Cari di Sini

Senin, 06 September 2010

Berjabat Tangan Melalui Internet




Ingin berjabat tangan dengan seseorang yang berada di kota atau negara lain melalui internet? Kini keinginan itu bukan impian lagi.

Professor Liu Yunhui yang memimpin tim riset di Chinese University of Hong Kong telah mengembangkan “tangan cyber” yang dapat dihubungkan ke sebuah komputer dan software khusus sehingga orang-orang dapat merasakan sensasi sentuhan melalui internet.

“Tangan ini dapat menggenggam, berjabat tangan, dan memberikan tanda ‘OK’ dan ‘peace’,” papar Yunhui.

Pengguna tangan cyber dapat membuat gerakan tangan dan mampu menentukan kuat atau lemahnya genggaman tangan. Tapi Yunhui menerangkan, saat ini tangan cyber belum dapat melakukan gerakan tangan yang terlalu rumit. “Yang pasti, bagi siapa saja yang ingin mendapatkan sensasi sentuhan dan kedekatan, tangan cyber merupakan salah satu caranya,” ungkap Yunhui.

Menurut Yunhui, publik dapat segera membeli tangan cyber itu pada tahun ini. Pembeli yang berminat memiliki tangan cyber itu cukup menunggu waktu penjualan dan menabung sejumlah uang. Tangan itu diperkirakan dijual pada saat Natal seharga 20 pounsterling per tangan atau 40 poundsterling untuk sepasang tangan. Penjualan akan dilakukan dalam pameran teknologi internasional di Hong Kong pekan ini.

Yunhui akan terus melakukan pengembangan tangan cyber tersebut hingga bisa lebih canggih dan mampu melakukan gerakan-gerakan rumit.

Cara kerja tangan cyber itu tidak sesulit yang dibayangkan. Tim peneliti menggunakan sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan oleh otot-otot saat mereka berkontraksi. Sinyal itu kemudian tertangkap oleh satu sensor yang disebut electromyograph yang bentuknya menyerupai jam tangan di pergelangan tangan pengguna yang melakukan gerakan.

Sensor itu terhubung ke komputer yang telah dipasang software khusus untuk menerjemahkan sinyal-sinyal menjadi gerakan otot. “Informasi ini lantas diteruskan melalui internet untuk diterima oleh komputer di lokasi berbeda yang menerjemahkan instruksi itu ke tangan cyber hingga menghasilkan gerakan tangan yang sama,” tutur Yunhui.

“Tangan cyber ini mampu secara cepat meniru gerakan asli tangan manusia dan memberikan sensasi sentuhan. Pada saat ini fungsinya belum sempurna dan tangan cyber itu belum dapat meniru dengan sempurna, karena tangan robot itu berbeda dari tangan manusia dalam level kebebasan geraknya,” ungkap Yunhui yang sedang mematenkan temuannya itu di Amerika Serikat (AS).

Yunhui mengaku ada beberapa kesalahan kecil seperti proses yang agak lambat dan masalah mekanis. “Tapi di masa depan, tangan cyber ini mampu meghasilkan gerakan yang lebih rumit dan alami,” paparnya.

Yunhui mengakui kendala utama yang dihadapi timnya ialah masalah ketersediaan dana. Apalagi target proyek penelitian yang dipimpin Yunhui hanyalah untuk memproduksi mainan. Karena itu, biaya yang dikeluarkan tidak bisa terlalu besar dan penggunaan dana juga dibatasi secara ketat.

“Jika Anda menginginkan tangan cyber yang lebih canggih, Anda perlu memasang lebih banyak motor penggerak dan Anda perlu mengeluarkan lebih banyak uang,” kata profesor yang telah mempublikasikan lebih dari 100 paper di berbagai jurnal profesional dan konferensi internasional itu.

Sebagai model awal, tangan itu tampak seperti seperti sarung tangan putih untuk operasi. Tapi Yunhui akan segera menjadikan tangan cyber itu lebih tampak seperti tangan manusia, hangat, dan lembut untuk disentuh. “Kami sedang memproduksi satu desain tangan yang lebih mirip dengan tangan manusia, dari karet silikon yang kami harap dapat segera selesai pada bulan depan,” papar Yunhui.

Saat ini Yunhui hanya memiliki satu ukuran, tapi desain tangan itu masih dapat diubah. “Bisa juga kami memindai (scan) tangan manusia dan meminta pabrik untuk membuat semirip mungkin. Tapi proses itu akan memakan lebih banyak biaya,” kata anggota senior Robotics Society of Japan itu.

Yunhui masih menggantung impian untuk menerapkan teknologi ini menjadi robot seukuran manusia, tidak hanya satu bagian tubuh. Sehingga robot manusia itu dapat menirukan gerakan seseorang melalui jaringan internet.

Tujuan awal proyek tangan cyber itu sebenarnya untuk membantu warga lanjut usia tetap “bersentuhan” dengan keluarga mereka yang tinggal di lokasi yang berbeda, baik itu di kota atau negara lain.

“Meskipun mereka dapat menunjukkan perhatian mereka melalui telapon, sentuhan fisik tetap menjadi jalan terbaik untuk mengungkapkan cinta. Dengan sistem ini, para lanjut usia, anak-anak dan cucu-cucu mereka dapat bersentuhan dan berjabat tangan melalui internet, serta menunjukkan rasa kasih sayang secara langsung,” ungkap profesor yang mengajar di fakultas teknik mesin dan otomatisasi Chinese University of Hong Kong.

Yunhui yakin, sistem tangan cyber dapat dikembangkan untuk memonitor dari jarak jauh para pasien penderita stroke yang sedang menjalani rehabilitasi. Selain itu juga membuat pasien stroke mampu melakukan fisioterapi tangan di rumah mereka, daripada harus melakukan perjalanan ke rumah sakit. (syarifudin, sindo 17 april 2010)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar