Cari di Sini

Senin, 06 September 2010

Kocok Ulang Perusahaan Agar Tetap Kompetitif




Krisis ekonomi ikut mengguncang Sony Corporation dan mengakibatkan penurunan jumlah penjualan terbesar sepanjang sejarahnya. Situasi genting itu memaksa Chairman dan CEO Sony Corporation Howard Stringer melakukan kocok ulang di jajaran manajemen puncak dan reorganisasi skala luas.

Stringer yang telah lima tahun menjadi Chairman Sony itu akan resmi mendapatkan jabatan tambahan sebagai Presiden Sony pada 1 April mendatang. Jabatan rangkap sebagai Presiden dan CEO Sony tersebut akan membuat Stringer memiliki kontrol langsung mengendalikan seluruh lini bisnis utama perusahaan global itu.

“Presiden Sony Ryoji Chubachi saat ini akan menjadi Wakil Chairman yang akan membantu Stringer dalam masalah keamanan, kualitas, dan lingkungan kerja,” ujar pernyataan Sony kemarin.

Menurut Stringer, 67, kocok ulang manajemen puncak Sony itu untuk membuat perusahaan tersebut semakin gesit tatkala krisis ekonomi sekarang. Apalagi badai krisis keuangan saat ini telah memaksa Sony memecat 16.000 karyawannya, termasuk 8.000 karyawan dari divisi elektronik. Sony juga telah menutup 10% pabrik-pabriknya.
Dan diperkirakan nilai penjualan satu tahun penuh ke depan akan mengalami kerugian USD2,7 milyar.

Stringer merasa dengan posisi barunya, dia akan memiliki lebih banyak wewenang untuk melakukan berbagai perubahan di dalam perusahaan. Dia bertekad menciptakan produk-produk baru Sony yang lebih inovatif dan meliputi semua nilai lebih dari seluruh sayap bisnisnya.

“Konsumen menginginkan produk yang multifungsi, menghubungkan, memiliki fungsi teknologi yang efektif, memenuhi kebutuhan konsumen untuk berbagi informasi dan ramah lingkungan,” ujar Stringer memaparkan visi yang akan dilakukan di posisi puncaknya.

Pria kelahiran 19 Februari 1942 itu menekankan, reorganisasi yang akan dilakukannya untuk mengubah Sony lebih inovatif dan terintegrasi. “Sebagai perusahaan global, kami ingin tetap mempertahankan posisi terdepan kami untuk generasi baru nanti,” paparnya.

Dia merencanakan untuk mereorganisasi bisnis elektronik dan dua sayap perusahaan Sony. Networked Products dan Services Group akan disatukan dengan Sony's PlayStation, komputer personal Vaio, pemutar musik Walkman, produk telepon seluler dan Sony Media Software and Services. Semua perusahaan itu akan mengembangkan sinergitas untuk produk-produk Sony.

“Seluruh produk yang ada saat ini akan mendapatkan akses ke Sony's PlayStation Network, sistem distribusi konten online yang diharapkan dapat menguatkan posisi produk jejaring elektronik di masa depan,” tutur Stringer.

Presiden Sony Electronics Kunimasa Suzuki akan menjadi wakil presiden senior Sony dan wakil presiden di grup baru perusahaan itu. Dia akan memimpin bisnis Vaio dan menciptakan produk-produk baru yang menerapkan teknologi terbaik dari seluruh sayap bisnis Sony.

Sedangkan kelompok bisnis New Consumer Products Group akan disatukan dengan Sony's Bravia TV, gambar digital, bisnis video dan audio rumah tangga. Grup baru ini akan dipimpin oleh Hiroshi Yoshioka yang kini memimpin TV bisnis Sony. Dia akan mengawasi Semiconductor and Component Business Group.

Kocok ulang lain yang dilakukan Stringer ialah memilih Yoshihisa Ishida yang kini mengelola bisnis Vaio akan memimpin kelompok bisnis TV. Reorganisasi itu, menurut Stringer akan memindahkan Katsumi Ihara yang kini memimpin grup CFO untuk menjadi direktur eksekutif di Sony Financial Holdings.

“Semua perubahan itu akan diumumkan hari ini dan mempercepat transformasi perusahaan yang telah dimulai sejak empat tahun silam. mereka kini akan memungkinkan semua bagian Sony bekerja sama untuk membawa Sony ke tingkat global dan mencapai prestasi hebat,” kata Stringer.

Gerak cepat perubahan itu, bagi Stringer harus dilakukan untuk menghadapi krisis yang semakin menekan perusahaan skala global tersebut. Apalagi pada Januari silam, Stringer memperingatkan bahwa penjualan pada tahun finansial saat ini yang berakhir pada Maret, diperkirakan hanya sebesar USD78 milyar, 14% lebih rendah dari perkiraan sebelumnya. Sony menyalahkan menguatnya mata uang yen Jepang dan krisis ekonomi sebagai penyebab utama penurunan angkat penjualannya.

Menurut mantan pasukan angkatan bersenjata AS di Vietnam itu, keuntungan Sony 80% berasal dari eksport. Padahal pasar utama Sony di Eropa dan Amerika Serikat saat ini sedang mengalami resesi. Para konsumen di sana pun menahan diri untuk membeli peralatan elektronik seperti televisi dan kamera digital.

Stringer merupakan pengusaha keturunan Inggris-Amerika yang mendapatkan gelar Sir atau ksatria dari Ratu Elizabeth II pada 31 Desember 1999. Sebelum menjadi orang nomor satu di Sony, dia memimpin Sony Corporation di Amerika. Sebelum bergabung di Sony, Stringer banyak berkiprah di bidang industri media dan bertanggung jawab untuk bidang media Sony di AS.

Dia dipromosikan ke posisi puncak karena perusahaan itu mengalami masalah berupa penurunan angka penjualan. Selain itu, Sony semakin menghadapi kompetisi sengit dari perusahaan lain seperti Samsung, Sharp, Panasonic, dan lainnya.

Stringer sebelumnya merupakan warga Inggris dan melakukan naturalisasi sebagai warga AS. Dari semua saudara kandungnya, dia bukan satu-satunya yang bekerja di Sony. Adik laki-lakinya, Rob Stringer, bekerja di Sony sebagai Chairman of Sony Music Label Group. (syarifudin, sindo 28 februari 2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar