Cari di Sini

Jumat, 03 Februari 2012

Merkel Minta China Tekan Iran

BEIJING – Kanselir Jerman Angela Merkel kemarin mendesak China menggunakan pengaruhnya untuk meyakinkan Iran menghentikan program nuklirnya.

Pernyataan itu diungkapkan Merkel kemarin, dalam lawatan tiga hari di Negeri Tirai Bambu. Merkel menyatakan dia telah melakukan diskusi panjang dengan Presiden China Hu Jintao dan Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao tentang sanksi-sanksi untuk Iran. ”Jika kita bicara tentang sanksi-sanksi Eropa terhadap Iran, pertanyaannya ialah bagaimana China dapat lebih baik menggunakan pengaruhnya untuk membuat Iran memahami bahwa dunia tidak boleh memiliki satu kekuatan nuklir lagi,” tutur Merkel di Chinese Academy of Social Sciences,dikutip Reuters.

Dia berharap Dewan Keamanan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dapat meloloskan resolusi baru untuk menekan Iran.Amerika Serikat (AS) telah memberlakukan sanksi baru terhadap Iran, sejak Presiden AS Barack Obama pada 31 Desember menandatangani undang-undang baru tentang sanksi yang melibatkan Bank Sentral Iran. Uni Eropa (UE) pekan lalu memberlakukan larangan terhadap impor, pembelian, atau transportasi minyak Iran. China sejak lama menolak mendukung sanksi terhadap Iran, meskipun Wen Jiabao bulan lalu menjelaskan, Beijing menentang pengembangan senjata nuklir Teheran.

Iran merupakan penyuplai minyak terbesar ketiga untuk China. Menurut Teheran,program nuklirnya untuk tujuan sipil. Sumber dari Jerman menjelaskan, Merkel dapat mendesak China untuk menghentikan impor minyak mentah dari Iran. Namun,tampaknya desakan itu sulit dilaksanakan Beijing. Li Xiangang, pakar hubungan Timur Tengah dan China di China Institute of International Studies,menuturkan bahwa Negeri Tirai Bambu hanya akan bertindak setelah Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengirim pengawas ke Iran.

”China menentang penggunaan energi nuklir untuk proliferasi tapi yakin ini digunakan untuk tujuan damai,” kata Li yang menjabat sebagai pegawai di Kedutaan Besar China di Iran pada 1990-an. ”Sanksi-sanksi energi terhadap Iran hanya akan mengakibatkan harga minyak dunia naik dan merusak pemulihan ekonomi global. Itulah mengapa saya pikir China tidak mendukung sanksi selanjutnya terhadap Iran,”tuturnya. Merkel juga menekan China untuk memperbaiki perlindungan hak kekayaan intelektual. Dia mendesak Beijing memastikan bahwa bisnis Jerman memiliki akses pada pasarnya.

Masalah tersebut tampaknya akan ditekankan lagi saat Merkel mengunjungi Guangzhou pada Jumat (3/2) untuk konferensi bisnis.Merkel ditemani beberapa CEO Jerman yang pada konferensi bisnis dua tahun silam juga menginginkan akses pasar lebih besar. Jerman menikmati ekspor yang besar ke China, khususnya dalam produk mesin dan teknologi tinggi. Namun, ekspor China merusak manufaktur di Eropa dan kebijakan Beijing juga mengancam bisnis Jerman di masa depan.

Bagi China, kunjungan Merkel merupakan peluang untuk mendapat penjelasan langsung mengenai krisis Eropa. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar