Kemenlu AS Victoria Nuland saat mengatakan, AS mengubah sikapnya untuk mempersenjatai pemberontak karena tidak ingin melihat kekerasan meningkat dan memusatkan upaya politik untuk menghentikan pertumpahan darah.

“Jika kita tidak dapat menekan Assad seperti yang sudah kita lakukan, kita mungkin perlu mempertimbangkan langkah-langkah tambahan,”ujarnya. Nuland menolak menjelaskan apa yang dimaksud dengan langkah-langkah tambahan itu. Komentar para pejabat AS itu muncul setelah peringatan dari Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Martin Dempsey bahwa Washington masih tidak cukup tahu tentang musuh-musuh Assad.“Hingga kita tidak jelas tentang siapa mereka dan apa yangmerekalakukan,saya pikir akan terlalu dini untuk membahas tentang mempersenjatai mereka,”tutur Dempsey.

AS dan aliansinya berharap pertemuan“Teman-teman Suriah” di Tunis pekan ini akan menghasilkan rencana untuk Suriah,setelah Rusia dan China mengeluarkanvetodrafresolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang mengecam rezim Assad. Pejabat AS menjelaskan, pertemuan “Teman-teman Suriah” akan fokus membahas cara meningkatkan tekanan ekonomi tehadap Assad, melalui berbagai sanksi tambahan. Selain itu juga membahas pengerahan bantuan untuk para korban kekerasan.

Diplomat Arab menuturkan, upaya mempersenjatai pemberontak Suriah mungkin juga dibahas. Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan “Teman-Teman Suriah” karena Pemerintah Suriah tidak memiliki perwakilan dalam acara tersebut. Beberapa politikus AS, seperti Senator Republikan John McCain, mendukung upaya mempersenjatai pemberontak Suriah,jika tidak langsung oleh AS, dapat dilakukan melalui negara lain atau pihak ketiga. “Ada banyak cara untuk memberikan persenjataan pada orang-orang yang berjuang melawan tekanan ini, kita tunjukkan itu di Libya,” katanya saat mengunjungi Yerusalem.

“Mereka yang duduk dan menonton pembantaian ini berlanjut tanpa menjajaki semua pilihan yang mungkin dilakukan untuk menghentikannya adalah pengkhianatan bagi semua keyakinan dan pendirian AS.” Pengamat mengatakan, dengan adanya Rusia dan Iran yang sangat mendukung Pemerintah Suriah, dukungan AS untuk mempersenjatai pemberontak dapat sangat berisiko.

“Kekuatan yang didukung Teman-teman Suriah harus menjadi langkah terakhir. Mempersenjatai Tentara Suriah Bebas dan berbagai kelompok oposisi lain mungkin membantu menggulingkan Assad, tapijugameningkatkanpotensi perpecahan negara atau negara gagal,” ungkap Robert Danin, pengamat Timur Tengah dari Council on Foreign Relations. Sejumlah pengamat memperingatkan, upaya mempersenjatai oposisi Suriah dapat mengakibatkan dampak yang sama dengan yang sekarang terjadi di Libya.

Setelah rezim Muammar Khadafi digulingkan oleh pemberontak yang dipersenjatai negara-negara Barat,saat ini Libya terjerumus dalam perang sipil. Pemerintahan baru Libya tidak dapat mengendalikan para milisi bersenjata yang kerap melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Sementara, aktivis oposisi menyatakan, pasukan pemerintah menewaskan lebih dari 60 orang dalam serangan di sejumlah desa dan gempuran artileri di Kota Homs. syarifudin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar