Cari di Sini

Senin, 20 Februari 2012

Iran Percepat Program Nuklir

TEHERAN– Iran mempercepat program nuklirnya di sebuah fasilitas bawah tanah dekat kota Qom. Peringatan itu diungkapkan seorang diplomat di Vienna kemarin.

Negeri Mullah tampaknya siap memasang ribuan sentrifugal generasi baru di fasilitas bawah tanah tersebut. ”Iran dapat mempercepat produksi uranium yang diperlukan untuk pembangkit listrik dan senjata nuklir,”ujar diplomat itu pada BBC.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak berkomentar atas peringatan tersebut. Pengawas IAEA dijadwalkan mengunjungi Teheran pekan ini untuk perundingan lanjutan mengenai aktivitas nuklir Iran. Pada kunjungan IAEA bulan lalu mereka ditolak masuk ke sejumlah fasilitas nuklir. Iran menyatakan, program nuklirnya untuk tujuan damai. Namun, negara-negara Barat menuduh Teheran secara rahasia berupaya membangun senjata nuklir.Tuduhan itu disangkal oleh Negeri Mullah itu.

 Menurut sumber diplomat itu, fasilitas Qom saat ini berisi peralatan pendukung, jaringan pipa dan sirkuit listrik yang diperlukan untuk sentrifugal generasi terbaru. Meski sejumlah sentrifugal itu belum dipasang seluruhnya dan tidak ada kejelasan tentang kapan semuanya akan terpasang. Tiga hari silam Iran menyatakan, negaranya telah mengalami kemajuan dalam program nuklir, termasuk mengembangkan sentrifugal yang dapat melakukan pengayaan uranium lebih cepat.Perkembangan ini diumumkan saat ketegangan meningkat terkait isu nuklir Iran, setelah laporan IAEA pada November silam menuduh Teheran melakukan sejumlah aktivitas terkait pengembangan senjata nuklir.

Pekan lalu Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memperingatkan program nuklir Iran dapat memicu perlombaan senjata nuklir di kawasan. Saat ini satu-satunya negara di kawasan Timur Tengah yang diyakini memiliki senjata nuklir ialah Israel. Sementara itu, kapal-kapal perang Iran memasuki Laut Mediterania pada Sabtu (18/2). Ini merupakan manuver Iran untuk kedua kalinya sejak revolusi Islam 1979. Komandan Angkatan Laut (AL) Iran Laksamana Habibollah Sayari menyatakan, langkah ini sebagai pesan perdamaian.

”AL Republik Islam Iran telah melintasi Terusan Suez untuk kedua kalinya sejak Revolusi Islam 1979,” ujarnya, dikutip kantor berita IRNA. Sayari tidak menjelaskan berapa banyak kapal yang melintasi Suez atau apa misi yang mereka rencanakan di Mediterania. Namun, armada itu sebelumnya berlabuh di kota Jeddah,Arab Saudi. ”Dua kapal Iran, satu kapal destroyer Shahid Qandi dan satu kapal suplai Kharg, berlabuh di pelabuhan Laut Merah pada 4 Februari,”ungkap laporan media Iran.

Sementara Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Benny Gantz memperingatkan, keputusan untuk menyerang Iran akan dibuat secara sepihak oleh rezim Zionis. ”Israel merupakan penjamin utama keamanannya sendiri. Ini peran kami sebagai angkatan bersenjata. Israel harus membela dirinya sendiri,” katanya. ”Kita harus mengikuti perkembangan di Iran dan program nuklirnya, tapi dalam hal yang lebih luas,perlu diperhitungkan apa yang dunia lakukan, apa yang Iran putuskan, dan apa yang akan kami lakukan atau tidak lakukan.

” Menurut Gantz, Iran tidak hanya menjadi masalah Israel, tapi juga masalah dunia dan regional. Senada dengan itu, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyeru dunia untuk mengetatkan sanksi terhadap Iran sebelum Teheran mencapai ”zona kekebalan” terhadap serangan militer untuk menghentikan program nuklirnya. Dalam beberapa pekan terakhir, ada dugaan Israel segera menggelar serangan militer ke fasilitas nuklir Iran. Meski demikian, rezim Zionis menyangkal telah memutuskan untuk segera menyerang Negeri Mullah tersebut. Rezim Zionis juga menuduh Iran menjadi dalang atas upaya pembunuhan terhadap sejumlah diplomat Israel di India, Georgia, dan Thailand.

Teheran menyangkal tuduhan tersebut. Kemarin Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) memulai perundingan dengan pejabat Israel tentang berbagai isu, termasuk Iran. Pembicaraan itu digelar dua pekan menjelang kunjungan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu ke Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Barack Obama. Dalam artikel terbaru yang dirilis Washington Post, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta menduga Israel mungkin menyerang fasilitas nuklir Iran dalam beberapa bulan mendatang.

Saat ini Iran telah mendapat empat paket sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sanksi-sanksi sepihak dari AS serta Uni Eropa. Semua sanksi itu tidak menghentikan tekad Iran meneruskan program nuklirnya. syarifudin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar